Teroris di Bintara Bekasi: Ini isi Surat Wasiat ‘Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Foto Teroris Wanita Indonesia DYN di Bintara Dian Yulia Novi asal CirebonDian Yulia Novi (DYN), perempuan terduga 'pengantin' bom teroris Bintara, Bekasi saat ditangkap Densus 88

Wartainfo.com - Densus 88 Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di rumah indekos di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2016) sekitar pukul 15.40 WIB. Tiga terduga teroris yakni Nur Solihin, Agus ‎Supriyadi dan satu terduga teroris perempuan yang akan melakukan aksi bom bunuh diri bernama Dian Yulia Novi.

Terduga teroris Dian Yulia Novi yang disiapkan menjadi 'pengantin bom bunuh diri' membuat surat wasiat untuk pihak keluarga sebelum merencanakan aksi teror di Istana Negara. Surat itu dibuat dengan tulis tangan di dua lembar kertas buku tulis.

"Dia mau Amaliyah. Surat ini mau dikirim ke orangtuanya, tapi tidak jadi karena sudah diamankan oleh Densus 88," ujar Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Minggu (11/12).

Dian diamankan di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, usai petugas mengamankan Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah flyover Kalimalang, Jakarta Timur. Dari tempat persembunyian Dian, polisi menemukan bom di dalam kamar.

Foto Gambar Isi Surat Wasiat Terduga Teroris Wanita di Bintara DYN Dian Yulia Novi Tanpa Sensor

Foto isi Surat Wasiat terduga Teroris Bintara DYN Dian Yulia Novi Tanpa Sensor yang ditangkap densus 88Isi Surat Wasiat Dian Yulia Novi (DYN), terduga Teroris di Bintara

Wasiat tersebutkan dipaketkan dalam kardus bersama sejumlah pakaian miliknya, ke kantor pos di kawasan Bekasi. Berikut isi suratnya:

Assalamualikum Wr Wb
Bismillah,

Segala Puji bagi Allah Ta'ala, Robby semesta Alam. Shalawat dan salam tercurah pada Rasulluhlah dan para sahabatnya.

Wahai Mujahitku

Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengharapkan Ridha-Nya. Bismillah. Puji syukur Allah Ta'ala telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antara kita, namun alhamdulillah sudah lebih dari cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri, walau kusadar saya masih jauh dari predikat istri shalehah.

Dan Arwan A zir, saya selama menjadi istri Aa, mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku karena ku sadar ridha dan keisklasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.

Doakan saya juga supaya upayaku diterima di sisiNya dan mendapatkan nama Syahi. Amin alhumma amin. Dan seiringnya waktu, alhamdulillah cinta itu tumbu dan semoga abadi sampai jannah-Nya.

Sampaikan salam dan ucapan jarakidah khairan khatsir pada Umi Nasihan karena beliau telah ikhlas berbagi suami, dan semoga kita semua berkumpul di jannahNya kelak. Amin Alhumma. Amin.

Sudah dulu ya... Insya Allah kita sambung kembali dan berkumpul di tempat yang lebih indah. Wassalam. Tertanda (Dian).

Teroris di Bintara Berniat Bom Istana Negara

Foto KTP Wajah Teroris Bintara DYN Dian Yulia Novi Tanpa Sensor Wanita Asal Cirebon IndonesiaDian Yulia Novi (DYN), warga asal Desa Bakung Lor, Jamblang, Kab Cirebon, wanita terduga teroris di Bintara.

Penangkapan terhadap ketiga terduga teroris di Bintara, sudah dibuntuti sejak lama oleh Densus 88, saat Nur Solihin dan Agus Supriyadi berangkat dari Solo menggunakan mobil pribadi.

Sesampainya di Jakarta, mobil yang dikendarai Solihin dan Agus Supriyadi menjemput Dian Yulia Novi di Pondok Kopi yang sudah membawa kardus. Lalu kedua pria itu mengantar Dian Yulia Novi ke kantor pos di sekitar Bintara mengirim kardus ke orangtua Dian.

Isi kardus tersebut yakni pakaian serta surat wasiat dari Dian Yuli Novi pada kedua orangtuanya yang menyatakan Dian Yuli Novi siap melakukan amaliyah.

Selanjutnya dari kantor ketiganya menuju ke kos-kosan yang disewa Dian Yulia Novi seharga Rp 700 ribu di Jalan Bintara VIII RT 04 RW 09, Bintara, Kota Bekasi.

Dian Yulia Novi lalu turun dari mobil dan menggendong sebuah ransel warna hitam lalu masuk ke kamar kos no 104. Sementara Solihin dan Agis Supriyadi pergi menggunakan mobil.

Densus 88 lalu menangkap Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah Fly Over Kalimalang. Baru setelah itu ditangkaplah Dian Yulia Novi di kos-kosannya, turut disita pula dbom dalam kemasan Rice cooker berbobot 3 kg, berdaya ledak tinggi. ‎ Rencananya bom akan diletakkan di istana negara saat serah terima jaga Paspampres.

Di waktu terpisah, pukul 18.15 WIB, Densus 88 menangkap SY alias abu Izzah di Sabrang Kulon Matesih, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Peran SY yakni merakit bom yang dibawa ke Jakarta oleh Nur Solihin.

Category: Berita Peristiwa, NasionalTags:
Afatogel