6 Kasus Bentrok TNI vs Polri Terparah dan Terbesar

klg asli

berhasil
Kasus Bentrok Bentrokan TNI dan Polri paling terparah menggegerkan dan terbesar

Kasus Bentrokan TNI dan Polri  - TNI dan Polri memiliki kesamaan tugas menjaga keamanan serta menciptakan situasi kondusif dalam masyarakat. Namun sangat ironis bilamana kedua institusi tersebut saling bentrok dan justru membuat kekacauan. Bentrok antara TNI dan Polri tidak hanya terjadi satu kali saja. Tembak-tembakan dan bentrok keduanya beberapa kali terjadi. Bahkan mengakibatkan jatuhnya korban dan warga sipil terluka.

Teranyar, Anggota TNI AD Yonif 134/Tuah Sakti bentrok dengan Brimob Polda Kepri. Markas Brimob diberondong tembakan oleh para tentara, Rabu (19/11) malam. Bentrok di antara dua institusi tersebut mengakibatkan satu anggota TNI tewas dan satu warga sipil terluka. Saat kejadian berlangsung, situasi dalam keadaan sangat mencekam. Dilansir merdeka.com dan sumber lainnya, Berikut ini 6 bentrok TNI vs Polri paling Dahsyat dan Mencekam: (wartainfo.com)

1.  Bentrok TNI dan Polri di Batam, 1 Tentara tewas

Foto gambar bentrok TNI dan Polri di Batam

Anggota TNI AD Yonif 134/Tuah Sakti bentrok dengan Brimob Polda Kepri. Markas Brimob diberondong tembakan oleh para tentara, Rabu (19/11) malam. Seorang anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Kota Batam tewas dan warga sipil luka-luka lantaran terkena peluru. Diketahui tentara yang tewas setelah menyerang markas Brimob Polda Kepri bernama JK Marpaung (33) asal Medan, Sumatera Utara.

Sebelum menyerang markas Brimob, tentara-tentara membobol gudang senjata di Yonif 134 Tuah Sakti di Batam, Kepulauan Riau. Setelah anggota TNI itu mendapatkan senjata, mereka kemudian kembali ke markas Brimob dan menembak ke segala arah.

Bentrok antara anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan Brimob merupakan dendam lama. Sebelumnya bentrokan juga pernah terjadi pada 21 September 2014 lalu, empat anggota TNI terluka. (wartainfo.com)

2. Bentrok TNI-Polri, TNI serbu markas polisi di Papua, terjadi baku tembak

Foto gambar bentrok TNI dan Polri di Papua

Selain di Batam, bentrok antara TNI dengan polisi juga terjadi di Papua. Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 756/Winame Sili (WMS) menyerang Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua pada tanggal 13 Oktober 2014.

Yonif 756/WMS merupakan pasukan yang berada di bawah komando Brigade Infantri 20/Ima Jayakeramo, Kodam XVII/Cenderawasih, yang bermarkas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa ini terjadi akibat kesalahpahaman. Prajurit TNI menyerang Polsek Pirime, dengan cara menembaki markas kepolisian itu, Senin (13/10).

Satu anggota TNI yakni Letda Inf Ali mengalami luka tembak di bagian paha akibat kesalahpahaman saat sweeping. Dari laporan yang diterima terungkap insiden itu terjadi saat sweeping digelar di ruas jalan Pirime yang berlokasi di depan Polsek Pirime, melintas truk membawa kayu dari arah Wamena yang ditumpangi Pratu Pius, anggota Yon 756.

3. Bentrok TNI vs Polri, Serang pospol di Karawang, anggota TNI seret dan pukuli polisi

Foto gambar bentrokan TNI dan Polri di karawang

Sebanyak satu kompi TNI menyerang Brimob yang tengah berjaga di Pospol depan Mega Mal Karawang (19/11/2014). Akibatnya, sejumlah polisi terluka dan Pospol hancur dirusak anggota TNI.

Bentrok di antara keduanya pecah diawali cekcok di halaman parkir kantor DPRD Karawang. Persoalan itu kemudian diselesaikan dengan musyawarah di ruang tunggu Bupati lantai 2 Kantor Pemda yang dihadiri oleh, Wakapolres Karawang, Kabag Ops Polres Karawang, Danki Brimob Iptu Ramadona, Danki 305 Kapten Bagus, Provos 305, Kapten Sirait Danramil Karawang Kota, Kasi Propam Polres, KBO Intel Polres dan Edi serta Wely.

