5 Tradisi Paling Unik di Indonesia Saat Gerhana Matahari Total

3. Tradisi Dolo-Dolo di Ternate

Foto Pukul Kentongan dolo-dolo di Ternate Tradisi Unik di Indonesia Saat Gerhana Matahari

Tradisi dolo-dolo adalah memukul kentongan dari bambu secara bersama-sama. Saat gerhana, kentongan dipukul hingga matahari kembali terang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Anas Konoras menjelaskan, tradisi ini berakar dari kepercayaan masyarakat di Maluku Utara bahwa gerhana terjadi akibat ditelannya matahari oleh seekor naga sehingga bumi menjadi gelap.

Dolo-dolo sebenarnya sarana mengumpulkan orang banyak untuk berbagai tujuan. Namun saat gerhana, dolo-dolo juga dijalankan. Selain membunyikan kentongan masyarakat juga memukul tifa dan peralatan dapur agar muncul suara bising demi menghentikan naga memakan matahari.

4. Pukul Kaleng dan Seng di Timor

Foto Gambar Tradisi Pukul Kaleng dan Seng Saat Gerhana Matahari di Indonesia

Tradisi menyambut gerhana dengan memukul benda-benda agar menimbulkan suara nyaring juga ada di Nusa Tenggara Timur. Penduduk Pulau Timor akan memukul kaleng atau seng bekas.

Suara nyaring yang ditimbulkan itu dipercaya bisa membuat gerhana cepat berlalu. Kebiasaan memukul seng dan kaleng ini juga dilakukan saat gerhana bulan.

5. Memukul Tempurung Kelapa di Jailolo

Tradisi Unik Pukul Batok Tempurung Kelapa di Jailolo Saat Gerhana Matahari di Indonesia

Memukulkan tempurung kelapa menjadi tradisi menyambut gerhana matahari di Jailolo, Halmahera, Maluku Utara. Cara turun-temurun ini juga dilakukan ketika terjadi gerhana bulan.

Selain tempurung kelapa, masyarakat Jailolo juga keluar dari rumah saat gerhana. Mereka membawa barang-barang dari dalam rumah yang jika dipukul bisa menimbulkan suara bising seperti ember dan panci.

Pada 9 Maret 2016, masyarakat lokal dan turis akan beramai-ramai memukul tempurung kelapa saat gerhana matahari total melintasi daerah ini. (wartainfo.com)

Category: Serba - Serbi, Tradisi BudayaTags: