7 Mitos Mistis Gerhana Matahari, Ibu Hamil Jangan Keluar Rumah?

klg asli

berhasil
Mitos Mistis Gerhana Matahari Total di Berbagai Negara dunia

Mitos Gerhana Matahari di Berbagai Negara Dunia - Secara sains, gerhana matahari terjadi akibat letak bulan sejajar di antara matahari dan bumi. Kondisi ini membuat sehingga cahaya matahari tertutup oleh bulan. Uniknya lagi, gerhana matahari yang berlangsung hari ini bertepatan dengan titik equinox matahari ini juga disebut sebagai salah satu peristiwa astronomi langka.

Setelah 20 Maret 2015, gerhana matahari equinox ini baru akan terjadi kembali pada 20 Maret 2034 mendatang. Peristiwa serupa akan terjadi di 2053 dan 2072 mendatang. Tak heran jika gerhana matahari total ini hanya bisa diamati di wilayah Atlantik Utara hingga laut Artik, utamanya ujung selatan Greenland hingga Islandia serta Inggris.

Sebelum era modern, gerhana matahari dan bulan sudah menjadi pusat perhatian manusia di penjuru dunia. Berbagai suku bangsa telah mendefinisikan gerhana matahari, namun banyak di antaranya menjadi mitos. Berikut 7 mitos mistis Gerhana matahari di berbagai Negara Belahan Dunia yang dilansir oleh berbagai sumber: (wartainfo.com)

1. Mitos di era China kuno, Matahari dimakan naga

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di Jaman China Kuno

Pada era China kuno, gerhana matahari dihubungkan dengan peristiwa mitos, di mana seekor naga tengah berupaya melahap matahari. Kepercayaan ini berlangsung 4.000 tahun lalu. Ketika itu, dataran China tengah disinggahi gerhana yang berlangsung pada 22 Oktober 2134 SM lalu. Untuk menakuti naga ini, warga membunyikan suara-suara keras seperti petasan.

Tak hanya itu, para prajurit China kuno ikut dikerahkan untuk menembakkan meriam ke arah matahari. Tindakan ini dilakukan agar matahari kembali bersinar lagi. Tradisi yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu ini masih berlangsung sampai sekarang. Warga China selalu membunyikan petasan setiap terjadinya gerhana, namun kepercayaan naga yang memakan matahari perlahan mulai memudar. (wartainfo.com)

2. Mitos Mesir Kuno, Dewa matahari bertarung melawan ular

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di Jaman Mesir Kuno

Lain halnya dengan bangsa Mesir kuno, dalam mitologi mereka matahari merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Nama dewa yang dianggap sebagai penjaga matahari dinamakan Ra. Dewa ini digambarkan sebagai sosok manusia berkepala elang. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ra selalu kembali dari perjalanannya setiap malam dengan melalui jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya bagi jiwa yang telah mari. Dalam mitos ini, Ra disebut-sebut melintasi langit sebagai perjalanan yang berbahaya.

Bahaya ini ditimbulkan dari sosok dewa ular laut bernama Apep. Rakyat Mesir percaya, Apep selalu berusaha menghalangi perjalanan Ra. Dengan demikian, jika terjadi gerhana matahari maka sedang terjadi pertarungan antara Ra dengan Apep, namun Ra selalu berhasil lolos diri dan kembali memancarkan sinarnya.

3. Mitos di Jepang, Gerhana pembawa racun

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di berbagai negara

Jika di beberapa negara kuno mengaitkan gerhana dengan kondisi berbahaya, lain lagi dengan kepercayaan masyarakat Jepang. Mereka memercayai gerhana membawa racun yang dapat menyebabkan air dan sumber-sumber kehidupan manusia di bumi berbahaya jika dikonsumsi.

Masyarakat Jepang dulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah atau pagebluk yang sangat berbahaya. Sehingga, jika gerhana matahari terjadi, orang Jepang percaya sedang ada racun yang sedang ditebarkan.

