6 Teori Konspirasi Terbesar paling Terheboh di Dunia Sepanjang Tahun 2016

5. Fenomena Aneh '2 Matahari' di Langit Kolombia

Foto Aneh Fenomena Alam Langit Misterius 2 Matahari di Kolombia

Matahari merupakan sumber energi terbesar di seluruh jagad raya. Tak ada satupun benda langit ataupun Bumi yang dapat menandingi sinar yang dipancarkan bintang besar tersebut. Namun sebuah rekaman video di kolombia menunjukan sebuah penampakan '2 matahari' langka.

Dalam video yang diambil oleh seorang warga, Pablo Zapata di El Guamo, terlihat dua cahaya menyinari pagi hari itu. Sinar bulat tersebut dipercaya oleh sebagian warga sebagai 'matahari kecil'.

"Ada dua matahari di langit di pagi hari Jumat itu, kami menyaksikan fenomena aneh ini secara langsung," kata warga yang merekam kejadian tersebut, Pablo Zapata.

Dalam rekaman dapat dilihat, sepasang lansia menunjuk ke langit, mengatakan ada yang aneh dengan penampakan matahari pagi itu. Saat kamera di arahkan ke atas, dapat dilihat dua matahari saling berdampingan. Sontak, hal tersebut membuat warga panik. Beberapa bahkan mengatakan kiamat akan segera tiba.

Sementara itu, Zapata mengatakan warga di kota terdekat, San Juan Nepomuceno, sebelah selatan ibu kota Kolombia, Bogota, juga menyatakan melihat penampakan dua "matahari" tersebut. "Fenomena janggal tersebut berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00. Tidak terlihat seperti halo sama sekali," kata Zapata.

Ini bukan pertama kalinya teori konspirasi mengatakan ada lebih dari satu matahari di jagad raya. Pada Juni 2016, ahli astronomi Paul Cox mengklaim bahwa NASA "menutupi" penampakan matahari ke-2. Mendadak sontak, pernyataan astronom terkenal itu menimbulkan banyak teori konspirasi bermunculan.

6. Kematian Fidel Castro dan Ramalan 'Kehancuran' AS

Foto Kematian Fidel Castro Meninggal Dunia, Teori Konspirasi Terbesar Palig Terkenal di Dunia Terbaru

Kematian mantan pemimpin Kuba, Fidel Kastro, diramalkan berkaian dengan 'hancurnya' perekonomian Amerika Serikat. Saat pemimpin revolusi Kuba itu meninggal dunia pada usia 90 tahun, banyak warga AS yang 'mensyukuri' momen tersebut.

Salah satunya adalah presiden terpilih AS Donald Trump. seperti yang dituliskan oleh trump dalam akun Twitter-nya, miliarder nyentrik itu berencana akan memutuskan hubungan Kuba dan AS, mematahkan upaya normalisasi yang digagas oleh Barack Obama.

Namun, lepas dari respons tersebut, sebuah ramalan berusia 35 tahun mengatakan ada keterkaitan antara kematian Fidel dengan nasib AS. konon Negeri paman Sam akan mengalami kehancuran ekonomi yang dahsyat. Benarkah demikian?

Ramalan itu dikemukakan oleh seorang pria bernama John W. Johnston pada 1981. Sebelumnya, John juga pernah memprediksi dengan tepat runtuhnya Tembok Berlin, kehancuran Uni Soviet, dan kebangkitan Vladimir Putin.

Menurut pria yang mengaku sebagai "nabi" itu, dia mendapatkan wahyu dari 1981 hingga 2011. Namun banyak yang meragukan ramalannya karena Johnston jarang memberikan tanggal kejadian dalam posting-annya.

Dalam blog-nya, UnitedStatesProphecy.com, Johnston mengklaim menerima wahyu pada 1981 yang mengungkap bahwa runtuhnya Tembok Berlin akan memicu kehancuran Uni Soviet. Meski demikian, ia mengaku bahwa Rusia akan pulih kembali di bawah pemimpin yang kuat.

Johnston mengklaim bahwa dirinya menerima wahyu pada 1981, yakni kebangkitan Rusia setelah Uni Soviet runtuh di bawah kepemimpinan Vladimir Putin. Bangkitnya Negeri Beruang Merah itu akan diikuti dengan kematian Fidel Castro.

Selain itu, ia juga mengungkap ramalan yang dianggap paling mengerikan, yang saat ini membuat geger sejumlah blog teori konspirasi. Johnston memprediksi bahwa kematian Fidel Castro akan diikuti dengan hancurnya ekonomi Amerika Serikat.

"Ketika kamu melihat Tembok Berlin runtuh dan ketika kamu menyaksikan Uni Soviet hancur lalu bangkit kembali, kemudian kalian akan melihat kematian Fidel Castro; lalu kehancuran sistem ekonomi di Amerika Serikat akan datang," ujar Johnston. Wahyu lain yang ia klaim diterima pada 1990, termasuk serangan nuklir Rusia ke New York dan invasi China ke Pantai Barat Amerika Serikat.

Menurut orang-orang yang meyakini ramalan tersebut, Johnston dengan benar meramalkan bahwa runtuhnya Tembok Berlin akan menjadi mata rantai pertama yang memicu hancurnya Uni Soviet dan kebangkitan Rusia. Tak hanya itu, mereka juga yakin bahwa ramalan tentang kehancuran ekonomi AS akan terpenuhi.

Baca juga: Kisah Marita Lorenz, Agen Cantik CIA Menolak Bunuh Fidel Castro Karena Cinta

Category: Dunia, Serba - SerbiTags: