Domino 99 Poker

4 Pengakuan Berbeda Saksi dan Pelaku Pembunuhan Sisca Yofie

Pengakuan Saksi dan Pelaku Pembunuhan Sisca Yofie - wartainfo.com

WARTAINFO.com - Meski pelaku sudah ditangkap, kematian mengenaskan manajer perusahaan pembiayaan, Sisca Yofie (34), masih menyisakan tanda tanya. Keterangan saksi dan pelaku berbeda. Muncul dugaan perempuan cantik itu tak sekadar dijambret, tapi ada masalah lain di baliknya.

Selain penjambretan, latar kematian Sisca masih gelap. Hanya, polisi memastikan Sisca punya hubungan khusus dengan perwira polisi yang sudah beristri dan bertugas di Bidhumas Polda Jabar, Kompol Albertus. Keduanya berpacaran selama 2 tahun, sejak 2010 hingga 2012. Sisca menumpahkan 'kekesalannya' terkait hubungan itu di Facebooknya.

Polisi membantah ada keterkaitan kematian Sisca dan asmara gelapnya dengan sang perwira. Kasus itu murni penjambretan. Berikut keterangan berbeda saksi dan pelaku yang memunculkan bau tak sedap dalam pengusutan kasus tersebut.


1. Spontan atau Terencana?

Pelaku Ade dan Wawan menyatakan aksi kriminalnya dilakukan spontan. Keduanya berputar-putar di kawasan Cipedes dengan menggunakan Suzuki Satria hitam bernopol D 4174 CE, Senin (5/8) lalu. Laju motor dihentikan saat mereka melihat Sisca di depan luar pagar rumah, Jalan Setra Indah Utara II No 11.

Wawan melihat pintu depan kemudi terbuka dan ada tas milik Sisca. Saat mengambil tas, aksi Wawan terpergok Sisca. Sempat terjadi perlawanan dari Sisca.

'Fakta' berbeda disampaikan saksi Rudi. Ia menduga pelaku sudah lama membuntuti korban.

"Sejak 4 hari sebelum kejadian, saya pernah melihat pemotor nongkrong di deket rumah. Selain dirinya, temennya yang saat itu main juga pernah lihat. Satpam juga pernah lihat motor itu kaya sedang menunggu orang," ujar Rudi di kediamannya, Jalan Cipedes, Bandung, Kamis (15/8).


2. Dibacok atau Diseret Dulu?

Ade dan Wawan kabur usai menggasak tas. Sisca melawan dan merangkul Wawan dari belakang. Motor dilajukan. Sisca tetap merangkul sehingga Wawan membacok perempuan itu sebanyak 3 kali.

Tidak dijelaskan bagian tubuh korban yang dibacok. Namun saat itu, setelah membacok, pelaku yakin korban sudah tidak merangkul.

Saksi menyatakan pembacokan itu dilakukan sebelum pelaku kabur. "Berdasarkan keterangan Yadi pada saat olah TKP, korban dibacok dan pelaku kabur," kata Rudi yang melihat olah TKP tersebut.


3. Tergilas Gir atau Diseret?

Saat kabur, Wawan dan Ade mengaku laju motornya tertahan. Ia tidak tahu kalau Sisca jatuh dan rambutnya terlilit gir. Ade sempat meminta berhenti. Wawan malah menghardik.

"<I>Rek paeh maneh</I> (mau mati kamu)," kata Wawan kepada Ade saat kejadian.

Ade dan Wawan tersadar Sisca terseret setelah motor itu mati di Jalan Cipedes atau jaraknya sekitar satu kilometer dari indekos Sisca. Wawan turun dari motor. "Rambut korban saya iris agar lepas dari gir motor," ungkap Wawan.

Saksi mengungkapkan setelah dibacok, Sisca didorong ke motor. "Berdasarkan keterangan Yadi pada saat olah TKP, setelah dibacok, Sisca lalu didorong ke motor dan pelaku yang di belakang dengan tangan kirinya menyeret korban. Namun, saat itu Yadi kurang jelas apakah rambutnya yang ditarik apa bagian lain," ujar Rudi.

Rudi menjelaskan, saksi Yadi saat itu berada hanya 100-an meter dari tempat kejadian. Yadi melihat, saat berada di motornya, pelaku memang sudah membawa golok.

"Dijambak pakai tangan kiri pelaku, lalu diseret," jelas saksi lainnya, Reza, Kamis (15/8).

Reza memang tak melihat secara jelas kejadian itu. Sebab kondisi gelap. Namun ia sempat melihat sepeda motor berkelebat dan tangan kiri pelaku menarik sesuatu. 


4. Tas Hilang atau Tidak?

Di hadapan polisi, pelaku menyatakan tak berniat membunuh, tapi hanya menjambret. Keduanya menggasak iPhone dan uang serta membuang tas Sisca ke Sungai Sukawarna Baru atau di dekat lokasi kejadian, Jl Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung.

"Setahu saya tas tidak hilang karena waktu masukin mobil ada tas warna cokelat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," ungkap saksi Rudi, Kamis (15/8).

Tas cokelat ini sempat dicari polisi. Termasuk di antaranya helm dan jaket milik tersangka Ade, sebilah golok, baju tersangka Wawan, dan satu unit iPhone warna putih milik korban. Hal ini diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dalam keterangannya, Selasa (13/8) lalu.  (source: detik.com)





 
Disclaimer | About | Sitemap | DMCA | Iklan | Contact Us
Copyright © 2013-2014 Warta Informasi Berita Unik dan Menarik All Right Reserved.
Top
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus