Amirullah Adityas Putra, Taruna STIP Jakarta Meninggal Usai Dianiaya Seniornya

Pemicu Penganiayaan di STIP Diduga Jadi Tradisi Peralihan Tim Drum Band

Foto Mayat Jenazah Amirullah Adityas Putra Taruna STIP Jakarta yang Tewas Meninggal Dunia, Siswa Taruna Pelayaran Korban Penganiayaan Seniornya

Jenazah Amirullah Adityas Putra Taruna STIP Marunda Jakarta yang Meninggal Dunia akibat penganiayaan para seniornya.

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo membeberkan informasi yang diterima terkait penganiayaan tersebut.

Menurut Utomo, kejadian tersebut tidak dipicu karena adanya bentrok antara senior dan junior. Namun disebabkan adanya cara tidak wajar yang dilakukan kakak tingkat sebagai bentuk penyerahan posisi pemain drum band kepada adiknya.

"Menurut teman-teman almarhum, ada hubungan peralihan pemain drum band dari kakak kepada adiknya. Ini kita perlu teliti lebih lanjut," tutur Utomo di Ruang Maritim STIP, Cilincing.

Dia pun menampik bahwa kegiatan tersebut masih merupakan bagian dari ospek kampus.

"Jadi ini bukan ospek. Ini taruna lama. Masuk sekitar September jadi sudah 4 sampai 5 bulan. Jadi bukan ospek. Info sementara dari rekan almarhum itu memang tidak diketahui keluar dari kamar. Sendirian lah bisa dibilang," jelas dia.

Jenazah Amirullah dimakamkan di TPU Budi Darma, Semper, Jakarta Utara. Rombongan jenazah berangkat dari rumah duka di Jalan Warakas 3 Gang 16 nomor 14 RT 7 RW 14, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.30 WIB.

Jenazah dilepas dari rumah duka dengan doa dan upacara pelepasan dari senior dan teman seangkatan. Penghormatan terakhir pun diberikan. Isak tangis keluarga, kerabat dan tetangga rumah pun tak ketinggalan mewarnai kepergian pria kelahiran 25 Mei 1998 itu. "Iya dimakamkan di TPU Budi Darma, Semper," kata salah satu warga, Faiz di rumah duka, Jakarta Utara, Rabu.

Korban Meninggal STIP Pernah Perkenalkan Pelaku Sebagai Senior Baik

Foto Taruna STIP Senior Pelaku Penganiayaan pada Amirullah Adityas Putra yang Menyebabkan Taruna STIP Jakarta Meninggal Dunia

Empat Taruna STIP senior diduga sebagai Pelaku penganiayaan terhadap Amirulloh Adityas Putra yang menyebabkab korban tewas. Kejadian tersebut dilaporan terjadi mulai pukul 22.00 saat korban selesai latihan drum band.

Diduga tindak kekerasan yang dilakukan para senior ke korban tidak hanya sekali. Kekasih Amirullah Adityas Putra, Amira, mengaku sering berjumpa Amir dengan keadaan lemas. Dia pun sering melihat beberapa luka lebam di tangan, dada, dan perut korban. Namun, Amir selalu menutupi dan tak pernah mengakui soal bekas luka-luka yang mewarnai tubuhnya.

"Selama ini dia enggak pernah ngeluh dipukulin. Saya ketemu dia tuh kadang ada bekas luka di tangan, kan kelihatan agak memar gitu. Tapi dia selalu bilang enggak apa-apalah," kata Amira sambil sesenggukan, di rumah korban, Warakas.

Ia melanjutkan, suatu waktu dirinya mendesak Amir agar bercerita soal aktivitasnya di STIP, namun lagi-lagi korban mengatakan di sekolah semuanya berjalan baik-baik saja.

"Enggak mau cerita. Katanya biasa saja enggak pernah bagaimana-bagaimana. Tapi ya curiga kan ada bekas luka-luka gitu," tambah dia.

Kakak korban, Amar menambahkan, sebelumnya Amir memang pernah bercerita soal bully dan penganiayaan yang dialaminya dari seniornya. "Amir pernah cerita tentang luka lebamnya yang katanya dipukul seniornya," ujar Amar.

Meski sering dianiaya, Amir kata kekasihnya, justru selalu mengenalkan kepada orang lain bahwa seniornya di sekolah adalah teman belajar dan bermain yang menyenangkan. Menurut Amira, kekasihnya Amir saat itu pernah mengenalkan salah satu pelaku sebagai senior yang baik.

"Amir tuh justru pernah ngenalin seniornya, Akbar, ini loh orangnya baik banget. Sebulan yang lalu seingat saya dikenalin," kata Amira.

Amira mengaku tidak menyangka bahwa salah satu seniornya yang pernah dikenalkan Amir justru menjadi satu dari kelima tersangka penganiayaan yang menewaskan Amir. "Siapa yang nyangka, Amir bilangnya dia baik, enak orangnya," tambah dia.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin mengungkapkan, Amir, bersama empat taruna STIP lainnya dianiaya secara bergantian.

Keempat teman seangkatan Amir tersebut juga masih menjalani perawatan akibat pemukulan yang dilakukan oleh senior mereka. Akibat ulah tak berperikemanusiaan itu, 4 senior Amir dan satu senior lainnya yakni JK, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

Namun untuk tersangka JK, dari hasil pemeriksaan tidak terkait langsung dengan penganiayaan Amir. Tapi tersangka JK diduga kuat ikut menganiaya lima teman seangkatan Amir lainnya.

"Jadi ada enam taruna korban termasuk korban Amirullah Adityas Putra yang meninggal. Total 5 tersangka. Untuk tersangka JK dari hasil pemeriksaan awal hanya menganiaya yang 5 rekan Amir," kata Awal. Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 170 Sub 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. (wartainfo)

Category: Berita Peristiwa, NasionalTags: