Lucy Maud Montgomery, Penulis Wanita di Google Doodle Hari Ini

Tak salah bila akhirnya Kate mengatakan bila neneknya kemungkinan besar sempat melakukan usaha bunuh diri. Selain itu, saat meninggal dunia, di samping tubuhnya ditemukan sebuah memo yang isinya cukup menakutkan.

"Aku telah kehilangan kesadaranku akibat sihir, dan aku tak berani membayangkan apa yang akan kulakukan dengan sihir-sihir itu. Tuhan, maafkan lah kesalahanku, dan aku harap orang-orang juga akan memaafkanku meski mereka tidak pernah mengerti," tulis Montgomery.

"Hidupku saat ini sangat sulit untuk dihadapi, dan tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Sebuah akhir yang buruk untuk hidup ini, yang setiap detiknya aku selalu mencoba melakukan yang terbaik," tutup Montgomery.

Novelnya buat jutaan orang datang ke Kanada

Lucy Maud Montgomery Photo Pictures

Novel anak-anak "Anne of Green Gables" dibuat dengan setting pula Pangeran Edward di Kanada. Dan sejak novel itu booming sampai saat ini, fans novel seri berduyun-duyun datang untuk melihat langsung tepat tinggal karakter 'Anne Shirley' yang ada di pulau kecil itu.

Di tahun 2010 lalu misalnya, sekitar 140.000 turis dari seluruh dunia datang ke situs Green Gables National Historic Site di Pulau Pangeran Edward. Per tahunnya, kedatangan turis membuat Kanada untung USD 347 juta.

3 Google Doodle untuk wanita Kanada pertama yang bergabung dengan Royal Society Atrs

Perlu diketahui, Lucy Maud Montgomery adalah wanita pertama yang berhasil bergabung dengan Royal Society Arts, perkumpulan penulis terhebat dalam sejarah. Bahkan sosok Montgomery dan novel "Anne of Green Gables" mendapat pujian dari Mark Twain.

Penulis buku "The Adventure of Tom Sawyer" itu menyebut novel "Anne of Green Gables" adalah buku anak terhebat setelah "Alice in Wonderland".

Untuk menghormati novel ini dan memperingati ultah ke-141 Montgomery, Google membuat tiga doodle animasi sekaligus yang memperlihatkan adegan dari novel "Anne of Green Gables". (wartainfo.com)

Category: internet, TeknologiTags: