Kisah 5 Wanita Legendaris Tercantik di Sepanjang Sejarah Dunia

4. Lady Guinevere, Istri King Arthur

Kisah Legenda Foto Lukisan Guinevere Istri Raja King Arthur Pics Perempuan Zaman Dulu Tercantik Zaman Kerajaan Kuno

Sosok Guinevere digambarkan sebagai wanita berkulit pucat bermata biru dengan wajah yang sendu. Guinevere adalah istri dari Raja Arthur yang konon menguasai Inggris di masa lalu. Sayang hati Guinevere tidak secantik wajahnya. Ia ternyata berselingkuh dengan seorang bawahan Arthur bernama Sir Lancelot.

Dalam sejarah diceritakan, Lancelot lah yang pertama kali jatuh cinta pada Guinevere. Awal-awalnya cinta Lancelot tidak berbalas. Guinevere sadar bahwa ia memiliki seorang suami dan dengan statusnya tersebut, ia tidak bisa membalas cinta dari Lancelot tersebut. Sang Ratu kemudian menjaga jarak dari Lancelot.

Namun, rasa cinta terhadap Lancelot yang sebenarnya ada juga di dalam hati Guinevere tidak bisa ditahan lagi. Mereka berdua akhirnya bersatu dan menjadi sepasang kekasih. Meski harus menjalin hubungan secara diam-diam tanpa diketahui oleh siapapun, keduanya sangat menikmati kebersamaan mereka berdua.

Kisah cinta mereka berdua itu berjalan cukup lama hingga suatu hari mereka kepergok oleh 2 keponakan laki-laki dari raja Arthur. Lancelot bisa melarikan diri pada saat hal tersebut berlangsung, tetapi Guinevere tidak seberuntung itu. Ia ditangkap dan dituduh telah melakukan perzinahan. Raja dan hukum di Negara tersebut kemudian memutuskan bahwa Guinevere harus dibakar.

Mendengar kekasihnya akan dibakar hidup-hidup oleh raja Arthur, Lancelot kemudian mencari cara untuk menyelamatkannya. Di hari hukuman tersebut akan dilaksanakan, Lancelot dengan berani datang ke tempat hukuman tersebut akan dilakukan dan menyelamatkan kekasih hatinya dari api yang akan membunuhnya tersebut.

5. Wang Zhao Jun, Selir Kaisar di Dinasti Yuan

Foto Gambar Lukisan Wang Zhao Jun Perempuan Wanita Istri Selir Kaisar Paling Tercantik di Tiongkok Zaman Dinasti China Kuno

Wang Qiang atau lebih dikenal dengan nama Wang Zhaojun adalah satu wanita paling tercantik Tiongkok di jaman dulu. Kecantikannya dikatakan dapat menjatuhkan angsa-angsa yang sedang terbang. Ia dilahirkan dalam keluarga berada di daerah yang sekarang terletak di kabupaten Xingshan, provinsi Hubei di wilayah selatan kerajaan Han barat.

Dalam perjalanannya ke Xiongnu ia pun terkenal memakai jaket bulu sambil memetik alat musik pipa dan menunggang keledai. Gambaran inilah yang identik dengan Wang Zhaojun.

Pada tahun 38 M, Kaisar Yuan Di mengeluarkan maklumat kekaisaran untuk mengundang gadis-gadis cantik dari seluruh negeri ke istana. Dua tahun kemudian, sekitar tahun 40 Masehi, Wang Zhaojun dipanggil masuk dalam istana untuk melayani kaisar Yuan (Liu Shi) sebagai selir. Selama di istana, Wang Zhaojun tidak pernah sekalipun dikunjungi (dalam arti melayani/berhubungan seksual) oleh kaisar.

Hal ini diceritakan karena kaisar memiliki selir baru yang akan melayaninya dengan cara melihat melalui lukisan wajah yang dibuat oleh seniman Mao Yanshuo. Wang Zhaojun konon tidak bersedia menyuap pelukis istana itu untuk melukisnya dengan cantik, sehingga si pelukis lalu melukisnya dengan jelek. Akibatnya kaisar menyangka bahwa Wang Zhaojun adalah wanita jelek dan tidak memilihnya.

Pada waktu itu terjadi konflik berkepanjangan antara kerajaan Han barat dengan suku Xiongnu (terutama Xiongnu barat). Suatu ketika pemimpin Xiongnu timur yang bersekutu dengan Han, Huhanye, datang ketiga kalinya Chang’an dalam rangka kunjungan penghormatan. Huhanye lalu meminta agar dia bisa menjadi menantu kekaisaran. Permintaannya tidak diluluskan, akan tetapi Huhanye diberikan kompensasi berupa selir-selir kaisar (terutama yang tidak dikunjungi kaisar). Wang Zhaojun adalah salah satu di antara mereka yang diberikan kepada Huhanye.

Dituliskan dalam Hou Han Shu, Wang Zhaojun sendiri secara sukarela mengajukan diri untuk dikirim ke Xiongnu karena dia kecewa menunggu. Lalu, kaisar Yuan yang baru pertama kalinya bertemu dengan Wang Zhaojun tertegun akan kecantikannya dan sangat menyesal bahkan sempat mempertimbangkan kembali keputusan untuk memberikan Wang Zhaojun kepada Huhanye. Namun akhirnya kaisar Yuan merelakan Wang Zhaojun demi persekutuan Han dan Xiongnu.

Pemerintah Tiongkok sekarang mempergunakan Wang Zhaojun sebagai simbol persatuan antara etnis Han dengan etnis minoritas lainnya. (wartainfo.com)

Category: Legenda, Serba - SerbiTags: