7 Mitos dan Fakta Seputar Penis yang Belum Terbukti Kebenarannya

klg asli

berhasil

5 7 9 10 Mitos Tentang Ukura Penis 'Mr P' Pria Cowok yang Salah dan Masih dipercaya

Wartainfo.com - Banyak pria yang seringkali merasa khawatir dengan ukuran Mr P mereka. Namun apakah ukuran penting untuk menjamin kepuasan seksual? Ada banyak mitos yang dipercayai oleh pria terkait dengan ukuran Mr P, performa di atas ranjang, dan lainnya.

Kebanyakan pria merasa tidak percaya diri atau bertanya-tanya mengenai ukuran penisnya, apakah normal atau di bawah standar atau malah di atas rata-rata. Para pria juga kerap bertanya-tanya mengenai kemampuan mereka memuaskan wanita.

Pertanyaan-pertanyaan dan keraguan itu, seringkali terpicu oleh berbagai rumor yang tidak ilmiah. Berikut ini tujuh mitos tentang Mr P yang belum terbukti kebenarannya:

1. Kaki Besar, Penis Juga Besar

Ini adalah rumor yang kita semua kenal. Tapi, percaya atau tidak, ukuran penis tidak ada korelasinya dengan ukuran sepatu atau ukuran bagian tubuh lainnya.

Pada tahun 1993, ada dua dokter Kanada mengukur tinggi badan, ukuran kaki, dan panjang penis 63 orang pria. Hasilnya, ditemukan korelasi yang lemah antara tiga ukuran itu, demikian dituliskan oleh jurnal Mental Floss.

Kemudian, pada tahun 2002, para peneliti dari University College Hospitals di London, mengukur panjang penis dan kaki 104 orang pria dan tidak menemukan korelasi apapun antara keduanya.

2. Lebih Besar Selalu Lebih Baik

Untuk sebagian besar pria, sebenarnya ukuran penis tidak banyak variasinya. Menurut Medical News Today, rata-rata ukuran panjang penis dalam keadaan tidak ereksi adalah sekitar 7-9 Cm dan saat ereksi antara 12-16 Cm. MNT juga melaporkan bahwa sekitar 85 persen wanita merasa puas dengan ukuran pasangan mereka.

Ada sebuah studi menarik antara ukuran penis dan perselingkuhan. Sebuah studi tahun 2014 menemukan, bahwa wanita-wanita di sebuah desa di Kenya lebih mungkin berselingkuh dari pria dengan ukuran penis lebih besar, demikian dilaporkan oleh The Huffington Post.

Menurut penelitian itu, alasan perselingkuhan adalah pria dengan penis di atas rata-rata, menyebabkan hubungan seks jadi menyakitkan.

3. Jika Masih tegak Berdiri Setelah Berhubungan Intim Artinya Ingin Langsung Melakukannya Sekali Lagi

Hubungan seks marathon alias nonstop hanya ada di film porno. Pada kenyataannya itu tidak semudah itu. Pria memiliki batas kemampuan dalam berhubungan seks. Hanya karena seorang pria masih "tegak" setelah baru saja selesai berhubungan seks, bukan berarti dia siap untuk langsung melakukannya lagi.

Menurut Women's Health, berapa lama penis seorang pria tetap keras sesudah berhubungan, tergantung pada kualitas aliran darah dan tingkat gairah mereka.

Intinya, rata-rata pria memerlukan waktu pemulihan antara sesi bercinta pertama dengan kedua dan seterusnya, tergantung stamina mereka.

4. Ejakulasi Terjadi dalam Jumlah Besar

Mitos penis lain yang dipopulerkan oleh industri pornografi adalah bahwa ketika ejakulasi, pria bisa mengeluarkan sperma banyak sekali.

Namun dalam kenyataannya, jumlah cairan yang dikeluarkan setiap kali ejakulasi adalah sekitar satu sendok teh. Biasanya, ada sekitar 200 juta sperma permililiter ejakulasi dan ini sudah cukup untuk membuahi wanita.

5. Ukuran Besar Kecilnya Penis Ditentukan RAS

Pada 2015, peneliti Inggris melakukan studi dengan mengukur penis lebih dari 15.000 pria dari seluruh dunia. Mereka menemukan, sama sekali tidak ada korelasi antara ras dan ukuran penis.

Studi yang dimuat dalam IFL Science ini juga melaporkan, rata-rata panjang penis ereksi adalah lebih dari 13 sentimeter, atau sekitar lima inci. Ukuran Mr P ini berlaku untuk pria dari ras atau kebangsaan manapun.

6. Ada Banyak Cara Untuk Membesarkan Penis

Pria telah berusaha untuk memperbesar ukuran penis mereka selama berabad-abad, tetapi sampai sekarang belum ada ramuan ajaib yang bisa meningkatkan ukuran penis.

Suplemen dan obat-obatan seperti Viagra dapat meningkatkan oksida nitrat, yang meningkatkan aliran darah ke penis. Namun, ini ibarat "menggembungkan ban" saja, tidak memengaruhi ukuran penis yang sesungguhnya.

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas segala macam pil atau krim yang mengklaim bisa memperbesar penis. Bahkan, ada risiko krim dan pil-pil yang dijual bebas itu, berbahaya.

Sebuah survei internet yang dilakukan oleh FDA pada tahun 2009 menemukan, bahwa sepertiga dari suplemen yang diklaim mampu meningkatkan fungsi seksual, mengandung bahan obat atau zat yang tidak bisa dijamin keamanannya

7. Penis Bisa Patah

Mr P memang terbuat dari jaringan dan tak ada tulang betulan yang ada di dalamnya. Dengan begitu, mustahil untuk mematahkan penis. Jika ada masalah dan kerusakan dengan jaringan atau otot pada Mr P, kemungkinan Mr P akan membengkak atau terasa tak nyaman.

Baca juga:

Category: SeksualitasTags:
obat viagra