5 Cerita Kebiadaban ISIS Terhadap Wanita Budak Seks

4. Gabung ISIS Niat Jihad, Dua Gadis Remaja Cantik Austria ini Malah Dijadikan Budak Pemuas Seks Anggota ISIS dan Dihamili

Foto Pics Samra Kesinovic dan Sabina Selimovic Photo Wanita Cantik ISIS

Foto Samra Kesinovic dan Sabina Selimovic, Wanita Cantik Austria yang Gabung ISIS tapi malah DIhamili dan dijadikan Pemuas Nafsu Seks

Tak sedikit perempuan dari seluruh penjuru bumi ingin bergabung dengan gerakan radikal Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Sempat diberitakan pula, kaum wanita kebanyakan direkrut menjadi budak seks para militan. Entah tahu atau tidak terhadap risiko diperlakukan seperti itu, dua remaja asal Austria ini tetap nekat kabur dari rumah berbekal niat menegakkan khilafah.

Samra Kesinovic (17 tahun) dan Sabina Selimovic (15 tahun), sama-sama belum dewasa, sejak April lalu meninggalkan Kota Wina, menuju Kota Rakka, sebelah utara Suriah.

Belakangan, dua remaja itu menelepon keluarga masing-masing. Mereka mengaku sudah muak, karena setelah gabung ISIS melulu disetubuhi. Dari laporan intelijen Austria, mereka mengaku dipaksa menikahi beberapa pejuang asal Chechnya yang datang membantu ISIS. Dua sahabat ini hamil berbarengan.

"Lewat sambungan telepon kepada keluarganya, mereka mengaku tidak tahan lagi, mereka ingin pulang," kata sumber surat kabar Austria Oesterreich, seperti dilansir the Daily Mail, Sabtu (11/10).

Adapun, pemerintah Austria menolak permohonan pulang ini. Dua gadis itu dianggap sudah tahu risiko bergabung organisasi teror. "Sudah terlambat, mereka sendiri yang dulu pergi dan melepas status kewarganegaraannya," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Austria, Karl-Heinz Grundboeck.

Samra dan Sabina awalnya cuma remaja keturunan muslim Bosnia biasa. Tapi sejak awal 2014, dua sahabat itu sering mendatangi sebuah masjid di Kota Wina. Teman-teman sekolah mengaku melihat keduanya kerap bergaul dengan pemuda keturunan Chechnya.

Anggota keluarga tak disebut namanya membenarkan Samra dan Sabina tertarik dengan ide jihad ala militan di Irak. Setelah minggat dari rumah, mereka meninggalkan catatan kertas: "Jangan cari kami, kami ingin mati di jalan Allah." Mereka bagian dari 130 warga Austria yang sejak awal tahun ini diam-diam jadi anggota ISIS.

Sesampainya di Suriah, Samra dan Sabina diduga jadi humas ISIS. Mereka diminta rekaman video berisi propaganda mengajak muslimah dari pelbagai belahan dunia bergabung. Tapi tugas itu, kata seorang anggota intelijen, tak lama diberikan. Beberapa kali syuting, selebihnya mereka cuma jadi budak seks, berbeda dari anggota pria yang ke medan perang.

"Jejaring sosial kedua gadis itu sudah diambil alih oleh anggota ISIS lainnya dan sepenuhnya dipakai buat merekrut perempuan lain agar mau berangkat ke Suriah," kata salah satu polisi di Wina.

5. ISIS Jual Budak Seks Perempuan Lewat Situs Facebook

Photo Yazidi Iraq Women Girls dijual ISIS For Sale Wanita Perempuan Cantik Dijual Setelah Digilir Diperkosa Anggota ISIS

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menggunakan media sosial Facebook buat menjual budak seks kepada sesama anggota militan.

Temuan dari koran the Washington Post itu makin menambah daftar kekejaman dan kekejian ISIS di mata internasional dan semakin membuat para perempuan tawanan ISIS menderita.

Sebuah foto perempuan berusia 18 tahun diunggah ke Facebook oleh militan ISIS bernama Abu Assad Almani. Almani adalah bahasa Arab untuk Jerman.

"Bagi semua sahabat yang ingin membeli budak, yang ini harganya USD 8000," kata Almani, pada 20 Mei lalu. Beberapa jam kemudian dia juga kembali mengunggah foto seorang perempuan muda dengan wajah pucat dan mata merah seperti habis menangis. Tarif itu setara dengan Rp 109 juta.

"Budak lain, harganya juga USD 8000, minat atau tidak? tulis dia, seperti dilansir Russia Today, Selasa (31/5). Seraya memajang foto itu, Almani membujuk para militan untuk bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Sebagian teman Almani di Facebook mengomentari foto para perempuan itu. Sebagian mempertanyakan harga yang menurut dia kemahalan. Sebagian lagi mengolok-olok Almani yang memajang foto perempuan tanpa jilbab.

"Apa yang membuat harganya semahal itu? Apa dia punya keahlian lain?" tanya seseorang di Facebook."Tidak, pasokan dan permintaan yang membuat harganya sebesar itu," jawab Almani.

Menurut Washington Post, dalam beberapa jam Facebook menghapus foto Almani itu. Tapi peristiwa ini tidak kurang menimbulkan kekhawatiran makin besarnya jaringan budak seks ISIS. Saat ini kemungkinan ada sekitar ratusan perempuan yang ditawan oleh ISIS dan dijadikan budak seks.

Agustus tahun lalu, PBB mendapatkan salinan dokumen berisi daftar harga budak seks ISIS. Para militan itu membuat harga USD 165 bagi anak-anak usia 1-9 tahun, remaja USD 124, dan perempuan di atas 40 tahun USD 41. (wartainfo.com)

Category: Dunia, ISIS, Serba - SerbiTags: