5 Cerita Sedih Paling Mengharukan Anak Kecil Merawat Orang Tuanya

4. Shangguan Xi Mu, Bocah 10 tahun antar nenek berobat sejauh 965 kilometer

Foto Kisah Menyedihkan Shangguan Xi Mu Anak Bocah yang Antar Nenek Berobat

Seorang anak berumur 10 tahun di China harus menempuh perjalanan selama sebulan untuk mengantar neneknya berobat ke rumah sakit. Anak bernama Shangguan Xi Mu ini harus menempuh perjalanan sejauh 600 mil atau setara 965 Km dari tempat tinggal mereka di Zhangcun Town, Weihai menuju Jinan, sebuah provinsi Shandong, China Timur.

Shangguan melakukan perjalanan ini demi merawat sang nenek bernama Shen (62) yang tengah menderita stroke. Demi baktinya tersebut, Shangguan juga sampai harus berhenti sekolah.

Perjuangan Shangguan tak berhenti sampai di situ. Selama dua tahun, dia juga harus mengumpulkan botol plastik untuk membayar biaya pengobatan neneknya.

"Saya tidak memiliki siapa pun lagi di dunia ini selain nenek saya, saya harus melakukan apapun yang saya bisa demi nenek saya," ungkap sang bocah sepuluh tahun tersebut, seperti dilansir surat kabar Daily Mirror, Rabu (25/3).

Akibat penyakit ini, sang nenek menderita kelumpuhan dan tidak punya uang untuk berobat. Kondisi Shen dan cucunya membuat para tetangga iba dan membantunya membiayai pengobatan.

Diketahui, Ibu sang cucu pergi meninggalkannya saat dia masih berumur dua tahun dan ayahnya meninggal karena serangan jantung tiga tahun kemudian. Sejak saat itu Shanggun Xi Mu dirawat oleh sang nenek.

5. Ou Tongming, Bocah tujuh tahun sendirian rawat ayahnya yang lumpuh

Foto Kisah Sedih Mengharukan Ou Tongming Anak Bocah China Merawat Ayahnya yang Lumpuh

Ou Tongming, lelaki 37 tahun asal China, lumpuh setelah dia jatuh dari sebuah gedung pada 2013 ketika bekerja sebagai kuli bangunan.

Kejadian itu sungguh memukul keluarga miskin Tongming yang tinggal di Desa Wangpu, Provinsi Guizhou. Setelah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan, istri Tongming meninggalkan dia sambil membawa putri mereka berusia tiga tahun dan hanya meninggalkan putra mereka, Ou Yangling, tujuh tahun, buat merawat sang ayah.

Kini sudah lebih dari setahun Yanglin harus bangun jam 6.00 pagi untuk menyuapi makan ayahnya sebelum berangkat ke sekolah. Dia juga belajar memasak nasi sendiri dan belanja sayuran di pasar untuk dimasak. Saat istirahat siang di sekolah dia bergegas pulang untuk memberi makan siang buat ayahnya, seperti dilansir wartainfo.com dari koran the Daily Mail, Selasa (3/11).

Tongming mengatakan dia hampir saja putus asa dan ingin bunuh diri melihat betapa dia menjadi beban bagi putranya yang masih berusia tujuh tahun.

"Saya tidak tega meninggalkan dia menjadi yatim," kata Tongming kepada media lokal, seperti dikutip Shanghaiist.

Yanglin yang baru saja duduk di bangku kelas 1 SD harus berjuang mengumpulkan sampah di jalanan untuk dijual kembali. Sebagai pemulung cilik dia bisa mendapat Rp 42 ribu dalam sehari. Di samping itu ada uang santunan sebesar Rp 640 ribu bagi para penderita difabel seperti Tongming. Di samping belajar, dia juga tetap harus merawat ayahnya setiap hari.

"Ayah saya butuh obat, tapi saya tak punya uang," ujar Yanglin kepada media lokal.

Dia mengatakan ingin cepat besar supaya bisa mencari uang buat menyembuhkan sakit ayahnya.

"Saya tak bisa hidup tanpa ayah," kata dia.

Kisah Yanglin ini beredar di media sosial China dan mengundang banyak seruan penggalangan dana buat membantu hidupnya dan sang ayah. (wartainfo.com)

Category: Inspirasi, Serba - SerbiTags: