Gunung Slamet Meletus 9 Kali Dalam 12 Jam

klg asli

berhasil
foto gunung slamet 2014 - wartainfo..com
Foto Puncak Gunung Slamet menyemburkan material vulkanik saat terjadi letusan terlihat dari Pos Pengamatan 
Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jateng, Kamis (13/3/2014).
WARTAINFO.com - Setelah beberapa hari sebelumnya dalam status waspada, Gunung Slamet di Jawa Tengah meletus dan mengeluarkan abu tebal, Rabu (12/3/2014) sekitar pukul 06.53 WIB.

Letusan abu berwarna hitam pekat berlangsung sekitar 3 menit, sebelum akhirnya tertutup kembali oleh kabut.

Berdasarkan penjelasan anggota tim pengamat Gunung Slamet di Pos Pengamatan, Desa Gambuhan, Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi (50), letusan abu tebal warna hitam itu terlontar dengan ketinggian berkisar 800 hingga 1.000 meter. Letusan itu masih tergolong letusan kecil.

 Aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Banyumas makin mengkhawatirkan. Setelah statusnya naik dari "Normal" menjadi "Waspada" empat hari lalu, sampai kemarin terus bergolak.
Gunung Slamet terus mengeluarkan suara letusan dan embusan asap. Sejak pukul 00.00 sampai 12.00 WIB, tercatat meletus sebanyak 9 kali dengan ketinggian letusan rata-rata 1.000 meter.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto mengatakan, sembilan letusan yang dihasilkan gunung tersebut dikenal dengan nama letusan freatik.

Letusan freatik, merupakan hasil interaksi antara magma dan air tanah sehingga menimbulkan material abu vulkanis dan uap air.

Menurut Hendrasto, letusan yang dihasilkan sampai saat ini belum membahayakan untuk warga di radius lebih dari 5 kilometer.

"Yang membahayakan radius 2 kilometer. Jadi, diimbau untuk tidak mendaki Gunung Slamet dan beraktivitas," kata Hendrasto, saat berada di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang.

Hendrasto menambahkan, selain letusan freatik, tercatat masih terjadi sejumlah gempa di Gunung Slamet, antara lain gempa embusan dan gempa vulkanik dalam.

"Tercatat ada 97 gempa embusan, 1 gempa vulkanis dalam dan 1 vulkanis dangkal, sejauh ini statusnya masih Waspada," tambahnya.

Ia menandaskan, karakter Gunung Api Slamet sejak tahun 1600 hanya terjadi letusan abu dan tidak sampai mengelurakan awan panas.  "Gunung Slamet lebih jinak," ujar Hendrasto.

Hasil data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet hari ini menunjukkan aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan dengan adanya 9 kali letusan freatik dalam jangka waktu 12 jam. 
Category: UncategorizedTags:
Jayabet