Punya Gigi Gingsul, Manis dan Cantik? Ternyata Ini Penyebabnya

Foto Artis Cantik Manis yang Punya Memiliki Gigi Gingsul Taring Indonesia

Wartainfo.com - Gigi gingsul adalah salah satu jenis maloklusi gigi. Maloklusi adalah suatu kondisi ketika gigi tidak tumbuh di tempat yang benar dan sejajar. Pada kasus ini, gigi yang mestinya tumbuh di tempatnya bergeser karena kondisi rahang yang terlalu kecil atau gigi yang terlalu besar.

Gigi gingsul merupakan fenomena yang sering dialami ketika gigi susu telah tanggal. Memang tak banyak orang yang bergigi gingsul namun fenomena ini juga tak jarang dijumpai. Gigi gingsul menurut orang Indonesia adalah ciri orang yang manis. Orang Jepang juga lebih menyukai gigi gingsul karena menurut mereka orang bergigi gingsul adalah orang yang imut dan awet muda.

Meski beberapa orang berpikir bahwa memiliki gigi gingsul adalah anugerah dan tampak lebih manis, tak jarang juga ada yang merasa tidak nyaman memiliki gigi gingsul atau bahkan tidak rata. Beberapa di antaranya memilih untuk memasang kawat gigi untuk merapikan gigi.

5 7 8 9 10 15 12 Foto Artis Cantik Indonesia dengan Gigi Gingsul Taring, Artis Cantik yang Memiliki Gigi Gingsul, Artis Muda Manis Indonesia yang Punya Gigi Gingsul Cantik

Foto Artis Cantik Indonesia yang memiliki Gigi Gingsul

Nah, sebenarnya apa sih yang membuat gigi gingsul? Penasaran? Berikut ini penjelasan tentang penyebab gigi gingsul yang kata orang ciri orang manis.

1. Genetik

Hal yang menjadi faktor utama gigi gingsul atau tidak rata adalah gen. Karena gigi gingsul memang bersifat diwariskan dari orang tua. Jadi kalau orang tua bergigi tidak rata, kemungkinan besar anak atau cucunya juga akan mengalami hal yang sama.

2. Terlalu Lama Menggunakan Dot

Mungkin sudah banyak yang paham bahwa penggunaan dot terlalu lama dapat menyebabkan gigi tidak rata, bisa gingsul, atau bahkan tonggos. Kebiasaan menghisap ibu jari juga menjadi salah satu faktor pemicu gigi tidak rata berdasarkan survey ilmiah.

3. Berkembangnya Industri Makanan

Penelitian yang dilakukan oleh Von Cramon-Taubadel menyatakan bahwa tingginya peningkatan industri makanan menyebabkan turunnya nutrisi pembentukan rahang dan gigi. Sebelum industri makanan berkembang, diet jaman dulu kaya akan vitamin A,D, dan K yang sangat bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

4. Kelainan Kontijental

Kelainan kontijental ini tidak dapat dihindari atau dikontrol. Anak-anak yang menderita kelainan ini secara otomatis akan mengalami kondisi gigi tidak rata akibat tulang tengkorak yang kecil.

5. Tumor Mulut

Tumor juga dapat menjadi faktor pemicu gigi tidak rata. Karena tumor mulut akan menggeser posisi gigi yang sebenarnya sehingga gigi akan berhimpit satu sama lain dan bergeser.

Bagaimanapun kondisi tubuh kita seharusnya kita tetap bersyukur. Yah, setidaknya gigi kita masih lengkap bukan?

Category: Kesehatan
Afatogel