5 Kisah Sedih Pengorbanan Seorang Ayah Kepada Anaknya yang Mengharukan

2. Kisah Seorang Ayah di China Rela Jadi Sasak Tinju Manusia Demi Pengobatan Anak

Foto Kisah Cerita Xia jun Guo Guo Pengorbanan Cinta Ayah Untuk Kepada Anaknya

Xia jun asal Provinsi Sichuan memiliki putra bernama Guo Guo masih usia dua tahun namun divonis menderita leukemia. Dia akhirnya dirujuk ke rumah sakit lebih besar dan lengkap di Ibu Kota Beijing. Tiga dokter mereka temui sama-sama menyarankan agar si bocah operasi transplantasi sumsum tulang belakang dan biayanya mencapai 1,4 miliar, demikian dilansir situs shanghaiist.com beberapa waktu lalu.

Jun menjual seluruh harta bendanya, dia juga meminjam sejumlah uang hingga akhirnya cukup bagi Guo melakukan operasi. Namun ada masalah lain. Dokter mengatakan setelah dilakukan transplantasi tubuh bocah cilik itu bakal mengalami penolakan, infeksi, dan kambuh penyakit. Masa kritis ini bakal dilalui hingga 2,5 tahun.

"Tahun pertama amat menentukan. Pengobatan selanjutnya sekitar Rp 800 juta," ujar dokter Wang Jingbo yang merawat Guo.

Bingung cari uang akhirnya Jun nekat jadi karung tinju di sebuah jalan Beijing sambil menaruh kotak sumbangan. Dia memakai busana putih bertuliskan 'Sasak manusia, satu pukulan Rp 20 ribu'. Dia mempersilakan tiap orang menghajarnya.

Cara Jun ini justru menyentuh hati warga Beijing. Banyak orang memberi sumbangan padanya bahkan menengok Guo di rumah sakit. Beberapa dari mereka malah bersedia membiayai pelbagai kebutuhan Guo hingga dewasa.

"Masih banyak orang baik," ujar Jun. (wartainfo.com)

3. Tiga Anaknya Doyan Makan, Ayah Miskin di India Hendak Menjual Ginjalnya

Gambat Foto Kisah Cerita Nyata Pengorbanan Seorang Ayah Kepada Anaknya Paling Mengharukan di Dunia

Sebuah keluarga miskin di India mempunyai tiga orang anak kecil dengan tingkat obesitas yang sangat mengerikan. Anak termuda Harsh (1) berbobot 15 kilogram, Yogita Rameshbai (5) dengan berat 48 kilogram, dan Anisha (3 tahun) seberat 34 kilogram.

Konsumsi yang mereka makan seminggu setara dengan porsi makan dua keluarga dalam satu bulan. Sang ayah, Rameshbai (34) kalang kabut memenuhi porsi makanan monster-monster kecilnya, dia berencana menjual ginjalnya demi mendapatkan uang agar porsi makan anak-anaknya tetap tercukupi.

"Sebenarnya saya cemas akan kondisi anak-anak, pertumbuhan abnormalnya membuat mereka rentan terkena penyakit dan berujung pada kematian," ungkapnya seperti dilansir surat kabar Daily Mail (15/4).

Diketahui, Yogita dan Anisha memakan 18 kue gandum pancake, 1,4 kilogram nasi, 2 mangkuk sup kaldu, 6 bungkus krupuk, 5 bungkus biskuit, 12 pisang dan satu liter susu perharinya. Kondisi seperti ini membuat sang ibu, Pragna Ben (30), menghabiskan seluruh waktunya hanya demi memenuhi rasa lapar anak-anaknya.

"Setiap pagi dimulai dengan membuat 30 kue gandum, menyiapkan 1 kilogram sayur kari pada pagi hari, dan setelahnya melanjutkan memasak di daput untuk menu siang dan malam mereka," ungkapnya.

Mereka mulai marah, berontak, dan tidak terkendali jika merasa kelaparan, atau porsi makan mereka kurang. Sebenarnya mereka mempunyai satu kakak perempuan, Rhavika (6) dengan kondisi normal berbobot 16 kilogram, ia sendiri heran mengapa adik-adiknya mempunyai bobot bak monster.

Pada awal kelahiran Yogita sang ayah mengaku kondisinya sangat lemah dan bobotnya hanya 1,5 kilogram, maka dari itu mereka memberinya makan secara berlebih, dan pada ulang tahunnya yang pertama beratnya meledak hingga 12 kilogram.

Category: Inspirasi, Serba - SerbiTags: