Benarkah ini Foto 'Ospek Mesum' Mahasiswa Baru ITN Malang?

klg asli

berhasil
demo ospek ITN Malang - wartainfo.com

WARTAINFO.com - Belum tuntas kasus kematian Fikri Dolasmantya, Mahasiswa baru (maba) asal Mataram, Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, yang diduga akibat kekerasan yang terjadi ketika Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) pada 13 Oktober 2013 lalu, kini beredar Sebuah foto mencegangkan berjudul  Ini Ospek apa Memperkosa? akhir-akhir menarik perhatian pengguna jagad internet. Beredar melalui jejaring social Facebook, yang diposting di sejumlah blog.

foto mesum ospek

Dalam foto tersebut tampak sejumlah wanita yang tengah orientasi di lapangan luas. Orientasi ini aneh. Karena menampakkan di mana peserta wanita dalam posisi tidur telungkup maupun telentang, ada yang diduduki, dinaiki, bahkan dijambak oleh pria. Lebih bejatnya lagi, sejumlah pria itu ada yang hanya menggunakan celana pendek ketat seperti bokser saja.Tidak mengenakan baju.

Tidak ada keterangan dimana ataupun derah mana. Sejumlah website menyebutkan bahwa ini adalah opspek SMP. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa ini adalah opspek dari kampus ITN. Belum diketahui siapa penyebar foto tersebut.

Meski kebenaran foto belum bisa dipertanggung jawabkan, Namun, Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Anti-Kekerasan (AMAK), Lalu Mustaqim, membenarkan adanya kekerasan dan praktek adegan mesum layaknya suami istri dalam Ospek tersebut.

“Kita dua malam mendatangkan delapan saksi, yang dari jurusan Planologi angkatan 2013. Dari pengakuan delapan saksi itu, mahasiswa memang menerima perlakuan tidak manusiawi,” katanya kepada wartawan di sela-sela aksi yang dilakukan mahasiswa asal Mataram di Malang, Senin (9/12/2013).

Mahasiswa baru laki-laki disuruh berhubungan seperti suami istri dengan para mahasiswi baru.

“Yang tidak manusiawi juga, peserta ospek diberi singkong yang bentuknya seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral. Ini kan sudah cukup bejat dan tidak manusiawi,” kata Mustaqim.

Sebanyak 114 mahasiswa baru, kata Mustaqim, membeberkan pengakuan delapan para saksi, bahwa mereka hanya diberi satu botol mineral untuk diminum oleh banyak mahasiswa itu.

“Kasus ini harus diusut tuntas dan pihak ITN harus bertanggung jawab atas kasus ini,” katanya.

Sementara itu dilaporkan, keluarga Fikri Dolasmantya, korban meninggal, telah menerima santunan dari pihak kampus.

Category: UncategorizedTags:
Jayabet