Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Ridho Rhoma Tak Bisa Direhabilitasi

Foto Ridho Rhoma Tertangkap Kasus Narkoba Tertangkap

Wartainfo.com - Penyanyi dangdut Ridho Rhoma yang merupakan putra dari raja dangdut Rhoma Irama ditangkap lantaran kasus kepemilikan narkotika jenis sabu. Ridho Rhoma ditangkap di salah satu area hotel di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada hari Sabtu (25/3/2017) pukul 04.00 wib.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto mengatakan bahwa Ridho Rhoma sudah resmi masuk masa penahanan.

"(Ridho) Sudah memasuki masa penahanan 20 hari. Terhitung hari ini," ujar Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/3/2017). Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung karena seorang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) belum tertangkap.

Berita Foto Ridho Rhoma Ditahanan Kasus Narkoba, Ridho Rhoma Ditangkap, Artis Penyanyi Dangdut Pemakai Narkoba, Ridho Rhoma Tertangkap Kasus Narkoba

Foto Ridho Rhoma memakai baju tahanan narkoba

Suhermanto menambahkan, selanjutnya Ridho akan menjalani proses assessment yang akan dilakukan oleh Tim Assessment Terpadu dari BNN.

Assessment ini bertujuan mengetahui tingkat ketergantungan seorang pecandu narkoba untuk selanjutnya diputuskan apakah pengguna butuh direhabilitasi atau tidak.

"Kita udah cek darah kemarin. Dari hasil urine sementara kemarin sudah diketahui ada amphetamine, methamphetamine, dan benzodiazepine," kata Suhermanto lagi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2011, dalam proses penyidikan, tersangka yang dikategorikan sebagai pengguna dan mendapatkan rekomendasi dari Tim Assessment Terpadu dapat dititipkan di panti rehabilitasi. Proses assessment rehabilitasi narkoba ini pun diajukan kuasa hukum Ridho, yakni Krisna Murti.

BNNP Pastikan Ridho Rhoma Tak Bisa Direhabilitasi

Foto Ridho Rhoma Saat Ditangkap karena Kasus Narkoba, Artis Indonesia yang Pake Narkoba, Berita Pedangdut Ridho Rhoma Tertangkap Saat Menggunakan Narkoba

Dengan wajah ditutupi topeng hitam, penyanyi dangdut Ridho Rhoma berjalan menuju mobil dengan pengawalan ketat dari pihak penyidik Polres Jakarta Barat. seusai menjalani pengambilan sample darah, urine dan rambut dikantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017).

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta memastikan Ridho Rhoma tidak dilakukan rehabilitasi. Ridho akan menghuni penjara hingga majelis hakim memutuskan perbuatannya.

"Dia dipastikan tidak akan diusulkan tim assesment mendapat perawatan selama menunggu keputusan pengadilan. Sebab, dia bukan korban, dia pelaku pengguna Narkoba," tegas Kepala BNNP DKI, Brigjen (Pol) Johnypol Latupeirissa, Selasa (28/3/2017).

Johnypol beralasan, bila Ridho merupakan korban, maka dia atau keluarganya akan lebih dahulu melapor sebelum ditangkap. Terlebih penggunaan sabu yang dilakukan Ridho telah berlangsung sudah dari dua tahun.

"Pengakuannya sudah dibenarkan hasil uji darah dan rambut yang dilakukan BNN," tandas Johnypol.

Terlebih, saat mengutip pernyataan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto yang menyatakan Ridho telah dua tahun mengonsumsi sabu, dan dalam enam bulan terakhir dia setiap sehari sampai dua hari sekali menghabiskan satu gram sabu.

Johnypol menegaskan bila Ridho melakukannya secara sadar atas pilihannya sendiri. Ia pun tidak dilakukan pemaksaan dan menjadi pelanggan tetap.

Pernyataan Johnypol demikian, sebagaimana komitment Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso yang mengatakan akan memberikan rehabilitasi dan merawat pengguna narkoba yang melapor. Sementara bagi yang ketangkap akan dipenjara.

Sebelumnya, ‎Ridho Rhoma ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di sebuah hotel di Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (25/3/2017) pukul 04.00. Di mobil yang dikendarai Ridho, polisi mendapat paket sabu 0,76 gram.

Polisi juga menangkap kurir sabu berinisial Mohammad Sofyan. Dia ditangkap pukul 09.00 di sebuah apartemen di kawasan Jalan Thamrin.

Atas kasus ini, Ridho Rhoma dikenakan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 Jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk Pasal 112 sendiri diketahui ancaman hukumannya paling cepat empat tahun penjara, sementara itu ancaman hukuman yang diatur Pasal 127 paling lama adalah 4 tahun, dan pasal 132 ancaman hukuman paling sedikit 20 tahun penjara serta paling berat adalah hukuman seumur hidup hingga pidana mati.

Category: Entertainment, Gosip SelebritiTags:
Afatogel