6 Teori Konspirasi Terbesar paling Terheboh di Dunia Sepanjang Tahun 2016

3. Sosok Penjelajah Waktu di Pertandingan Mike Tyson

Foto Nyata Penjelajah Waktu Tertangkap Kamera di Pertandingan Tinju Mike Tyson

Saat mendengar kata menjelajah waktu, mungkin beberapa orang langsung akan membayangkan film kartun Jepang populer, Doraemon, di otak mereka. Yang lainnya mungkin akan "memutar" cuplikan tontonan layar lebar terkenal Hollywood, Terminator.

Tak ada yang dapat memastikan keberadaan sang penjelajah waktu. Banyak orang memilih untuk menganggap hal tersebut hanyalah sebuah rekayasa dan tidak mempercayainya. Namun beberapa fakta dan barang bukti seakan menunjukkan bahwa orang yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu itu nyata.

Seperti yang ditunjukkan dalam sebuah foto di pertandingan tinju Mike Tyson melawan Peter McNeely pada 1 Agustus 1995. Dalam foto tersebut terlihat seorang penonton merekam kejadian tersebut dengan menggunakan smartphone-nya. Padahal pada tahun tersebut, ponsel canggih itu belum dijual hingga setelah 2000.

Baca juga:

Memang telepon genggam telah ada saat itu. Namun hanya berfungsi untuk menerima panggilan telepon dan mengirimkan pesan. Konspirasi mengatakan orang misterius itu adalah penjelajah waktu yang datang dari masa depan untuk menyaksikan kembali pertandingan tinju Mike.

Ada pula yang beranggapan bahwa orang tersebut adalah jelmaan alien yang berasal dari peradaban maju. Namun mereka yang tidak percaya mengatakan, bisa saja ponsel kamera tersebut merupakan produk yang dijual lebih awal.

Sementara itu sebelumnya pada Januari 2016, penyebar teori konspirasi menyatakan bahwa penjelajah waktu pernah mengunjungi peradaban Yunani Kuno. Mereka kemudian memperkenalkan laptop kepada orang Yunani. Itulah mengapa peneliti menemukan benda mirip laptop lengkap dengan lubang USB, terukir pada patung seorang wanita.

4. Putri Diana 'Dibunuh' agar Tak Menikahi Seorang Muslim?

Misteri Kematian Foto Princess Lady Diana, Putri Diana Inggris Dihati rakyat Dibunuh Meninggal Dunia

Di tengah duka kepergian Lady Di atau Putri Diana, teori konspirasi menyeruak terkait kecelakaan nahas yang menimpa dirinya dan sang kekasih, Dodi Al Fayed. Menurut laporan resmi, mobil Marcedes-benz W140 yang ditumpangi Diana celaka akibat kelalaian sang sopir, Henri Paul. supir itu dilaporkan mengemudi dengan kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk.

Ada pula yang menyebutkan bahwa kejadian yang menghilangkan nyawa sang Lady terjadi akibat kilatan cahaya kamera paparazi. Tak sedikit pula yang mengatakan, Princess of Wales tewas karena dibunuh agar tak menikahi Dodi yang merupakan seorang muslim.

Sementara itu ayah Dodi, Mohamed Al Fayed, mengatakan bahwa keluarga kerajaan, badan intelijen Inggris, dan badan intelijen AS,berada di balik peristiwa mengenaskan tersebut. Mohamed juga mengatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut agar Diana tak jadi menikahi anaknya.

Baca juga: Fakta Menarik Tentang Putri Diana "Princess Lady Diana"

Namun, hal tersebut dibantah oleh mantan bodyguard Diana, Ken Wharfe. "Saya bisa mengatakan dengan yakin, berdasarkan pengalamanku selama puluhan tahun sebagai polisi, bahwa kematian Diana bukan pembunuhan, melainkan kecelakaan maut yang seharusnya bisa dicegah."

Diana, kata dia, "bukan korban dari kekuasaan tersembunyi yang menganggap perempuan itu bakal membawa malu (karena menikahi seorang muslim), melainkan korban dari perilaku ceroboh sang kekasih dan kesalahan pengawalnya."

Kesalahan pertama, kata Wharfe, adalah pemilihan bodyguard yang dipekerjakan keluarga Fayed--yang tak bisa berkata "tidak" pada orang yang membayar mereka.

"Dodi memerintahkan Henri Paul (yang dalam pengaruh alkohol) untuk menyetir malam itu. Pengawalnya seharusnya pasang badan, menolak membiarkan Diana masuk ke mobil."

Kedua, Dodi memerintahkan sang sopir untuk menjalankan mobil secepat mungkin. "Rees-Jones seharusnya membantahnya. Seorang petugas perlindungan polisi tidak akan ragu-ragu untuk menolak keinginan Dodi," kata dia. "Seandainya saya bersama dengan Diana kala itu, saya akan melakukan intervensi."

"Menurut saya, itu sulit dipercaya. Pendapat saya sebagai seorang profesional, tak ada bukti yang mendukung teori tersebut," kata Wharfe saat ditanya apakah kematian Diana direncanakan atau tidak.

Ia menambahkan, adalah gagasan yang konyol jika ada yang menyalahkan Ratu Inggris, Perdana Menteri, atau siapa pun dalam pemerintahan Britania Raya atas kematian Diana. Sebab, bukan pengawal pribadi mereka yang sedang bersama sang putri kala itu.

Mantan Kepala Metropolitan Police, Lord Stevens, pada 2006 juga menolak klaim pembunuhan yang disuarakan sejumlah orang, termasuk ayah Dodi, Mohamed al Fayed.

Mantan petinggi polisi Inggris itu membantah bahwa Diana dibunuh oleh mata-mata Britania Raya, atau suruhan suami Ratu Elizabeth, Duke of Edinburgh, juga dugaan bahwa Diana dalam kondisi hamil atau bertunangan dengan Dodi.

Operasi Paget menyimpulkan hal yang sama yang disampaikan penyelidik Prancis pada 1999, bahwa sopir Henri Paul mengemudi dalam kecepatan tinggi dalam kondisi mabuk. Lord Stevens mengatakan, tuduhan bahwa Diana dibunuh "tidak berdasar".

Category: Dunia, Serba - SerbiTags: