4 Fakta Tewasnya Santoso, Teroris Poso Yang Mati Tertembak

2. Muchtar alias Kahar Anak Buah Santoso Tewas Dengan Kepala Pecah

Foto 2 Mayat Jenazah Abu Wardah alias Santoso dan Muchtar alias Kahar Teroris Poso Yang Tewas Mati Tertembak Dalam Baku Tembak 2016

Foto Kantung Mayat berisi 2 Jenazah terduga teroris Poso Abu Wardah alias Santoso dan Muchtar alias Kahar yang Mati tertembak dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan satu korban tewas akibat baku tembak antara kelompok mujahidin MIT dengan satuan tugas operasi Tinombala di wilayah pegunungan desa Tambarana, selain Santoso dipastikan Mochtar alias Kahar.

"Yang satu lagi itu bukan Basri, diduga namanya Mochtar dari Palu anak buahnya Santoso," ungkap Jenderal Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (19/7).

Sementara Basri berhasil lolos dengan dua perempuan istri Santoso dan Basri. Istri Santoso diketahui bernama Jumiatun Muslimayatun, berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan istri Basri diketahui bernama Nurmi Usman yang juga berasal dari Nusa Tenggara Barat. "Diperkirakan dia yang lari dengan dua orang perempuan lain," tutur dia.

3. Ali Kalora Diduga Kuat Sebagai Penerus Santoso

Foto Ali Kalora Pimpinan Gembong Teroris Poso Penerus Santoso Yang Tewas Mati tertembak

Meski pentolan MIT tersebut tewas tertembak, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai operasi perburuan teroris akan terus berlanjut. Sebab selain Santoso, ada kelompok teroris di bawah kepemimpinan Ali Kalora alias Ali Ahmad yang juga harus diwaspadai.

"Ada Ali Kalora satu lagi, saya mengenal betul jaringan itu dari tahun 2005, saya operasi di sana," jelasnya. Namun, diakui Tito kelompok Ali Kalora tak sekuat kelompok MIT di bawah Santoso dan Basri. Sehingga untuk saat ini situasi Poso dan sekitarnya aman sejenak. "Tidak memiliki kemampuan, kompetensi dan leadership seperti Basri dan Santoso," jelasnya.

"Bisa saja kalau seandainya kita diamkan. Tapi selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro kekerasan di sana tetap kita jalankan," pungkasnya. Diketahui, usai memisahkan diri dengan Santoso, Ali Kalora bersama istrinya memimpin 14 anak buah. (wartainfo.com)

4. Basri, Tangan Kanan Santoso Lolos Saat Baku Tembak

Foto Pimpinan Teroris Poso Santoso Yang Tewas Mati Tertembak Dalam Baku Tembak 2016

Abu Wardah alias Santoso, gembong teroris Poso yang mati tertembak dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala.

Tangan kanan Santoso, Basri berhasil kabur saat baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok MIT. Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi pernah punya pengalaman menangkap Basri. Menurut dia, Basri ditangkap dan dimasukkan ke penjara pada tahun 2007 lalu.

"Basri ini pernah saya tangkap ketika saya menjadi Kapolres di Poso dan sedang menjalani hukuman. Sisa hukuman satu tahun lagi, dia melarikan diri dari Lapas di Ampana atas kasus terorisme," ungkap Rudy usai mengikuti acara pengarahan Presiden kepada seluruh Kapolda dan Kajati Tahun 2016 di Istana Negara, Selasa (19/7).

Rudy menjelaskan, DPO terakhir berjumlah 21 orang sebelum aksi baku tembak di wilayah pegunungan desa Tambarana, Pesisir Utara Poso, Senin (18/7) petang kemarin. 21 Orang ini terpecah dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang dipimpin Ali Kalora dengan jumlah anggota 14 orang dan kelompok yang dipimpin Santoso dan Basri beranggotakan lima orang.

Category: Berita Peristiwa, News