Kronologi Fakta Tewasnya Allya Siska Nadya Setelah Terapi Chiropratic

3. Dokter di Klinik Ini Diduga kuat tak berizin

Foto Klinik Terapi Chiropratic di Jakarta di Tutup Polisi

Di klinik tersebut mayoritas dokter dari luar negeri. Untuk meyakinkan pasien, tak tanggung-tanggung gelar yang dipakai cukup meyakinkan.

"Dugaan kami sepertinya dia ini tidak punya izin. Kedua dari kartu namanya yang memakai Dr (Doktor) karena nggak sembarangan pakai Dr apalagi dia dari luar negeri," kata pengacara keluarga, Rosita.

Setelah kasus ini terkuak, klinik tutup dan dokter mendadak menghilang. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan.

Kasus ini langsung ditangani Kemenkes dan Imigrasi untuk mengetahui izin praktik dan tinggal para dokter yang berkewarganegaraan asing.

"Tapi karena ada orang asingnya dia mesti ke Kemenkes. Terhadap tempatnya ke Dinkes," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemrov DKI Jakarta Kusmedi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/1).

4. Klinik Chiropractic tersebar di tujuh mal besar di Jakarta

Kronologi Tewasnya Allya Siska Nadya Putri Mantan Pejabat PLN Setelah Terapi Chiropratic d Klinik

Klinik Chiropractic First memiliki 10 lokasi praktik di Jakarta. Seluruhnya diketahui tidak memiliki izin. Kadinas DKI, Kusnadi, menambahkan, dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur menginstruksikan agar 10 tempat praktik itu disegel.

"Ada 10 titik yang punya dia. Siang ini kita mau tutup yang di Gatot Subroto menurut informasi pusatnya di situ. Jadi yang punya siapa juga saya enggak tahu sampai sekarang. Saya cuma tahu yang punya orang Singapura," ujarnya.

Dari penelusuran polisi, meski tak berizin klinik tersebut memiliki 6 cabang lainnya di sejumlah mal, selain di Mal Pondok Indah:

  • FX Senayan
  • Grand Indonesia
  • Emperium Pluit
  • Taman Anggrek
  • Kota Casablanca
  • Kelapa Gading

5. Lokasi klinik Chiropractic diberi garis polisi

Foto Klinik Terapi Chiropratic yang Menyebabkan Tewasnya Allya Siska Nadya Putri Mantan Pejabat PLN

Polisi akhirnya memasang garis polisi di Klinik Chiropratic First, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Keberadaan klinik ini menjadi heboh setelah kliennya, Allya Siska Nadya (33), diduga mengalami malpraktek etelah mengikuti terapi di klinik tersebut beberapa jam sebelum meninggal dunia.

Pemasangan garis polisi ini dilakukan Kasubdit Renakta AKBP Suparmo. "Pemasangan police line dengan adanya korban Allya Siska berobat atau terapi lalu selama dua kali ini korban terjadi benjolan dan malam dibawa ke RS Pondok Indah dan meninggal," ujarnya ketika memimpin dan melakukan pemasangan garis polisi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Pemasangan garis polisi ini, kata Suparmo, karena diduga klinik tersebut tidak memiliki izin. "Tempat ini sementara Dinas Kesehatan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tidak ada izin," katanya.

"Kalau ini tidak ada izin, kemungkinan untuk tempat-tempat yang lain seperti ini kemungkinan tidak memiliki izin. Tapi kami tidak sembarangan segel, kita lakukan penyelidikan dahulu baru disegel," tambahnya. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags: