Kandungan dalam Racun ‘Bisa’ Ular dan Efek Mematikan Jika Masuk ke Tubuh

klg asli

Rgopoker

Semprotan Racun Bisa Ular Paling Mematikan di Dunia

Wartainfo.com - Dikutip dari wikipedia, Bisa ular merupakan senyawa kimiawi yang diproduksi oleh kelenjar khusus dari sejumlah spesies ular tertentu yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa dan mempertahankan diri.

Pada ular, bisa dikeluarkan lewat kedua taringnya. Karena ketajamannya, taring ini bisa menancap begitu dalam ke tubuh mangsanya dan menyalurkan racun.

Tetapi apa yang membuat bisa ular begitu mematikan? Menurut Panduan Mengelola Gigitan Ular yang dikeluarkan WHO, secara umum, lebih dari 90 persen venom atau racun ular tak lain berupa protein. Ada juga kandungan non-protein seperti karbohidrat, lipid atau lemak, free amino acids, nukleosida, dan amina biogenik seperti serotonin dan acetylcholine.

Untuk enzimnya, sebagian besar bisa ular mengandung L-amino acid oxidase (salah satunya mengandung riboflavin yang menyebabkan mayoritas bisa ular berwarna kuning). Namun Anda perlu tahu bahwa masing-masing enzim dalam bisa ular juga memiliki efek tersendiri terhadap mangsanya ketika masuk ke tubuh.

Semisal enzim yang bernama zinc metalloproteinase/metalloproteases. Enzim ini dapat merusak komponen dasar dari membran tubuh bahkan hingga ke sel dan mengakibatkan pendarahan sistemik secara spontan.

Ada juga enzim Phospholipases A2 (lecithinase) yang hampir dimiliki semua jenis ular. Enzim ini dapat merusak mitokondria, sel-sel darah, baik merah maupun putih, otot, pembuluh darah dan membran lain, termasuk di antaranya pendarahan internal. Hyaluronidase adalah enzim lain dalam bisa ular yang membantu mempercepat persebaran serta meningkatkan penyerapan racun dalam jaringan tubuh mangsanya, yang kemudian memicu kerusakan jaringan.

Yang tak kalah seram, ada enzim proteolytic yang dapat meningkatkan penyerapan racun dalam pembuluh darah sehingga memicu edema, luka melepuh dan nekrosis (kematian jaringan) pada bagian tubuh yang digigit.

Lihat juga: Foto Ular Piton Raksasa Mati Setelah Makan Landak

Sebenarnya masih banyak lagi jenis enzim yang terkandung dalam racun ular, namun rata-rata dapat menyebabkan kerusakan hingga ke tingkat seluler. Inilah yang diduga menyebabkan tingginya risiko kematian pada mangsa yang digigit ular.

Perlu dipahami bahwa ketika ular menggigit manusia, maka racunnya biasanya 'disuntikkan' secara subkutan atau ke bawah kulit atau otot si mangsa.

Namun pada jenis ular kobra tertentu, mereka dapat mengumpulkan bisa di ujung taring kemudian menyemburkannya langsung ke mata mangsa atau penyerangnya hingga lumpuh.

Meski demikian, tidak semua ular beracun. Ada pula ular yang tidak beracun. Ironisnya, ular semacam ini biasanya agresif, mudah marah dan rentan menyerang manusia. Mereka juga tinggal di wilayah yang dekat pemukiman manusia atau kebun mereka.

Salah satunya adalah ular piton besar (Python reticularis) yang menyerang Akbar (25) di Mamuju beberapa waktu lalu. Ular semacam ini beberapa kali dilaporkan menyerang dan menelan manusia, yang kebanyakan adalah para petani. Umumnya ular menyerang manusia ketika merasa terusik atau terancam.

Dampak Bila Racun / Bisa Ular Sampai Masuk ke Dalam Tubuh

Kandungan Racun dalam Bisa Ular yang Paling Mematikan di Dunia, nama racun bisa ular, bisa ular paling mematikan di dunia, khasiat bisa ular, obat tradisional untuk menghilangkan bisa ular, nama racun ular kobra

Efek yang ditimbulkan oleh bisa ular begitu masuk ke tubuh tetap harus diwaspadai. Secara garis besar, ada beberapa efek yang terlihat pada manusia yang pernah digigit ular, utamanya yang sampai kemasukan racun. Berikut paparannya seperti dikutip wartainfo.com dari Panduan Mengelola Gigitan Ular keluaran WHO, Jumat (5/4/2017).

1. Keracunan Lokal

Kondisi ini menunjukkan efek langsung gigitan ular pada bagian tubuh yang terdampak. Biasanya tak jauh-jauh dari bengkak dan melepuh.

Namun pada kasus tertentu, bisa saja langsung terjadi nekrosis (kematian jaringan) karena racun-racun tertentu yang dikandung bisa ular langsung bereaksi dengan jaringan tubuh mangsa.

2. Hipotensi

Setelah digigit, plasma yang ada dalam pembuluh darah tubuh yang mengalaminya akan boro dan mengakibatkan pendarahan internal yang masif.

Pada kasus yang buruk bisa saja terjadi hipotensi atau tekanan darah yang menurun drastis. Bahkan pada gigitan ular jenis tertentu, ini bisa berlangsung hanya dalam hitungan menit.

3. Gangguan Pembekuan Darah

Venom ular mengandung enzim prokoagulan yang dapat mengganggu proses pembekuan darah. Dan bila kondisi ini tidak segera ditangani, akan terjadi pendarahan sistemik yang tak hanya spontan tetapi juga berpotensi mematikan.

4. Kelumpuhan

Ada sejumlah protein dalam venom ular yang bersifat neurotoksik atau mengakibatkan kelumpuhan saraf, utamanya di tubuh bagian atas.

Rata-rata pasien dengan kelumpuhan semacam ini meninggal karena gangguan atau kelumpuhan pada sistem pernapasan. Beberapa di antaranya merasa seperti mengantuk karena kurangnya sirkulasi udara maupun darah akibat kelumpuhan tadi.

5. Myotoxicity

Ini adalah jenis racun yang umumnya ditemukan pada spesies ular laut. Sekali dilepaskan, racun ini akan menyebar ke pembuluh darah dan otot, mengakibatkan efek seperti kelumpuhan.

Seperti halnya neurotoksik, pasien yang terkena myotoxic bisa saja meregang nyawa karena kelumpuhan atau lemahnya otot pernapasan atau cedera akut pada ginjal.

6. Cedera ginjal akut

Ada beragam jenis gangguan ginjal yang terjadi pada mereka yang pernah digigit ular. Yang paling umum adalah 'acute tubular necrosis' atau kematian jaringan pada ginjal, menunjukkan adanya efek langsung dari racun ular. Bisa juga karena hipotensi yang terlalu lama.

Baca: 13 Jenis Ular Piton Yang Ada di Indonesia dan Keberadaannya

Category: Flora dan Fauna, Tahukah Kamu?Tags:
Afatogel

Eyang Togel