4 Sniper Wanita Mematikan Terhebat Paling Terbaik di Dunia

klg asli

berhasil
Sniper penembak jitu wanita perempuan paling terhebat terbaik mematikan di dunia

Sniper penembak jitu Perempuan Cantik Terbaik di Dunia - Sniper atau penembak jitu di angkatan bersenjata di dunia, rupanya tak hanya digeluti kaum Adam. Meski tidak banyak, kaum Hawa juga ini juga ada yang menjadi sniper dengan berbagai alasan, bahkan sejak Perang Dunia I.

Berikut ini Daftar empat sniper penembak jitu perempuan cantik terhebat dan terbaik di dunia saat ini, Siapa saja mereka? Simak selengkapnya di bawah ini: (wartainfo.com)

1. Denis Sipan, Sniper Wanita Kurdi melawan ISIS

Foto Picture Denis Sipan Sniper Penembak Perempuan Kurdi terbaik dan terhebat

Sudah beberapa bulan lamanya Denis Sipan berada di garis depan medan pertempuran. Perempuan muda itu meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang guru sekolah dasar di Kurdi dan memilih bertarung di Kobane, Suriah sebagai sniper. Ia bergabung dengan milisi Kurdi atau dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat (YPG), kelompok pembela tiga kelompok kecil Kurdi di utara Suriah.

Para militan Kurdi tersebut selama setahun ini memerangi ISIS, kelompok jihad garis keras yang ingin menciptakan negara Islam di seluruh wilayah Irak dan Suriah.

"Jika kami tidak melakukannya, seluruh tempat akan penuh ISIS dan mereka akan menghancurkan segalanya," kata Denis kepada CBS News, 5 Februari lalu.

Denis dan YPG dalam beberapa minggu terakhir berhasil merebut kembali 50 desa di wilayah Kobane. Padahal perlengkapan tempur mereka sangat terbatas. Denis pun harus berbagi senapan dengan anggota milisi setiap kali akan beraksi. Ia bertempur bersama-sama relawan lokal, kelompok yang terdiri dari petani gandum, ibu rumah tangga dan pemilik toko, dengan menggunakan senjata yang mereka beli di pasar gelap.

Sebelum ISIS berhasil dibungkam, Deni menyatakan tak akan kembali mengajar. Prioritasnya saat ini adalah melindungi diri, teman-teman, dan negaranya. "Aku tak berpikir kembali ke sekolah,” ujarnya. (wartainfo.com)

2. Guevara, Sniper Berhijab Palestina di Perang Suriah

Foto gambar Guevara Sniper wanita berjilbab terbaik Palastina di Suriah

Guevara menjadi sniper setelah anak lelaki (7 tahun), dan perempuannya (10) tewas oleh serangan udara pesawat tempur rezim Bashar al-Assad. Sejak itu, ia berhenti mengajar bahasa Inggris dan memilih ke medan pertempuran. Senapan FN Belgia menjadi andalannya untuk melumpuhkan tentara pendukung rezim pemerintahan Assad.

"Aku menyukai peperangan. Ketika menyaksikan salah satu temanku di katiba (divisi pemberontak) tewas, aku merasa harus memegang senjata dan membalas dendam," ujar wanita berusia 36 tahun itu kepada Ruth Sherlock di harian The Telegraph terbitan 4 Februari 2013.

Meskipun sedang perang, Guevara selalu tampak rapi - alis yang sempurna, perona pipi, dan sedikit penegas garis mata. Sepatu bot kulit kecil dengan tumit, dan gelang emas memperlihatkan sisi femininnya. Kaum pria yang memanggul senjata melawan pemerintah amat menghormatinya.

Tidak mudah untuk menjadi seorang sniper. Selain harus cepat, cermat dan cerdas untuk tidak membiarkan musuh menembak terlebih dahulu, "Juga perlu bersabar. Saya (pernah) menunggu berjam-jam pada suatu waktu," ujarnya.

Melalui lubang kecil di tempat persembunyian, Guevara melihat tentara pemerintah kurang dari 700 meter di seberang jalan, berbaur di antara warga sipil yang bergerak cepat, mencoba untuk melanjutkan kehidupan mereka meskipun perang.

Perempuan asal Palestina yang pernah kuliah di Aleppo University itu mahir menggunakan pistol dan beroperasi dalam perang setelah mengikuti kamp pelatihan militer di Lebanon yang dijalankan oleh faksi militan Palestina Hamas.

Guevara meninggalkan suami pertamanya karena dianggap tidak cukup 'revolusioner'. Ia menikah lagi dengan komandan brigade milisi. Semula, sang suami pun menolak untuk mengizinkan Guevara bertempur di garis depan. Izin didapat setelah ia mengancam akan meninggalkannya. “Aku punya kekuatan untuk memegang senjata, jadi mengapa aku tidak boleh bertempur?" Suaminya pun takluk dan mengajarinya seni menembak jitu. (wartainfo.com)

3. Roza Shanina, Penembak jitu perempuan Legendaris Rusia

Foto gambar Roza Shanina Sniper Perempuan Rusia Terhebat terbaik di dunia sepanjang Masa

Di dunia militer, Roza Shanina, 19 tahun, dikenal sebagai sniper perempuan pertama. Gadis Rusia itu terjun ke medan perang setelah saudara lelakinya tewas oleh tentara Jerman pada 1941. Salah satu kisah Shanina yang melegenda adalah kemampuannya menembak dua target bergerak dalam satu tarikan pelatuk senapan.

Catatan harian Shanina yang banyak menginspirasi para sniper perempuan Rusia di era berikutnya dipublikasikan secara luas pada 1965. Shania meraih penghargaan “Order of Glory”. 

4. Lyudmila Pavlichenko, Sniper Wanita Rusia

Foto gambar Lyudmila Pavlichenko Sniper penembak jitu terbaik legendaris Wanita Rusia

Selama Perang Dunia I dan II, Rusia diketahui paling banyak menggembleng warganya nan cantik, cerdas, tapi punya naluri membunuh tinggi sebagai penembak jitu atau sniper. Penembak jitu perempuan yang paling legendaris adalah Lyudmila Pavlichenko. Dia lahir di Belaya Tserkov, wilayah Ukraina pada 12 Juli 1916. Mahasiswi jurusan Sejarah Universitas Kiev ini ikut terjun dalam perang Dunia II saat Jerman menyerang Russia.

Pavlichenko yang tomboy sebetulnya melamar untuk menjadi perawat di divisi Infanteri. Tapi di tengah jalan ia dipindahkan ke divisi sniper. Dia bergabung dengan 2000 perempuan lainnya yang akan dilatih menjadi sniper.

Prestasinya melumpuhkan lawan mengalahkan legendaris sniper Rusia Vasily Zaytsev. Pavlichenko telah membunuh 309 prajurit Jerman, termasuk 36 Sniper tentara jerman. Sementara Vasily Zaytsev cuma membunuh 148 tentara Nazi. Pavlichenko berpulang pada 10 Oktober 1974 dalam usia 58 tahun. (wartainfo.com)

» Daftar 10 Sniper Terhebat Terbaik paling Mematikan di Dunia Sepanjang Masa
» Cerita Kehebatan Tatang Koswara Sniper Penembak Jitu  Indonesia Terbaik di Dunia 
» 5 Fakta Senjata Sniper Canggih SPR 2 Kopassus Buatan Pindad 

Category: Militer, Serba - SerbiTags:
Jayabet