Sandal Bertuliskan Lafadz Allah di Jawa Timur Bikin Heboh!

Sementara Long Hwa, anak almarhum pemilik PT Pradipta Perkasa Makmur (PPM) mengatakan, telah memproduksi ratusan ribu sandal Glacio G-2079, dengan bagian telapak berlafaz Allah sejak setahun lalu.

Bahkan dia mengaku telah memasarkan produknya ke seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

Foto Pictures Sandal Bertuliskan Berlafadz Lafal Allah

Menurut Long Hwa, sejak membuat sandal seharga Rp 10 ribu per pasang itu, PT PPM tidak pernah mendapat keluhan. Baru pada tahun ini diketahui kalau alas kaki produksinya itu bermasalah. Sandal ini, lanjut dia, dicetak menggunakan matras dipesan PT PPM dari China.

"Sebelumnya kami tidak tahu. Ini bukan karena kesengajaan, tapi karena ketidaktahuan kami. Untuk itu, melalui PWNU Jatim ini, saya selaku anak pemilik perusahaan meminta maaf pada masyarakat, khususnya umat Islam," kata Long Hwa usai proses pemusnahan 10 ribu pasang sandal di Kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar Surabaya.

Long Hwa mengatakan, selama memproduksi sandal-sandal berlafadz Allah dengan berbagai ukuran dan warna itu, pihaknya tidak hanya memasarkannya di Jawa Timur saja. Namun juga di pasar-pasar seluruh Tanah Air.

"Memang paling banyak di Jatim, karena perusahaan kami berada di Gresik, Jalan Wringin Anom," ucap Long Hwa.

"Untuk itu, melalui PWNU Jatim ini, kami selaku pemilik perusahaan meminta maaf pada saudara-saudara saya umat Islam atas ketidaktahuan kami ini," imbuh dia.

Karena sudah terlanjur beredar di pasaran, Long Hwa juga mengimbau kepada konsumennya yang terlanjur membeli sandal merek Glacio G-2079, segera mengembalikannya ke perusahaan atau ke toko-toko tempat mereka membeli. Kemudian, sandal-sandal itu ditarik dan dimusnahkan.

"Bagi masyarakat yang sudah terlanjur membelinya, bisa mengembalikannya kepada kami atau toko-toko tempat penjualan sandal kami itu. Kita akan mengganti yang baru atau mengembalikan uangnya," janji Long Hwa.

Selain itu, melalui kuasa hukumnya Ilham, Hwa menjelaskan produksi sandal ini berbeda dengan sandal merek Nike, perusahaan asal Amerika Serikat, meski sama-sama menggunakan motif kaligrafi Allah.

"Ini (sandal merek Glacio G-2079) beda. Bahannya diambil dari China. Jadi tidak sama dengan sandal merek Nike," kata Ilham.

Untuk diketahui, sejak 2014 lalu PT Pradipta Perkasa Makmur mencetak sekitar 12 ribu pasang sandal bermotif lafaz Allah. Di bulan Desember tahun yang sama, 6 ribu sandal kembali dicetak. Maret 2015, 7.420 sandal kembali dijual di pasaran. Selanjutnya April dan Juli, 24 ribu sandal kembali diproduksi, dan semuanya bermotif lafaz Allah.

Adapun sasaran lokasi yang didistribusikan oleh PT yang bersangkutan yaitu, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Malang, Situbondo, Jember, Bondowoso , Tulungagung, Mataram, Ujungpandang, Samarinda, Manado, Medan, Palembang, Lampung, Banjarmasin, Bandung dan Bekasi. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa