3 Fakta Wanita PSK Maroko ‘Maghribi’ di Jakarta: Tarif 5 Juta Sekali Booking

2. Bertarif Rp. 5 Juta per Orang Sekali Booking

Koleksi Foto Hot 5 7 9 10 15 17 Perempuan Seksi Cewek Wanita PSK Maroko Maghribi Cantik di Jakarta Indonesia Tanpa Sensor

17 PSK WNA Maroko memasang tarif Rp 5 juta rupiah untuk sekali aksi. "(Tarif) Sebesar Rp 5 juta per orang," kata Kepala Humas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Heru Santoso, Sabtu (22/10/2016).

Kemudian, apabila pelanggannya ingin lebih lama menghabiskan waktu dengannya, maka harus membayarnya lebih. "Itu (lima juta rupiah) untuk short time (sekali main). Pesan langsung di tempat," kata Heru.

Menurutnya, tarif tersebut merupakan tarif yang sudah disepakati dan menjadi harga tersendiri bagi mereka. "Jadi pelanggan kebanyakan orang berduit. Langsung dibawa ke apartemen. Pelanggan pun tidak bisa tawar menawar. Itu harus dibayar cash saat bermain di sana," ujarnya.

Heru menjelaskan para wanita malam asal Maroko ini biasa beroperasi di sebuah tempat hiburan malam di bilangan Senayan. Mereka ditangkap pada Jumat (21/10/2016) pukul 01.30 WIB kemarin. "Ke-17 WNA itu masih diperiksa di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat," ujarnya.

Pihak Imigrasi menduga kuat para WNA Maroko yang jadi PSK di Indonesia tidak bergerak sendiri. Kemungkinan adanya sindikat di balik masalah ini pun diburu. "Masih kita dalami sudah berapa lama jadi PSK, apakah ada sindikatnya. Masih proses penyelidikan," kata Heru.

Logika sederhana, Heru menjelaskan, tidak mungkin WNA yang tiba di Indonesia langsung mengetahui di mana lokasi yang bisa dijadikan tempat menjajakan diri. Karena itu, sindikat ini juga harus diungkap.

3. 95 Persen Pelanggan PSK Maroko Adalah Bule

Foto Hot Wanita Pelacur PSK Maroko Maghribi Cantik Seksi di Jakarta

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat Tato Juliadin Hidayawan mengatakan 95 persen pelanggan PSK Maroko adalah orang asing. WNI, kata Tato, tidak bisa menembus.

"Kalau orang kita nggak akan bisa tembus. Anggota kita sempat mau booking, orang kita kan perawakannya biasa, enggak mau mereka, menghindar," kata Tato, Sabtu (22/10/2016).

Tidak diketahui pasti apa alasan para PSK Maroko tidak mau dan menghindar saat ditawar pria WNI. "Nah setelah kita dibantu kawan kita yang orang asing dan orang berdarah arab, mereka bisa menerima bookingan kita. Jadi memang pangsa pasarnya mereka-mereka juga," ujarnya.

Tato menuturkan, penyamaran dengan berpura-pura jadi pelanggan ini dilakukan untuk membuktikan adanya praktik prostitusi. Hal itu berarti para PSK Maroko menyalahgunakan visa. "Semua pakai bebas visa kunjungan," tuturnya.

Category: Berita Peristiwa, NewsTags: