Kenali Ciri Pelaku Predator Seksual Anak ‘Pedofil’, Orang Tua Waspadalah!

klg asli

Rgopoker

Gambar Korban Pedofil Predator Seksual Pelecehan Pada Anak Kecil

Wartainfo.com - Saat ini negara kita sudah masuk status darurat kekerasan pada anak, baik itu disertai pelecehan seks maupun tidak. Sebanyak 90 persen pelaku kekerasan dan pelecehan seksual pada anak adalah orang dekat atau minimal kenal dengan korban atau keluarga.

Ini artinya, Anda wajib mengawasi apakah ada keanehan pada orang-orang sekitar Anda dan anak Anda yang selama ini luput dari perhatian.

Kejahatan anak bukan kasus baru di Indonesia. Catatan ECPAT pada September 2016 hingga Februari 2017, ada enam kasus kejahatan anak dengan jumlah korban yang cukup besar, yakni 157 anak. Kasus ini tersebar di empat provinsi dan enam kabupaten di Indonesia.

Kasus terbaru adalah terungkapnya kelompok pedofil di grup Facebook untuk bertukar foto dan video porno anak. Empat orang termasuk pendiri dan admin grup yang berisikan 7.000 akun member itu sudah ditangkap polisi. Dua di antaranya masih berusia di bawah 17 tahun.

Baca juga:

Menandai pedofil, jika mereka ada di sekitar kita, bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, tidak ada ciri sangat khusus yang membedakan mereka dengan orang lainnya.

Umumnya pedofil suka dekat dengan anak-anak. Tapi, tidak semua yang dekat dengan anak-anak pasti pedofil. Perlu diingat juga, tidak semua pedofil adalah pelaku kejahatan seksual.

Meski tidak ada ciri khusus dari para pedofil ini, menurut yayasan nirlaba yang bergerak di bidang kesejahteraan anak Educate and Empower Kids, orangtua bisa mewaspadai seseorang yang menunjukkan ciri umum:

1. Perhatian Khusus

Seorang predator seks, mungkin memberi perhatian khusus kepada anak dan membuat anak merasa istimewa. Mereka akan cenderung untuk mencoba untuk memenangkan kasih sayang anak dengan sering memberi hadiah.

Contohnya,"Saya punya sekotak permen, yuk kita berbagi." Atau, kepada anak yang lebih tua, mungkin mereka akan mengatakan, "Kamu suka grup musik X? Saya punya tiket konsernya untuk kita. Itu juga band favorit saya."

2. Kegiatan Yang Menyenangkan

Mereka mungkin mengisolasi anak dengan melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan yang mengharuskan mereka untuk menyendiri bersama-sama.

3. Coba Menyentuh

Mereka juga mungkin akan mencoba menyentuh anak di depan Anda, orangtuanya, supaya anak berpikir bahwa Anda tidak keberatan jika dia disentuh oleh Si Predator.

Sentuhannya berupa sentuhan sederhana tepukan di pundak, atau meminta pelukan selamat tinggal. Mereka tidak akan memaksakan sebuah sentuhan untuk menghindari kecurigaan.

4. Kontak Fisik Non-Seksual

Perlu diingat bahwa kontak fisik pertama antara predator dengan korban sering bersifat non-seksual yang dirancang untuk memengaruhi anak.

Tujuannya, supaya anak nyaman dan bisa disentuh, sehingga jalan untuk melakukan aktivitas seksual menjadi lebih terbuka.

5. Lelucon Jorok

Seorang predator mungkin juga akan mengambil keuntungan dari rasa ingin tahu alami anak tentang seks.

Caranya, mereka akan mengatakan lelucon yang "jorok", atau mengajak anak bermain permainan yang mengarah ke aktivitas seks.

Category: Mom and Child, RelationshipTags:
Afatogel

Eyang Togel