Bipolar Disorder, Penyebab Gejala dan Cara Mencegahnya

klg asli

berhasil
Penyebab Tanda Gejala Tipe dan Cara Mengatasi Bipolar Disorder adalah

Penyebab Tanda Gejala Tipe dan Cara Mencegah Gangguan Bipolar Disorder - Mungkin sahabat wartainfo.com sudah pernah mendengar seseorang mengalami gangguan mental. Satu di antara yang populer adalah skizofrenia. Namun tidak hanya itu, ternyata masih banyak gangguan mental lainnya yang selama ini tidak tersosialisasi dengan baik, seperti gangguan suasana hati atau mood (Bipolar) disorders yang saat ini banyak diperbincangkan. (wartainfo.com)

Apa itu Bipolar Disorder?
Gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah gangguan pada perasaan seseorang akibat masalah di otak, ditandai dengan perpindahan (swing) mood, pikiran, dan perubahan perilaku. Penderita mengalami perubahan mood yang dramatis, dari episode manic dan episode depresi selama periode waktu tertentu. Episode manic ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik) atau irritable (mudah marah dan tersinggung), episode depresi ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik).
Di antara kedua episode mood tersebut terdapat masa mood yang normal (eutimik). Istilah bipolar merujuk pada kondisi pasien yang mengalami perpindahan mood antara dua kutub atau spektrum emosi yang berlawanan tersebut.

Awam sering menyebutnya ketidakstabilan mood, tetapi gejala ini baru dapat disebut gangguan bila telah memenuhi kriteria waktu tertentu, seperti untuk episode manic, dibutuhkan kondisi mood hipertimik dalam rentang waktu minimal seminggu atau bahkan kurang dari seminggu. Untuk episode depresi, dibutuhkan waktu minimal 2 minggu terus-menerus berada dalam kondisi mood hipotimik. Bisa dipastikan disebut gangguan, bila fungsi pekerjaan atau kehidupan sosialnya terganggu. Saat terjadi gangguan, terkadang pasien perlu dirawat di rumah sakit. (wartainfo.com)

Faktor Penyebab Gangguan  Bipolar Disorder 
Sampai saat ini penyebab dari gangguan bipolar sangat multifaktor, mencakup genetis, biologi otak, serta peristiwa kehidupan dan keadaan lingkungan yang menimbulkan stres (stressor psikososial).  Bagi wanita yang sedang hamil dan terserang flu, hati-hati. Sebuah penelitian yang didukung oleh National Institute of Mental Health, Amerika, baru-baru ini melaporkan bahwa ibu hamil yang terjangkit influenza bisa meningkatkan risiko gangguan bipolar pada bayi yang dikandungnya. 
Namun, menurut Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Agung Kusumawardhani, SpKJ,  penelitian yang ada dikaitkan dengan penderita skizofrenia dan negara empat musim, di mana saat musim dingin wabah virus influenza sering terjadi. Sedangkan untuk gangguan bipolar, belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih diperdebatkan para ahli.
Gangguan bipolar terjadi karena adanya gangguan pada kimia otak atau neurobiologi. Hal tersebut membuat tubuh tidak bisa mengendalikan pengeluaran zat dopamin dengan baik. Jika zat dopamin keluar berlebihan, ia akan berada pada kondisi mania. Begitu pula sebaliknya. (wartainfo.com)
Tipe-tipe Bipolar
Ada dua tipe gangguan bipolar, yakni tipe I dan tipe II. Pengidap gangguan bipolar tipe I didominasi perasaan mania. Saat mengalami mania, pasien tak bisa berhenti berbicara, sangat aktif hingga tidak butuh tidur, gembira luar biasa meski tidak sesuai konteks, kepercayaan diri meningkat berlebihan, boros dan ceroboh. Sementara, gangguan bipolar tipe II cenderung didominasi perasaan depresi dan hipomania.

Jika pasien sedang mengalami hipomania, pikirannya sangat optimistis tetapi tidak realistis. Pada beberapa pasien, kondisi ini menjerumuskannya pada masalah hukum karena dianggap menipu orang lain dengan cara bicaranya.

Sebaliknya, pasien yang sedang mengalami depresi didominasi oleh rasa bersalah, tidak berharga, tidak konsentrasi, hingga terpikir untuk bunuh diri. (wartainfo.com)

Gejala dan Tanda Bipolar Disorder
Foto Gambar gejalan tanda Cewek wanita Bipolar Disorder

Bipolar disorder seringkali disalahartikan sebagai depresi atau schizophrenia. Tapi, kalau kita melihat lebih dalam, bipolar disorder memiliki gejala yang berbeda dengan penyakit psikologi lainnya.

Seperti dijelaskan helpguide, gejala dari bipolar disorder berbeda-beda sesuai dengan episode yang dialami.

Yang pertama adalah episode mania. Gejalanya antara lain, gembira atau optimis berlebihan, mudah tersinggung dan marah, merasa dirinnya sangat penting, merasa lebih hebat dan mampu dari orang lain, menjadi sangat energik walaupun tidurnya hanya sebentar, berbicara sangat cepat sehingga sulit dimengerti, penuh ide, cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya, mudah kacau dan sulit konsentrasi, membuat keputusan secara tiba-tiba dan cenderung membahayakan, bersikap ceroboh tanpa memikirkan resikonya, dan (pada sebagian orang) delusi, dan halusinasi.

Yang kedua adalah gejala episode hypomania (mania ringan). Pada episode ini, penderita akan menjadi energik, penuh semangat, gembira yang berlebihan, dan produktif tapi masih sanggup berpikir realistis. Umumnya, orang disekitarnya akan berpikir dia hanya sedang ber-mood sangat baik. Tapi, apabila tidak segera diobati, hypomania dapat berkembang menjadi mania atau depresi.

Yang ketiga gejala episode depresi, seperti merasa sedih tanpa alasan yang jelas, tidak bertenaga, putus asa, mudah tersinggung dan marah, tidak mampu merasakan kegembiraan, cepat letih, tidak bergairah, rapuh fisik maupun mental, perubahan nafsu makan dan berat badan secara drastis, sulit tidur, sulit konsentrasi dan mengingat, merasa tidak berguna dan pesimis, serta berpikir untuk bunuh diri.

Dan yang terakhir, episode campuran. Gejala yang dimiliki adalah gabungan dari gejala mania atau hypomania dengan depresi. Gabungan dari kebahagiaan dan kesedihan ekstrim ini membuat penderita rawan untuk melakukan bunuh diri.

Cara Mencegah dan Melindungi Keluarga Dari Bipolar Disorder
Mencegah dan mengatasi Bipolar Disorder agar keluarga bahagia

Tindakan pertama tentunya adalah Self-Help For Bipolar Disorder. Untuk sukses mengelola bipolar disorder, kita harus membuat sebuah pilihan cerdas. Gaya hidup kita dan kebiasaan kita sehari-hari pun ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati kita dan orang-orang sekitar kita. So? Teruslah melakukan searching information yang kiranya bisa membantu kita melakukan berbagai cara untuk -paling tidak- membantu diri Anda sendiri: 
Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan 
Pelajari sebanyak yang kita bisa segala informasi dan sumber-sumber pengetahuan tentang bipolar. Semakin banyak kita tahu, semakin baik kita akan berada dalam membantu pemulihan diri sendiri dan orang disekitar kita.

Hindari stress 

Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti melakukan self hypnosis, doa khusyuk, meditasi, yoga, atau juga pernapasan dalam. 
Mencari dukungan 
Amat sangat penting bagi kita untuk memiliki orang yang dapat kita percaya untuk sekedar berbagi dan meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya. 
Buatlah pilihan yang sehat. 
Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting. 
Jangan Lupa Untuk Selalu Memonitor suasana hati. 
Melacak aneka gejala dan memperhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati kita memang tengah berayun di luar kendali amatlah penting untuk dilakukan sehingga kita dapat dengan segera menghentikan masalah sebelum dimulai.

Demikianlah Informasi tentang Penyebab Tanda dan Gejala Tipe serta Cara Mencegah Gangguan Bipolar Disorder, Semoga kita semua beserta keluarga di jauhkan dari penyakit kejiwaan ini. semoga bermanfaat. (wartainfo.com)

Referensi: wikipedia
Category: UncategorizedTags:
Jayabet