5 Eksperimen Gila Ilmuwan untuk Hidupkan Orang Mati yang Kontroversial

3. Teknik Pembekuan Mayat (Cryonic)

Foto Gambar Teknik Pembekuan Mayat Cryonic Percobaan Paling Gila Ilmuwan Hidupkan Orang Mati

Teknik pembekuan mayat atau Cryonic telah lama menjadi perdebatan. Meski diklaim bisa mengawetkan mayat, belum ada yang sampai bisa menghidupkan kembali.

Robert Ettinger mengemukakan ide gilanya mengawetkan mayat dan menghidupkannya kembali. Setelah melakukan berbagai modifikasi, pada 1977 ia melakukan uji coba pada ibunya yang meninggal. Setelah dibiarkan dan dicek, sel-sel mayat tampak masih sempurna.

Sayang, sebelum ia berhasil menyempurnakan kajiannya, ia keburu meninggal. Ia mewasiatkan agar jenazahnya dibekukan. Ia meminta keluarganya menghidupkan dirinya kembali saat teknologi sudah mumpuni.

4. Teknologi kloning dan kecerdasan buatan

Foto Gambar Teknologi kloning kecerdasan buatan Eksperimen Gila Hidupkan Orang Mati

Humai, perusahaan di Australia mengklaim teknologi yang mereka ciptakan memungkinkan seseorang yang telah meninggal dapat hidup kembali. Josh Bocanegra memaparkan kalau awalnya data dari seorang manusia akan disimpan dalam teknologi kecerdasan buatan.

Selanjutnya, data tersebut disimpan dan dikodekan menjadi sebuah sensor. Nantinya, sensor tersebut akan dimasukkan ke dalam tubuh buatan.

Untuk bagian otak, Josh berencana menggunakan teknologi kloning. Caranya, otak manusia yang telah meninggal akan dibekukan dengan Cryonic. Setelah perkembangan otak sempurna, otak dimasukkan ke dalam tubuh buatan. Nanoteknologi juga akan dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan sel-sel otak.

5. Mengawetkan otak manusia

Foto Gambar Mengawetkan Otak Manusia Eksperimen Gila Hidupkan Orang Mati

Ken Hayworth, seorang ilmuwan neurosains mengadakan sayembara berhadiah miliaran rupiah. Tantangannya, siapa yang berhasil menemukan metode pengawetan otak, akan memperoleh uang tersebut.

Dalam ajang tersebut, hanya ada dua kompetitor yang menonjol. Yang pertama Shawn Mikula. Peneliti dari Max Planck Institue of Medical Research di Jerman ini berargumen menggunakan reaksi kimia yang telah diuji coba pada otak tikus.

Yang kedua, dari perusahaan 21th Century Medicine yang berbasis di Fontana, California. Mereka menggunakan pendekatan cryoperservation untuk mengawetkan otak kelinci. Caranya dengan menginfus otak dengan bahan diksasif dan merendamnya dengan bahan kimia anti-pembekuan. (wartainfo.com)

Category: Serba - Serbi