7 Kasus Keracunan di Dunia Terparah Paling Menggemparkan

klg asli

berhasil
Kasus Keracunan Terparah Paling Menggemparkan Sepanjang Sejarah di Dunia

Kasus Keracunan Paling Menggemparkan Sepanjang Sejarah di Dunia - Baru-baru ini terungkapnya Kasus apel berbakteri asal Amerika Serikat cukup mencengangkan warga dunia. Betapa tidak, apel asal Negeri Adidaya ini sudah diekspor ke banyak negara dan tentunya sudah dikonsumsi penduduk sejagat. Namun pejabat kesehatan Ibu Kota Washington D.C memperingatkan adanya bakteri listeria monocytogenes yang sudah menewaskan lima orang.

Selain apel berbakteri dan olahannya juga dilarang untuk dikonsumsi. Tak hanya apel Amerika bikin was-was. Sepanjang sejarah pernah terjadi kasus keracunan makanan paling menggegerkan warga dunia lantaran jumlah korban tewas mencapai puluhan bahkan ratusan orang.

Berikut ini Tujuh Kasus Keracunan Terparah Paling Dahsyat dan Menggemparkan di dunia, Simak ulasan selengkapnya di bawah ini: (wartainfo.com)

1. Kasus Keracunan Terigu di Afghanistan Tahun 1974

Kasus Keracunan Terigu di Afghanistan 1974 Terparah di Dunia

Pada 1974 hingga 1976 terjadi wabah liver yang menyerang masyarakat di kawasan pinggiran Afghanistan. Dan penyebab wabah tersebut diketahui akibat terigu yang mengandung racun, dan dikonsumsi secara massal berupa roti. Naasnya terigu yang menjadi bahan baku utama roti tersebut mengandung bibit charmac, akibatnya sebanyak 1.600 dari 7.800 jiwa meninggal dunia dan sisanya harus ditangani secara medis.

Pada 2008 kasus serupa pun kembali terjadi di Afghanistan, memakan korban sebanyak 100 jiwa dan 10 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Charmac merupakan jenis biji-bjian yang mengandung alkaloid pyrrolizidin. Zat tersebut berasal tumbuhan yang keluar secara alami untuk melindungi dirinya. (wartainfo.com)

2. Kasus Keracunan Minyak Mustard yang Terkotaminasi di India (1998)

Kasus Minyak Mustard yang Terkotaminasi New India (1998) Terparah di Dunia

Sementara fenomena keracunan yang terjadi di India, tepatnya Kota New Delhi terjadi pada 1998. Ketika itu masyarakat New Delhi secara tak sengaja mengonsumsi minyak mustard yang mengandung racun berupa minyak Argemone mexicana (madat Mexico). Akibatnya banyak masyarakat New Delhi yang mengalami diare, mual-muntah, sakit kepala hingga gukoma (gangguan penglihatan).

Sindrom serupa pun pernah dialami oleh negara Madagaskar, Fiji, Afrika Selatan, Mauritius dan Nepal. Selain Afrika Selatan, keracunan tersebut diakibatkan oleh minyak mustard yang terkontaminasi Argemone mexicana. Fenomena keracunan makanan yang terjadi pada 1998 di New Delhi tersebut merenggut 60 korban jiwa dan 3.000 lainnya harus dirawat khusus di rumah sakit. (wartainfo.com)

3. Kasus Susu Bubuk Morinaga Beracun di Jepang Tahun 1955

Kasus Susu Morinaga Beracun Jepang 1955 paling Terparah di Dunia

Fenomena makanan yang terkontaminasi oleh bahan berbahaya terjadi pula di Jepang pada 1950, ketika produk susu bubu terkontaminasi racun arsenic. Susu tersebut merupakan produk dari Perusahaan Morinaga Milk, dan secara tidak sengaja tercampur bahan pengawet disodium fosfat yang biasa dimasukan ke dalam susu bubuk. Akibatnya tidak sedikit masyarakat Jepang yang mengamalami diare dan muntah-muntah setelah meminum susu Morinaga. Dikabarkan dari 13.400 yang mengalami keracunan sebanyak 100 jiwa harus melayang.

Akibat peristiwa susu beracun ini, Kepala Pabrik Morinaga diseret dan mendekam di dalam penjara selama tiga tahun. Bahkan kasus tersebut merupakan salah satu dari 10 kasus yang paling lama diusut dalam sejarah Jepang, yakni 18 tahun. Bahkan selama dilakukan penyelidikan berbagai peristiwa dan aksi dilakukan oleh masyarakat yang dirugikan, terutama keluarga korban yang menuntut adanya kompensasi.

 4. Kasus Skandal Susu Bubuk di China Tahun 2008

Kasus Keracunan Susu Sanlu China 2008 paling Terparah di Dunia

Skandal Keracunan makanan terjadi di China pada 16 juli 2008, dan wilayah yang pertama kali terkena dampaknya adalah Provinsi Gansu. Akibat susu bubuk yang mengandung racun sebanyak 16 bayi harus menderita batu ginjal, akibat kandungan melamin. Susuk bubuk yang diproduksi oleh perusahaan Sanlu Grup ini pun mengakibatkan peristiwa yang sama di tahun sebelumnya 2007, meskipun tindakan pemerintah China pada saat itu hanya sampai pada pengujian dan pengawasan produksi saja.

Berdasarkan keterangan salah satu pejabat depertemen kesehatan China, ketika itu pihak Sanlu Group melakukan penyuapan terhadap pemerintah berwenang agar fenomena skandal melamin tidak menyebar. Namun skandal susu beracun yang merebak pada 2008, sudah tidak bisa ditutupi lagi terelebih jumlah korban mencapai 300.000 bayi dengan 54.000 di antaranya harus dirawas secara intensif di rumah sakit, enam bayi kemudian meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan. Bayi tersebut meninggal dunia akibat organ ginjalnya yang mengalami kerusakan parah akibat kandungan melamin di dalam susu bubuk tersebut.

Bagi perusahaan Sanlu Group penambahan melamin dimaksudkan agar susu tersebut terlihat banyak mengandung protein. Setelah dimeja-hijaukan pada 2010 lalu, dua orang pejabat pemerintah dipecat secara paksa, dan di pihak Sanlu Group dua orang menjalani hukuman mati sementara dua orang lainnya dihukum 15 tahun penjara.
 

5. Kasus Sindrom Keracunan Minyak di Spanyol Tahun 1981

Kasus Sindrom Keracunan Minyak Spanyol (1981)  paling Terparah di Dunia

Pada 1981 sebuah wabah yang dikenal dengan ‘Sindrom keracunan minyak’ merebak di Spanyol, wabah ini diakibatkan oleh minyak goreng yang tercampur dengan bahan beracun. Sindrom tersebut mengakibatkan sebanyak 600 orang meninggal dunia. Saking memprihatinkannya, pemerintah Spanyol turun langsung dengan menggratiskan semua minyak goreng yang sehat kepada rakyatnya.

Dikabarkan minyak goreng Colza yang memakan korban jiwa tersebut, terkontaminasi racun sejak dari pabrik asalnya di Perancis. Masyarakat tertarik untuk membeli minyak impor tersebut karena harganya yang murah. Minyak colza dijual di kios-kios dan pasar-pasar tradisional, sehingga banyak rakyat Spanyol yang tertarik membelinya. Gejala keracunan tersebut mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh dan kelainan pada kulit. (wartainfo.com)

6. Kasus Keracunan Bencana Gandum Beracun di Irak Tahun 1971

Kasus Keracunan Gandum Beracun Irak 1971 paling Menggemparkan di Dunia

Pada 1971 telah terjadi fenomena keracunan makanan di Kota 1001 Malam, Irak. Fenomena tersebut diawali dengan terkontaminasinya beras oleh zat merkuri yang terdapat di dalam fungisida (anti-jamur). Akibatnya sebanyak 650 orang dilaporkan meninggal dunia, setelah mengonsumsi gandum impor dari Amerika Serikat dan Mexico yang dimengandung fungisida. Padahal fungisida tersebut tidak dimaksudkan untuk dimakan.

Tragisnya gandum impor ini dibagikan kepada masyarakat kawasan pinggiran Irak. Masyarakat yang mengonsumsi gandum tersebut pun mengalami kelainan fungsi tubuh seperti berkurangnya kepekaan pada kulit, diskordinasi bagian tubuh, kehilangan pandangan dan bahkan kerusakan pada otak. Uniknya, hingga tahun 2002 peristiwa ini masih diteliti oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

7. Kasus Keracunan Tepung Maizena Terkontaminasi Aflatoksin di Kenya Tahun 2004

Kasus Keracunan Tepung Maizena Kenya paling Menggemparkan di Dunia

Musibah tragis terjadi di Kenya pada Mei 2004 lalu, yakni ketika banyak para warganya teracuni oleh tepung maizena yang mengandung alfatoxin. Alfatoxin sendiri merupakan karsinogen yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus, yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Akibat peristiwa keracunan makanan ini sebanyak 317 orang mengalami kegagalan fungsi hati dan 125 jiwa melayang. Kejadian serupa kemudian terulang di Kenya, yakni pada 2010 tidak kurang dari 2.3 juta karung berisi jagung harus dibuang percuma akibat penyimpanan yang tidak benar.

Racun A. flavus sendiri terbentuk akibat tingginya tingkat kelembaban di gudang penyimpanan jagung, sehingga jamur berbahaya tersebut tumbuh subur di atas permukaan jagung yang akan diolah menjadi tepung. Padahal prosedur standar penyimpanan mewajibkan kondisi gudang harus berada dalam keadaan kering dan hangat.

Namun untuk mengatasi fenomena tumbuhnya jamur tersebut, para ilmuwan memiliki cara yang mudah, alami dan sederhana. Mereka menggunakan bioteknologi, dalam hal ini mereka menyebarkan A. Flavus jinak ke gudang yang terinfeksi oleh A. Flavusyang masih liar. Akibatnya terjadi percampuran genetik diantara keduanya yang melemah jamur berbahaya. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, Serba - SerbiTags:
Jayabet