Tentara dengan seragam dinas loreng dan helm warna hijau dan sebagian berbaju preman datang dan masuk ke areal Kantor Pemda lewat pintu Timur sambil menenteng pisau sangkur, golok dan pentungan kayu atau bambu. Mereka langsung menyerang dan menganiaya anggota Dalmas yang sedang melakukan pengamanan aksi buruh sambil teriak-teriak.

Akibat penyerangan tersebut, beberapa anggota Dalmas mengalami luka. Setelah selesai melakukan penyerangan kurang lebih 20 menit, gerombolan anggota Yonif 305 kabur meninggalkan lokasi menuju Jalan Tuparev sampai di Bundaran Mega Mal.

Mereka lalu merusak Pos Lantas dan mobil milik anggota polisi depan Mega Mal Karawang. Selain itu, mereka juga melakukan perusakan Pos Gatur Hero dan 1 unit mobil pikap. (wartainfo.com)

4. Bentrok TNI Polri Sumsel, Markas Polres OKU dibakar TNI

Foto gambar bentrokan TNI dan Polri di Sumsel Markas Polres Oku

Sejumlah prajurit dari Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik Martapura menyerang Markas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, (7/3/2013). Kejadian ini bermula ketika puluhan anggota Yon Armed 15/76 Tarik Martapura mendatangi Mapolres OKU dengan menggunakan truk dan sepeda motor, Kamis pagi.

Kedatangan puluhan prajurit berbaju loreng guna mempertanyakan kemajuan penanganan kasus penembakan Pratu Heru Oktavianus yang tewas akibat ditembak Brigadir Bintara Wijaya. Namun, kejadian ini berujung pengrusakan terhadap Mapolres OKU.

Kebrutalan anggota Yon Armed ini semakin menjadi dengan membakar beberapa kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir di sisi sebelah kiri Mapolres OKU. Mereka juga membakar bagian ruang SPK dan menyerang beberapa anggota Polres OKU dan anggota TNI yang sedang melakukan PAM bersama di Mapolres OKU.

Sebagian lagi anggota Yon Armed 76/15 ini menjaga di pintu Mapolres OKU, sehingga petugas pemadam kebakaran yang akan berupaya memadamkan api tidak diperbolehkan masuk. Suasana semakin mencekam dan api mulai membubung tinggi, baru setelah itu ratusan anggota Yon Armed 76/15 bergerak pergi meninggalkan Mapolres OKU. Sedikitnya 4 anggota Polri dan 1 sipil terluka.

5. Bentrok TNI Polri Kalimantan di tengah kerusuhan Sampit

Foto gambar bentrokan TNI dan Polri di Kalimantan kerusuhan Sampit

Wilayah Sampit, Kalimantan Tengah sedang mencekam akibat kerusuhan SARA. 300 orang lebih tewas sementara ribuan lain terpaksa mengungsi. Di saat suasana muram ini, anggota TNI malah adu tembak dengan Brimob. Dua tewas sementara belasan luka-luka.

Peristiwa ini terjadi 27 Februari 2001 lalu. Saat itu pasukan TNI ditugaskan mengawal pelabuhan Sampit. Sekitar 10 ribu pengungsi diungsikan dari Pelabuhan Sampit ke Surabaya.

Pada siang hari, datang truk berisi pengungsi yang dikawal anggota Brimob. Mereka minta agar pengungsi yang mereka bawa segera dinaikkan ke dalam kapal yang akan berlayar. TNI menolak, suasana sempat ricuh. Untuk menenangkan massa Brimob mengeluarkan tembakan peringatan.

Tapi kemudian yang terjadi malah adu tembak. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak dan para pengungsi yang tidak berdosa. (wartainfo.com)

6. Bentrok Yonif Linud 100 Vs Brimob di Binjai

Foto gambar bentrokan TNI dan Polri di Binjai

Bentrok di Binjai, Sumatera Utara, antara Brimob dan Yonif Lintas Udara 100 benar-benar seperti perang. Puluhan personel TNI menggempur markas Brimob di Tanah Tinggi. Mereka juga menggranat markas tersebut hingga nyaris rata dengan tanah.

Aksi tembak menembak yang dilakukan kedua kubu menyebabkan 10 Orang tewas. Penyebabnya diketahui karena polisi menangkap seorang pemuda yang kedapatan membawa narkoba, salah satu anggota TNI meminta agar pemuda dibebaskan. Polisi menolak, anggota TNI marah dan kemudian aksi saling serang itu terjadi. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, MiliterTags:
Jayabet