6 Jenis Kalender “Penanggalan” yang Ada di Indonesia

3. Kalender Jawa

Foto gambar Kalender Jawa Macam Jenis Penanggalan yang Ada berlaku di Indonesia

Kalender Jawa juga banyak digunakan oleh orang-orang Indonesia, khusunya Suku Jawa. Kalender Jawa merupakan kalender yang rumit, sebab perhitungannya menggunakan dua siklus, yakni siklus mingguan sebagaiamana kita kenal pada umumnya dan siklus pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Kalender Jawa diyakini merupakan perpaduan antara budaya Islam, Hindu-Buddha Jawa, dan budaya Barat.

Dikuitip dari wikipedia, pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka.

Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa. (wartainfo.com)

4. Kalender Sunda

Foto gambar Kalender Sunda Penanggalan yang Ada berlaku di Indonesia

Kalender Sunda sebenarnya mirip dengan kalender Masehi. Bedanya, kalender Sunda mempunyai nama-nama hari, minggu, dan bulan yang berbeda.

Misalnya, urutan bulan menurut kalender Sunda yaitu, Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, dan Asuji. Jumlah hari dan minggu juga sama, sedangkan untuk jumlah bulan ada yang 29 dan 30 hari sebagaiaman kalender Masehi.

Category: Serba - Serbi