Matahari yang tertutup dan membuat gelap sesaat itu diyakini sebagai racun yang disebar. Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka. (wartainfo.com)

4. Mitos di India, Matahari dimakan setan

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di berbagai negara Dunia

Mitos gerhana matahari juga terjadi di India. Namun bedanya, kejadian ini berlangsung di era modern, ketika gerhana mata hari dirasakan warga India pada 28 Juli 2009 lalu. Saat itu, para peramal India memprediksikan, kekerasan dan kekacauan akan melanda seluruh dunia karena kepercayaan tahayul mereka sebagai akibat dari gerhana matahari total.

Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu yang diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil disarankan tetap berada dalam rumah selama gerhana berlangsung untuk menghindari bayi mereka terlahir tak cacat. Doa-doa, puasa dan mandi ritual dianjurkan untuk dilakukan di sungai-sungai suci. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana tersebut.

5. Mitos di Jawa Indonesia, Matahari dimakan Batara Kala

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di Jawa Indonesia

Dalam mitos Jawa, fenomena ini terjadi saat raksasa Batara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang Surya atau dewa matahari. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gerhana.

Di masyarakat Jawa, ketika fenomena gerhana matahari terjadi maka wanita hamil harus masuk rumah. Anak-anak kecil diharuskan masuk rumah untuk menghindari murka Betara Kala. Di beberapa wilayah di Jawa, mitos ini masih dipegang teguh. (wartainfo.com)

6. Mitos Norse Kuno, Matahari Dikejar Serigala

MIsteri Mitos Mistis Gerhana Matahari di belahan negara dunia

Dalam legenda Norse kuno, Dewi Matahari, Sol berkelana melintasi langit. Sol berlari sementara serigala Skoll yang berniat memakannya terus mengejar. Gerhana Matahari merupakan tanda bahwa Skoll telah berada sangat dekat dengan Sol.

Orang-orang Norse kuno percaya bahwa suatu hari Matahari akan berhasil dimakan. Mitologi tersebut meramalkan tentang Ragnarok, keadaan ketika Dewa akan mati dan Bumi akan dihantam gelombang besar. Kiamat ini akan membuat Bumi kembali bersih dan dibangun ulang oleh sepasang manusia yang selamat.

7. Mitos Gerhana untuk Ibu Hamil

Mitos Mistis Gerhana Matahari Untuk Buat Pada Ibu Hamil

Dalam takhayul modern dipercaya jika gerhana bulan maupun matahari bisa menyebabkan bahaya pada wanita hamil dan anak yang belum lahir. Mitos ini menyebutkan jika Ibu hamil tak boleh keluar rumah ketika gerhana agar bayinya tak lahir cacat; ibu hamil tak boleh menggunakan pisau untuk memotong apapun saat terjadi gerhana atau anaknya akan lahir dengan bibir sumbing; atau ibu hamil yang menyentuh perutnya ketika gerhana sedang berlangsung akan melahirkan bayi dengan tanda lahir. Mitos seperti itu sebenarnya datang dari mana sih?

Mitos dan takhayul tentang ibu hamil dan gerhana itu dahulunya berasal dari India. Saat itu para wanita berusaha agar tak melahirkan saat gerhana karena ada kepercayaan bahwa anaknya nanti akan mengalami kesulitan hidup jika lahir tepat saat gerhana terjadi. Namun efek gerhana bisa ditangkal dengan bahan-bahan metal yang diletakkan di celana dalam, Konyol bukan?

Di kalangan medis, keinginan untuk mempercepat atau menunda kelahiran untuk menghindari gerhana itulah yang justru berbahaya bagi ibu dan juga bayinya. Belum ada bukti yang pasti yang membuktikan bahwa gerhana memiliki dampak fisik pada tubuh manusia.

Meskipun memang tak ada bukti ilmiah kenapa ibu hamil tak boleh keluar rumah melihat gerhana bulan ataupun matahari, namun mitos tersebut masih saja dipercaya oleh masyarakat di hampir seluruh belahan dunia. (wartainfo.com)

ยป 5 Mitos Mistis Gerhana Bulan Purnama Merah Darah di Belahan Dunia

Category: Misteri Mistis MitosTags:
Jayabet