Gaya Pacaran Anak Muda Jaman Sekarang, Pamer Foto Mesra Hingga Ciuman di Medsos

3 Faktor Penyebab Remaja Masa Kini Suka Pamer Kemesraan di Media Sosial

Kumpulan Foto Hot Gaya Pacaran Anya Geraldine dan Radit, Anya Geraldine Berciuman, Foto Berciuman dengan Pacar, Photo Hot Gaya pacaran anak jaman sekarang paling parah harus ml ngapain aja, gaya pacaran anak masa kini hot, pacaran paling parah ngapain, gaya berpakaian anak jaman sekarang, anak masa kini, anak muda jaman sekarang photos

Orangtua yang melihat fenomena ini pun merasa khawatir. Sebagian besar dari mereka bertanya-tanya apa yang membuat para remaja tersebut kini semakin berani eksis di media sosial dengan memamerkan keintiman dengan kekasih. Berikut pendapat psikolog mengenai penyebab fenomena tersebut:

1. Perlombaan di Sosial Media

Diterangkan oleh psikolog Elizabeth Santosa, belakangan ini seakan timbul perlombaan di sosial media. Di mana para remaja berlomba-lomba berbuat sesuatu agar sosial medianya banyak dilirik dan terlihat menarik. Salah satunya adalah dengan menampilkan foto mesra dengan sang pacar demi mendapat banyak likes pada Instagram mereka.

"Jadi sekarang ada semacam perlombaan di sosial media, biar bisa dapat likes banyak dan diperhatikan. Misalnya, 'oh dia bisa pamer foto sama pacarnya, kenapa aku nggak bisa?'. Jiwa kompetitifnya muncul," kata psikolog yang biasa disapa Lizzie ini.

2. Role Model

Adanya role model atau panutan yang diidolakan oleh para remaja juga dapat memberikan pengaruh tersendiri. Misalnya saja, para aktris dan aktor cilik yang diidolakan para remaja mengalami perubahan yang drastis saat pubertas.

"Coba lihat Miley Cyrus, dulunya digambarkan sebagai anak 'Disney' yang baik-baik, sekarang tiba-tiba jadi seperti apa gayanya. Sebenarnya dari dulu PDA itu sudah ada, tapi sekarang lebih menguak karena era reformasi, dan banyak informasi masuk dari mana-mana. Itu yang buat remaja sekarang lebih terekspos dan melakukan hal yang sama dengan panutannya," lanjut psikolog tiga anak itu.

3. Teknologi

Psikolog Ajeng Raviando menilai bahwa media dan teknologi semakin mempengaruhi para remaja khususnya dalam hal teknologi yang semakin hari semakin berkembang. Dengan teknologi yang kian canggih, hal itu memudahkan para remaja untuk mengeksplor dirinya di media sosial, termasuk juga memamerkan kemesraan dengan pasangannya melalui foto-foto atau video yang diunggahnya.

"Kalau dilihat dari sisi teknologi pengaruhnya sangat besar. Dulu kan kita masih memperkenalkan pacar, sekarang tinggal posting foto mesra di Instagram saja orang-orang sudah tahu kalau itu pacar kita," tutur Ajeng.

Menurutnya, suatu hubungan yang masih belum ada ikatan resmi namun sudah terlalu dipublikasikan membuat orang yang melihatnya menjadi tidak nyaman. Hal itu juga bisa membuat pelaku PDA tersebut menjadi dilematis.

"Misalnya sudah terlanjur upload foto mesra di media sosial, terus tiba-tiba putus, nanti mereka malu sendiri. Apapun sesuatu yang diupload di media sosial seharusnya kita bisa berpikir lebih panjang dulu," tutup psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Saran Psikolog untuk Orangtua yang Anaknya Pamer Foto Mesra di Sosmed

Koleksi Foto Hot Seronok Gaya Pacaran Awkarin Berciuman Sama Pacar, Foto Vulgar Awkarin Gaga dan Pacar Ciuman Hot, Foto Berciuman dengan Pacar, Photo Hot Gaya pacaran anak jaman sekarang paling parah harus ml ngapain aja, gaya pacaran anak masa kini hot, pacaran paling parah ngapain, gaya berpakaian anak jaman sekarang, anak masa kini, anak muda jaman sekarang photos

Sosial media menjadi satu wadah yang banyak digunakan oleh orang-orang mulai dari para remaja hingga profesional untuk berbagi foto dan aktivitas sehari-hari. Tetapi tak jarang, media sosial juga digunakan untuk mengumbar kemesraan di depan umum atau yang lebih dikenal dengan istilah public display of affection (PDA) oleh para remaja.

PDA merupakan sebuah momen intim yang diperlihatkan kepada khalayak baik secara sadar maupun tidak sadar. Intim yang dimaksud adalah berpelukan, berciuman, membelai-belai, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan sentuhan fisik.

Menurut para psikolog, hal tersebut terjadi karena adanya rasa ingin diakui sebagai orang dewasa dan adanya rasa ingin menarik perhatian agar sosial medianya ramai dikunjungi. Namun sayangnya, aktivitas tersebut terkadang dilakukan di luar kontrol orangtua sehingga mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang dilakukan oleh sang anak.

Psikolog Elizabeth Santosa menyarakan kepada para orangtua untuk melakukan komunikasi kepada anak. Caranya, dengan menyampaikan pesan-pesan yang bisa disesuaikan dengan cara berpikir sang anak sehingga mereka bisa mengerti apa yang dibicarakan.

"Yang saya lihat seperti ada gap antara orangtua dan anak remaja. Jadi kalau pesan-pesan orangtua ingin diterima oleh anak, orangtua harus menyesuaikan dengan gaya anak sekarang, lebih gaul sedikit," ungkap Elizabeth.

Ia melanjutkan, nasihat orangtua bisa tersampaikan jika mereka berusaha menyamakan gaya komunikasi yang bisa diterima anak. Hindari penyampaian pesan dengan gaya yang kolot dan terlalu otoriter karena nantinya anak semakin menjauh dan tidak mengerti dengan apa yang disampaikan orang tua.

Ditambahkan oleh psikolog Ajeng Raviando, sebagai orangtua tak ada salahnya untuk menanamkan pemikiran kepada anak-anak sejak usia dini untuk tidak sembarangan dalam menggunakan sosial media. Berikan pemikiran kepada mereka untuk tidak mengambil foto dan video yang kurang sopan dan tidak enak untuk dilihat.

"Orangtua sebaiknya mengingatkan anak sejak dini untuk tidak foto atau difoto orang lain dalam keadaan dirinya terbuka apapun alasannya, termasuk upload foto mesra ke sosial media. Kalau misalnya handphone-nya hilang, ditakutkan ada or`1ang yang ambil manfaat dari foto-foto tersebut," kata Ajeng .

Hal yang sama juga dilakukan wanita kelahiran 1973 itu kepada anak-anaknya bahkan sejak mereka masih duduk di sekolah dasar. Karena dikhawatirkan saat usia remaja, akan lebih sulit bagi orangtua untuk menanamkan hal itu.

Category: Gaya Hidup, RelationshipTags: