5 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Paling Menghebohkan Dunia

3. Kisah Cinta Terlarang Putri Misha’al bint Fahd al Saud

Foto Prince Misha’al bint Fahd al Saud Putri Arab Saudi Yang Dihukum Mati Dirajam

Putri Arab Misha’al bint Fahd al Saud Putri Arab Saudi Dihukum Mati karena jalani cinta terlarang

Kisah cinta tragis, mirip Romeo dan Juliet, pernah menimpa keluarga kerajaan Arab. Kala itu, Putri Misha’al bint Fahd al Saud sudah dijodohkan dengan sesama ningrat. Calon suaminya adalah sepupunya sendiri.

Namun, saat menempuh studi di Beirut, Lebanon, ia bertemu dan jatuh cinta dengan Khaled, putra seorang diplomat Saudi. Keduanya pun menjalin cinta terlarang. Hubungan itu terus dijalin bahkan ketika keduanya sudah kembali ke Arab Saudi. Pada 1977, mereka berniat melarikan diri, namun tertangkap.

Hubungan mereka, dan keengganan sang putri menyalahkan kekasihnya itu, bikin marah sang kakek, Muhammad bin Abdul Aziz al Saud saudara sang raja.

Maka, Putri Misha’al yang kala itu berusia 19 tahun dibawa ke sebuah tempat parkir di Jeddah. Ia dieksekusi dengan tembakan di depan kekasihnya. Sementara, Khaled dieksekusi pancung yang dilaporkan dilakukan bukan sekali ayun, tapi empat kali.

Pihak Saudi dilaporkan berusaha menutup-nutupi hubungan terlarang itu. Namun, upaya itu gagal. Pada tahun 1980, kisah cinta yang berakhir tragis itu jadi subjek drama dokumenter berjudul Death Of A Princess yang ditayangkan BBC dan PBS.

Pihak Saudi berusaha mencekalnya, tapi gagal. Mereka membalas dengan mengusir duta besar Inggris untuk Riyadh, menarik 400 anggota kerajaan Saudi dari Britania Raya.

Kemarahan Riyadh juga menyebabkan kerugian 200 juta pound sterling pihak Inggris, dari pendapatan yang hilang dari pesanan dibatalkan dan boikot produk.

4. Hukuman Pancung Pangeran

Foto Pangeran Arab Turki bin Saud al-Kabir Prince Yang Dihukum Mati, 7 9 10 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Paling Menghebohkan Dunia

Pangeran Turki bin Saud al-Kabir dihukum mati di ibu kota Riyadh pada Selasa, 18 Oktober 2016. Ia dihukum pancung karena menembak seorang pemuda lain selama perkelahian di sebuah kamp padang pasir pada tahun 2012.

Hukuman mati diumumkan lewat dekrit kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman, yang merupakan sepupu jauh terpidana.

"Pangeran telah mengaku bersalah menembak rekan senegaranya," demikian penjelasan pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/10/2016)

Proses hukuman mati itu diambil karena keluarga korban menolak tawaran "uang darah" atau kompensasi finansial sebagai imbalan untuk tidak menuntut hukuman mati. Demikian diberitakan Al-Arabiya.

Di sisi lain, hukuman tersebut adalah pesan tegas bagi para bangsawan muda Arab Saudi: bahwa mereka tidak kebal hukum.

Pangeran, yang berusia dua puluhan, adalah salah satu dari sekitar 6.000 anggota kerajaan Saudi. Dia berasal dari cabang keluarga al-Kabir, yang tidak langsung dalam urutan takhta, namun tetap memegang posisi terkemuka.

Pangeran Turki ditangkap setelah membunuh Abdul Karim Mohaimeed pada Desember 2012, demikian menurut laporan media Arab. Sementara, seorang pria lain terluka dalam penembakan itu.

Menurut laporan, sang pangeran marah besar setelah adu argumen dengan korban. Ia lalu menuju mobil Lexus miliknya dan kembali membawa pistol Glock.

Tak hanya eksekusi mati itu. Seorang pangeran dari keluarga penguasa Arab Saudi juga dicambuk di penjara di Jeddah, atas perintah pengadilan. Pangeran yang tak disebutkan identitasnya itu dihukum karena kejahatan yang tak dirinci.

Hukum cambuk itu dilakukan oleh polisi pada Senin 31 Oktober, setelah pemeriksaan medis untuk memastikan pangeran itu sehat. Demikian isi pernyataan pihak pengadilan.

5. Skandal Putri Arab

Skandal Seks Putri Arab Saudi Basmah binti Saud bin Abdulaziz al Saud, 7 9 10 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi Paling Menghebohkan Dunia

Putri Arab Basmah binti Saud bin Abdulaziz al Saud

Putri Basmah binti Saud bin Abdulaziz al Saud adalah perempuan terhormat dari Dinasti Saud. Ia adalah cucu dari raja pertama Saudi, sekaligus putri dari raja kedua. Sang putri sudah lama jadi duri dalam daging di kalangan keluarga penguasa.

Semua gara-gara pandangannya yang reformis dan aktif dalam kampanye hak asasi manusia (HAM). Dia telah terbuka menyatakan harapannya bahwa kerajaan akan mengadopsi konstitusi, menjamin kesetaraan gender dan hak-hak sipil.

Ia juga menyuarakan reformasi hukum perceraian, sistem pendidikan, dan layanan sosial untuk mengurangi diskriminasi terhadap perempuan, dan menyingkirkan mahram pendamping laki-laki yang harus menemani perempuan Saudi di depan umum. Meskipun demikian, ia masih jadi target bagi mereka berupaya menurutnkan kewibawaan Dinasti Saud yang berkuasa.

Pada tahun 2013, sang putri diduga terjebak percakapan Facebook. Peretas atau hacker telah membobol akun teman baiknya -- yang diidentifikasi sebagai seorang syekh berusia 30 tahun dari Uni Emirat Arab.

Percakapannya, termasuk lewat Skype, dengan teman palsu abal-abal itu direkam. Isinya termasuk sanjungan untuk memikat sang putri dalam percakapan seksual. Setelah beberapa bulan, pemeras menuntut 320.000 pound sterling dikirim ke rekening mereka bank Mesir.

Sang putri memutuskan untuk mengungkapkan pemerasan itu. Di sisi lain, para pemeras merilis rekaman 40 detik ke sebuah situs berbagi video yang isinya menunjukkan Basmah binti Saud bin Abdulaziz al Saud sedang merokok dan melayangkan cium jauh.

Dari kaca mata Barat, hal itu dikategorikan wajar. Namun, beda dengan masyarakat Saudi. Apa yang dilakukan sang putri merupakan skandal.

Category: Dunia, Serba - Serbi