5 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Paling Menghebohkan Dunia

klg asli

Rgopoker

Photo Misha’al bint Fahd al Saud Putri Arab Saudi Yang Dihukum Mati Dirajam

Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Paling Menggegerkan Dunia - Kerajaan Arab Saudi atau al-Mamlakah al-Arabiyah as-Su'diyah didirikan dari unifikasi empat wilayah Hejaz, Najd, dan bagian dari Arabia Timur (Al-Ahsa) dan Arabia Selatan ('Asir) pada 23 September 1932.

Pendirinya adalah Abdulaziz Al Saud dari Dinasti Saud. Kerajaan Saudi kemudian menjelma menjadi produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia setelah 'emas hitam' ditemukan di wilayah tersebut pada 3 Maret 1938. Pemasukan melimpah dari minyak dan gas juga dari layanan ibadah haji dan umrah memungkinkan keluarga kerajaan hidup mewah.

Lihat: Tak Hanya Pangeran Tampan,Ini 3 Wanita Cantik Putri Arab Saudi

Namun, seperti halnya kerajaan-kerajaan lain, Arab Saudi tak lepas dari intrik, plot, juga skandal dari pesta terlarang, tindakan memalukan, hingga pengkhianatan yang berujung pada pembunuhan sang raja.

Seperti dikutip Wartainfo.com dari situs Listverse dan Liputan6, Berikut 5 skandal yang pernah mewarnai sejarah Kerajaan Arab Saudi paling menggegerkan dunia,

1. Pembunuhan Raja Faisal

Photo King Faisal Pictures, Misteri Pembunuhan Raja Arab Saudi, Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Terheboh di Dunia

Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz

Tanggal 25 Maret 1975 menjadi hari yang kelam bagi Kerajaan Arab Saudi. Sang pemimpin Raja Faisal meninggal dunia. Segala upaya telah dilakukan dokter untuk menyelamatkannya dengan memijat jantung dan memberikan tranfusi darah namun tak berhasil.

Wafatnya sang penguasa dari Dinasti Saud itu sungguh tak terduga. Dalam insiden yang mengejutkan. Pangeran Faisal bin Musaed, keponakan Raja Faisal, menembakkan tiga peluru dari jarak dekat ke arah korban di tengah sebuah acara kerajaan.

Seperti dikutip dari BBC, menurut sejumlah saksi mata, Pangeran Faisal bin Musaed kala itu berada di sebuah ruangan, sedang berbincang dengan seorang delegasi Kuwait, saat menanti kedatangan sang raja.

Raja Faisal sedang membungkuk, untuk mencium keponakannya itu. Namun, tanpa peringatan, Pangeran Faisal bin Musaed mengeluarkan pistol dan menembak korban. Senjata itu diarahkan ke bawah dagu, lalu ke telinga.

Salah satu pengawal sang raja sempat memukulkan pedangnya yang masih bersarung ke arah pelaku. Menteri Minyak Sheikh Yamani dilaporkan berteriak, memerintahkan para pengawal untuk tidak membunuh sang pangeran.

Pangeran Faisal bin Musaed dibekuk tak lama kemudian dan diperiksa pihak Kepolisian Saudi. Para dokter dan psikiater mengeluarkan diagnosis bahwa pelaku dalam kondisi 'tak seimbang' secara mental. Sebelum hingga setelah insiden penembakan, pelaku dalam kondisi tenang.

Ia kemudian dinyatakan bersalah. Pada Juni 1975, Faisal bin Musaed dieksekusi mati dalam kasus pembunuhan sang raja. Eksekusi pancung dilakukan di sebuah alun-alun di Riyadh.

Apa motif yang melatarbelakangi aksi Pangeran Faisal bin Musaed tak pernah terang. Namun, beredar spekulasi aksinya itu sebagai balas dendam atas kematian saudaranya Khalid, yang tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan pada 1966.

Juga muncul teori konspirasi yang mempertanyakan kesimpulan bahwa sang pangeran bertindak sendirian, tidak berkomplot. Setelah wafatnya Raja Faisal, sang putra mahkota, Pangeran Khalid mewarisi takhta kerajaan.

2. Homoseksualitas Sang Pangeran

Foto Prince Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud Pics, 7 9 10 Skandal Pangeran Arab Saudi Paling Menggegerkan di Dunia

Prince Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud

Pada 2010, Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud ditahan gara-gara memukuli pembantunya hingga tewas di sebuah kamar hotel mewah di London.

Seperti dikutip dari BBC, kasus pembunuhan tersebut menguak dugaan homoseksualitas sang pangeran. Dalam persidangan yang digelar di Old Bailey, para pengacara Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al Saud berusaha membuktikan bahwa kliennya bukan gay.

Pengacaranya, John Kelsey-Fry QC berpendapat, pertanyaan soal seksualitas terdakwa, tak relevan dengan kasus tersebut. Ia menegaskan, homoseksualitas adalah pelanggaran luar biasa dalam hukum syariah Islam.

Jika sang pangeran dinyatakan sebagai homoseksual, maka ia terancam dieksekusi di negara asalnya.

Pembela hukum tetap bergeming, meski muncul pengakuan dari dua penghibur pria Pablo Silva and Louis Szikora yang mengaku melakukan tindakan seksual kepada sang pangeran.

Seorang porter, Dobromir Dimitrov, yang seorang homoseksual mengatakan, "Aku mengira mereka (korban dan pelaku) adalah pasangan gay."

Pangeran yang kala itu baru berusia 34 tahun mengakui bahwa ia melakukan kekerasan terhadap pelayannya, Bandar Abdulaziz, namun membantah telah membunuhnya.

Ia mengaitkan kematian korban dengan pemukulan dan perampokan uang senilai 3.000 pound sterling beberapa pekan sebelumnya. Namun, penyelidikan mengungkap luka yang diderita Bandar Abdulaziz masih baru.

Jasad yang ditemukan di kamar 312, Landmark Hotel itu memiliki luka gigitan di pipi. Polisi juga menemukan foto korban yang telanjang di ponsel sang pangeran.

Ibu sang pangeran adalah satu dari 50 keturunan almarhum Raja Saud. Ia mengajak dan membiayai pembantunya itu terbang ke seluruh dunia dan tinggal di hotel terbaik.

Di London, keduanya pergi berbelanja, makan di restoran terbaik, dan minum sampanye serta koktail di klub malam megah. Mereka berbagi tempat tidur tapi sang pangeran sering menjadikan 'hamba laki-lakinya itu' sebagai objek kekerasan, seperti pemukulan yang tertangkap kamera CCTV di lift hotel, tiga minggu sebelum kematian Bandar Abdulaziz.

Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al Saud divonis penjara seumur hidup di Inggris. Namun, ia dikirim balik ke Arab Saudi pada 2013 sebagai bagian dari pertukaran narapidana.

Category: Dunia, Serba - Serbi
Afatogel

Eyang Togel