Isu Penculikan Anak Kecil, Ginjal dan Organ Tubuhnya Dijual Hoax or Not?

Meski kabar hoax itu telah dibantah, masyarakat masih resah dan gelisah. Para orang tua dan warga menjadi lebih protektif ketika melihat orang asing mendekati anak-anak, baik di sekolah maupun di tempat umum.

Foto Broadcast Kasus Penculikan Anak Dibawah Umur Terbaru 2017, Berita Penculikan Anak Kecil Karena Organ Ginjal Tubuhnya Dijual 5 Miliar di Pasar Gelap?

Yang terbaru, seorang wanita nyaris menjadi bulan-bulanan warga setempat di Tanah Tinggi, Benteng, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu, 19 Maret 2017. Wanita yang belakangan diketahui bernama Ira asal Serang, Banten, ini kemudian dikerumuni warga karena dikira hendak menculik anak.

"Itu orang stres. Katanya dia mau nyari adiknya di Tanah Tinggi. Karena stres, dia lupa posisinya di mana. Karena musim hoax, orang lihat dia dikira mau nyulik anak-anak, kemudian diamankan pak RT dan ada yang menghubungi polisi," kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono.

Beruntung, Ira tidak dianiaya warga, seperti kasus penganiayaan yang dialami sejumlah orang gila di beberapa daerah, seperti Depok, Banten, Cirebon, Cilegon, Banjarnegara, Madura, dan Surabaya. Bahkan aksi main hakim sendiri terhadap orang gila ini telah memakan korban jiwa.

Seperti yang terjadi di Cilegon. Seorang pria yang berpakaian compang-camping dan tengah berjalan di Kracak, Ciwandan, tiba-tiba dihakimi massa setelah maraknya berita hoax tentang penculikan anak. Peristiwa yang dialami pria itu terjadi pada Sabtu, 18 Maret 2017, sekitar pukul 21.30 WIB. Pria nahas itu dihajar hingga meninggal dunia.

"Saksi Rahmatulloh melihat orang itu sedang lewat di daerah Randakali. Kalau tidak salah sekitar pukul 20.00 WIB. Dia melintas, mungkin ya orang-orang menganggap orang itu penculik," kata Panit I Reskrim Polsek Ciwandan Iptu Sudibyo Wardoyo.

Polisi menduga pria itu gelandangan atau orang gila. "Kita temukan barang bukti di dalam tasnya itu ada korek 5 sama ikat kepala sama topi rimba, topi caping. Ini kalau dilihat barangnya, ini orang gelandangan, dilihat dari segi barang-barang yang diamankan," ujar Sudibyo.

Hingga kini penyebar kabar hoax tersebut belum diketahui. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pihaknya akan mengusut penyebar pesan berantai yang mengatakan ada modus baru penculikan anak, yaitu berpura-pura menjadi orang gila.

"Itu pasti ya. Mereka-mereka yang menyebar info itu akan kami usut," kata Martinus.

Martinus mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial. "Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum, apalagi dilakukan terhadap seseorang yang sama sekali tidak bersalah. Terhadap para pelaku main hakim dengan melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan dapat dikenakan sanksi hukum pidana," ujar dia.

Apabila melihat orang gila, polisi meminta warga melapor kepada aparat. "Terhadap warga negara Indonesia yang mengalami gangguan kejiwaan, hendaknya kita tidak membiarkannya berkeliaran," imbau Martinus.

Marak Kasus Penculikan Anak, Organ Tubuhnya Dijual Rp 5 M? Ini Kata Kapolri!

Berita Koran Tentang Penculikan Anak Kecil dan Ginjal Organ Tubuhnya di Jual, Info Penculikan Anak DIbawah Umur di Koran Nasional, Kasus Penculikan Anak Terbaru 2017

Berita disebuah Koran Tentang Maraknya Kasus Penculikan Anak Kecil dibawah umur karena Ginjal dan Organ Tubuhnya di Jual kepasar gelap?

Berita soal kasus penculikan anak yang belakangan ini ramai jadi perbincangan beredar dalam bentuk foto dari halaman muka sebuah koran. Media tersebut memberitakan bahwa salah satu motivasi dari penculikan anak, adalah untuk dijual organ tubuhnya.

Bahkan media tersebut juga menyertakan daftar harga dari organ-organ tubuh anak, mulai dari mata, kulit kepala, tengkorak, bahu, jantung, hati, tangan, usus, ginjal dan empedu. Dituliskan juga bahwa harga dari seluruh organ anak mencapai Rp 5 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku juga sempat menerima informasi yang banyak beredar di dunia maya dan berbagai aplikasi komunikasi itu.

Kepada wartawan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017), Tito Karnavian sudah menyuruh anak buahnya untuk mengklarifikasi berita tersebut. Diketahui bahwa informasi tersebut tidak betul atau hoax.

"Saya cek ke Manado. Saya cek juga ke Polda Metro Jaya, karena ini berkembang juga di Jakarta. Kita cek (ternyata) hoax," ujar Tito Karavian kepada wartawan.

Masyarakat diimbau cerdas dan tidak mudah terpancing emosi menanggapi adanya pesan berantai penculikan anak yang diduga dilakukan orang gila, ibu hamil atau pengemis. Imbauan ini karena marak terjadi aksi pemukulan terhadap orang yang digambarkan mengalami gangguan kejiwaan di beberapa daerah.

Category: Berita Peristiwa, NasionalTags: