Rahasia Misteri Dalam Laut Segitiga Bermuda Terungkap?

Peristiwa yang paling heboh adalah hilangnya lima pesawat perang milik AS Flight 19 yang membawa torpedo pada Desember 1945 lalu. Pesawat itu tengah menjalani latihan dan terbang di sekitar Bermuda, lalu tiba-tiba hilang dari radar. Tak ada kabar dari pesawat itu.

Pencarian besar-besaran dilakukan, tapi pesawat lenyap tak berbekas. Dugaan sementara, pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh ke lautan. Namun serpihan atau jenazahnya tak pernah benar-benar ditemukan.

Tak hanya Flight 19 saja, berlanjut setelah tahun 1945 itu, sebuah pesawat berpenumpang 32 orang juga lenyap misterius kala melintas di Segitiga Bermuda. Ke mana pesawat-pesawat itu menghilang, masih menjadi misteri.

Bertahun-tahun, spekulasi bermunculan soal fenomena di Segitiga Bermuda. Ada yang mengaitkannya dengan peristiwa alam, fenomena gaib, makhluk misterius, alien hingga pintu kerajaan Iblis. Semua yang mengemukakan teori itu punya argumen dan bukti tersendiri. Namun tak ada yang benar-benar diakui secara global.

Foto Gambar Penampakan Makhluk Monster Hewan di dalam Laut Segitiga Bermuda

Kini, ada kabar baik dari para peneliti di Arctic Unversity Norwegia. Mereka mengklaim ada temuan signifikan tentang fenomena di bawah laut yang kemungkinan bisa berkaitan dengan fenomena di Segitiga Bermuda.

Pakar-pakar di sana menyebut ada beberapa kawah atau kubangan berbentuk mangkuk raksasa di dasar lautan, tepatnya di Laut Barents, Arktik atau di wilayah utara Norwegia dan Rusia. Titik ini cukup jauh dengan wilayah Bermuda, tapi dianggap bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya di Bermuda.

Kawah-kawah di dasar laut tersebut menandakan telah terjadi ledakan besar gas metan. Dalamnya bisa mencapai 150 kaki dan lebar setengah mil. Ledakan bisa dipicu oleh kebocoran minyak dan gas yang terkubur di dasar laut.

Karena temuan kawah-kawah itu, para ilmuwan makin optimis bahwa semburan gas metana-lah yang menyebabkan banyak kapal dan pesawat hilang misterius di kawasan Segitiga Bermuda. Senada dengan temuan itu, peneliti Igor Yelstov dari Institur Trofimuk pun sempat berkomentar pada tahun 2015 silam.

Selama dua tahun terakhir, para peneliti sudah mendokumentasikan kemunculan gas metan ini dari dasar laut di perairan Washington dan Oregon.

Detail soal temuan ini rencananya akan disampaikan pada pertemuan Peneliti Geo Sains Eropa di Wina, Austria, 17-22 April mendatang. Salah satu topik yang dibahas adalah pengaruh ledakan gas metan terhadap perjalanan kapal.

Meski begitu, penelitian ini belum tentu bisa menjawab keseluruhan misteri di Segitiga Bermuda. Guardian melansir, kawah di dasar laut itu tidak akan memberi jawaban soal pesawat-pesawat yang hilang misterius di udara.

Tak hanya itu, kasus hilangnya kapal di Segitiga Bermuda juga tak sepele. Sebab, ada orang-orang yang hilang dari atas kapal, namun bukan seisi kapal. Bagaimana menurut sahabat wartainfo?

Category: Misteri Mistis MitosTags: