Mengapa Kita Lupa dan Tidak Bisa Ingat Kenangan Saat Masih Bayi?

klg asli

berhasil

5 7 8 9 10 Alasan kenapa Orang Manusia lupa tidak bisa ingat kejadian peristiwa ketika masih bayi

Wartainfo.com - Kebanyakan orang dewasa menderita amnesia masa kanak-kanak karena tidak bisa mengingat masa bayi atau balita yang mereka lalui.

Kita mengingat hampir semua kejadian baik maupun buruk yang terjadi pada kita di masa anak-anak, remaja, dan dewasa. Mulai dari momen ulang tahun, momen pertama masuk sekolah, dan pertama diterima kerja. Namun kita sama sekali tak ingat memori apa-apa ketika bayi. Mengapa demikian?

Hal ini merupakan hal yang dipusingkan oleh ilmuwan selama bertahun-tahun. Pasalnya saat kita bayi adalah momen dramatis pertama dalam hidup. Mulai dari kata langkah kaki pertama, kata pertama, dan berbagai momen pertama lainnya. Tidak mengingat hal semacam ini jadi hal yang besar bagi para ilmuwan.

Bahkan bapak psikoterapi dunia, Sigmund Freud, punya istilah sendiri terhadap hal ini, yakni 'amnesia bayi.' Frase ini dikatakannya lebih dari 100 tahun lalu.

Berbagai penelitian awalnya dilakukan pada bayi. Namun para ilmuwan justru menemukan bahwa bayi justru sangat baik dalam hal menerima informasi baru. Tiap detik, bayi membentuk 700 koneksi saraf baru dan mengisinya dengan kemampuan bahasa. Ditemukan juga bahwa bayi sudah mulai belajar ketika ia masih berada di dalam rahim.

Penelitian berlanjut pada orang dewasa yang dilakukan oleh psikolog bernama Qi Wang daru Cornell University. Sang psikolog menanyakan orang dewasa seberapa jauh mereka mengingat masa kecil mereka. Jawabannya bervariasi, mulai dari umur dua tahun, tiga tahun, hingga tujuh dan delapan tahun. Hal ini akan bervariasi berdasarkan pengalamannya; jika dia sudah mendapat pengalaman unik di usia muda, dia akan mengingatnya.

Baca juga:

Namun ternyata penelitian ini hanya terkait soal kultur masyarakat saja, dan tak seberapa terkait dengan sains. Seperti jika seseorang ingat ketika pergi ke kebun binatang ketika bayi karena dia takut dengan kuda nil, dia akan mengingatnya karena kultur kita memperlihatkan bahwa kuda nil itu mengerikan. Kita belajar dari hal tersebut dengan mengingatnya.

Terdapat sebuah teori lain yang lebih pas untuk menggambarkan hal ini: otak bayi ternyata belum berkembang dengan baik dan jaringan untuk mengingat masa itu belum ada secara sempurna.

Teori ini muncul secara tidak sengaja, karena dalam sejarah neurosains terdapat fenomena besar berupa pasien bernama Henry Molaison yang hippocampus di otaknya rusak karena operasi epilepsi. Hal ini membuat HM, julukan Henry, tak bisa mengingat apapun. Dia dikenal sebagai 'manusia tanpa memori.'

Meski tak punya memori, HM mampu mempelajari banyak sekali informasi. Dia bisa dikomando untuk menggambar bintang, dan melakukan beberapa hal lain. HM sama persis dengan bayi, yang menerima informasi dengan baik namun sama sekali tak mengingatnya.

Hal ini menguak misteri mengapa bayi tak ingat apapun, dan kita tak mengingat kejadian apapun yang terjadi ketika kita bayi. Hal ini karena hippocampus yang berperan besar dalam memori, belum berkembang secara sempurna.

Foto Bayi Balita Perempuan Lucu Paling tercantik di Dunia

Normalnya, seseorang memang tidak memiliki memori apapun tentang masa kecilnya. Namun itu bukan berarti kita tidak merekam informasi ketika masih bayi.

Seperti yang dilansir dari Life's Little Mysteries, alasan kenapa kita tidak ingat memori masih bayi bukan masalah yang harus dikhawatirkan. Sebab saat itu, otak sebenarnya belum berfungsi dengan baik untuk merangkum informasi kompleks yang dikenal dengan memori.

Anak kecil uniknya tetap bisa mengingat hal-hal faktual seperti nama orang tua, cara berterima kasih, dan berpamitan ketika pergi. Semua itu disebut dengan ingatan semantic.

Sementara itu, memori sampai kita berusia 2-4 tahun juga tidak bisa diingat lagi setelah dewasa. Sebab pada masa itu, otak masih kurang mampu menghimpun memori episodic (ingatan tentang detail dan kejadian tertentu).

Memori sendiri sebenarnya disimpan di beberapa bagian dalam otak atau korteks. Misalnya, memori suara diproses di dalam korteks pendengaran pada sisi samping otak. Kemudian memori penglihatan diatur oleh korteks visual di bagian belakang otak. Sementara area otak yang bernama hippocampus berusaha untuk menggabungkan seluruh memori tersebut.

"Anggaplah korteks sebagai setangkai bunga, semuanya ada di kepala kita. Nah, tugas hippocampus adalah menata bunga-bunga itu secara rapi di tengah otak, kemudian mengubahnya menjadi buket yang cantik," terang Patricia Bauer dari Emory University di Atlanta.

Jadi, memori seperti buket yang merupakan sebuah pola saraf yang saling terkait antara bagian otak dan tempat ingatan disimpan.

Lantas apa alasan anak-anak biasanya gagal menyimpan memori? Alasannya adalah saat itu hippocampus masih dalam tahap awal mengumpulkan potongan informasi. Selain itu, memori episodic dianggap tidak terlalu kompleks karena anak masih ada dalam tahap belajar tentang hal-hal yang ada di sekitarnya.

Lihat juga: Mitos Tanda dan Ciri-Ciri Ibu Hamil Mengandung Bayi Laki-Laki

Category: Tahukah Kamu?Tags:
Jayabet