Jangan Posting Data Pribadi Lengkap di Media Sosial, Ini Bahayanya!

klg asli

Rgopoker

Gambar Hot Akun Palsu Wanita Penghibur Cantik Sexy Toge PSK Bohay di Facebook

Wartainfo.com - Tidaklah berlebihan, bila kita menyebut media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan. Terutama bagi sejumlah orang, belum lengkap rasanya kalau tidak mengunggah atau menuliskan setiap hal yang dialami, ke media sosial.

Motifnya beragam. Ada yang memang ingin sekadar berbagi pengalaman, tetapi, diakui atau tidak, ada yang ingin mencari popularitas, misalnya ingin mendapat banyak likes, komentar, atau angka shares yang tinggi.

Beberapa pengguna media sosial, khususnya remaja, tampak tidak menyadari informasi yang mereka bagikan, bisa saja digunakan untuk tindakan pencurian identitas dan penipuan.

Saat ingin membuat akun media sosial, kita diharuskan mengisi data pribadi dari nama lengkap, alamat, tanggal lahir dan sebagainya. Apakah benar-benar aman jika kita isi secara lengkap? Apa saja yang harus dibatasi saat mengisi data tersebut?

Menemukan data pribadi di internet bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit saat ini. Banyak pengguna internet yang abai dengan privasi, dengan mengumbar data pribadi sembarangan tanpa memilah-milah dulu mana data yang boleh dilihat publik dan mana yang tidak boleh.

Untuk diketahui, data pengguna di internet saat ini sudah dijadikan lahan bisnis. Bahkan ada perusahaan yang khusus melakukan penjualan data pengguna internet. Data-data kita dijual ke jaringan iklan pihak ketiga.

Downlaod Akun Facebook Palsu Hot Wanita Cantik Penghibur PSK Sexy, Akun FB Cewek Cantik Toge bukan Asli, Akun Palsu di Facebook , Akun Facebook Cewek IGO Toge Cantik No Sensor 2017

Saat membuat akun sosial media, sebaiknya jangan mengisi data pribadi terlalu lengkap karena data-data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ibarat KTP (Kartu Tanda Penduduk), apakah Anda rela jika KTP Anda dipinjam lalu disebar dan dimanfaatkan oleh orang lain?

Memang, semakin lengkap data diri yang kita pasang di media sosial tentu akan semakin mudah kita mendapatkan teman. Tapi, semakin besar pula risiko data kita disalahgunakan.

Salah satu contoh kasus penyalahgunaan data pribadi di internet pernah dialami oleh seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta. Dia memajang data terlalu lengkap, termasuk foto-foto saat dia menggunakan pakaian seksi di pantai.

Singkat cerita, ada orang yang membuatkan blog palsu. Dalam blog itu dipajang data-data sang mahasiswi dengan beberapa foto seksi yang diambil dari Facebook mahasiswi tersebut. Ada satu data yang tidak ada di Facebook tapi ditambahkan di dalam blog itu, yaitu tarif. Alhasil, mahasiswi tersebut dihubungi oleh banyak pria lantaran dikira sebagai mahasiswi nakal yang bisa 'di-booking'.

Belajar dari kasus tersebut, data-data seperti alamat rumah, nomor telepon pribadi, foto-foto seksi dan data sensitif lainnya sebaiknya tidak kita umbar sembarangan di internet karena kita tidak pernah tahu apakah ada orang lain yang berniat jahat dan ingin menjatuhkan kita. Kesannya sepele, tapi dampaknya merugikan.

Saat ini juga banyak kasus penculikan anak, di mana sang penculik mencari data-data korban incarannya lewat media sosial. Khusus untuk orangtua, sebaiknya tidak memposting data di mana anaknya bersekolah. Ingatkan anak agar tidak memajang data diri terlalu lengkap di media sosial.

Anak-anak dan remaja seringkali berpikir bahwa memposting informasi pribadi di media sosial tidak berbahaya. Mereka menganggap bahwa satu-satunya orang yang dapat mengakses status dan informasi yang mereka posting hanyalah teman-teman mereka. Media sosial adalah tempat publik, bukan buku diary. Apa yang kita posting akan dilihat banyak orang, maka dari itu pikirkan dahulu sebelum posting sesuatu di medsos!

Baca: Cari Nama Domain, Blog dan Medsos Yang Belum Terpakai di Website Ini

Category: internet, TeknologiTags:
Afatogel

Eyang Togel