Komedian Legendaris Indonesia Warkop DKI dari Masa ke Masa

Foto Lucu Warkop DKI Dono Kasino Indro

Wartainfo.com - Julukan komedian legendaris Indonesia sepertinya memang layak diterima oleh tiga sekawan fenomenal, Dono, Kasino dan Indro yang tergabung dalam Warkop DKI.

Pada awalnya Warkop DKI adalah sebuah grub lawak benama Warkop Prambors. Grup lawak beranggotakan lima orang (Rudy, Nanu, Dono, Kasino dan Indro) ini mengisi sebuah program radio Prambors yang berjudul 'Obrolan Santai di Warung Kopi'.

Lambat laun mereka mulai melakukan lawakan di atas panggung. Namun, karena Rudi merasa demam panggung dia pun tidak ikut. Nama mereka mulai dikenal setelah mengisi acara Terminal Musikal.

Obrolan itu pun mulai dibawa ke atas panggung oleh Dono, Kasino, Indro dan Nanu (personel Warkop terdahulu). Tak disangka, lawakan dari panggung ke panggung ini pun membawa mereka pada popularitas di jagat hiburan Tanah Air.

Kisah Cerita Pejalanan Foto Film Warkop DKI Dono Kasino Indro dari masa ke masa

Setelah Nanu mengundurkan diri, Dono, Kasino, Indro melanjutkan lawakan mereka dengan nama Warkop DKI. Puas manggung dan mengudara, Warkop DKI mulai menjajaki dunia perfilman tanah Air dengan film-film komedi mereka yang selalu laris ditonton oleh masyarakat.

Saking larisnya, bisa dibilang para punggawa Warkop DKI ini mulai meraup pendapatan berlimpah. Bagaimana tidak. Setiap tahunnya saja, Dono, Kasino dan Indro paling tidak membintangi dua judul film pada dekade 1980 hingga 1990-an.

Pada tahun 1979 Warkop DKI muncul pertama kali dalam film layar lebar dengan judul film 'Mana Tahaaan...'. Pada film tersebut personil Warkop DKI tidak memakai nama asli mereka.

Film Lucu Pertama Warkop DKI Dono Kasino Indro Mana Tahan Poster

Melainkan memerankan sebuah karakter. Slamet diperankan oleh Dono, Sanwani oleh Kasino dan Paijo oleh Indro. Baru setelahnya, mereka memakai nama asli mereka. Pada tahun 1983, Nanu meninggal dunia setelah menderita penyakit liver.

Dengan total lebih dar 30 film, kebanyakan film Warkop DKI ternyata tidak dapat diedarkan secara internasional. Hal tersebut terjadi karena masalah pelanggaran hak cipta. Dalam film-film Warkop DKI sering digunakan musik karya komposisi Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film.

Setelah sukses dilayar lebar, Warkop DKI mulai merambah di dunia sinetron. Sinetron garapan Soraya Intercine Films ini pertama kali tayang tahun 1990-an.

Sayangnya di tengah-tengah masa penayangan, Kasino mulai jarang terlihat karena jatuh sakit. Pada tahun 1997 Kasino meninggal dunia setelah didiagnosa menderita tumor otak. Berita duka kembali muncul, pada tahun 2001 Dono dikabarkan meninggal usai terserang kanker paru-paru.

Foto Gambar Poster Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 2

Pada tahun 2016 lalu, sutradara Anggy Umbara mengajak masyarakat Indonesia bernostalgia dalam film 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1'. Film ini dimainkan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino dan Tora Sudiro sebagai Indro.

Selain itu, Indro juga ikut berpartisipasi. Dalam film ini, dia berperan sebagai Indro dari masa depan. Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini tentu mendapat antusias yang luar biasa.

Pada hari pertama penayangan, film ini mampu menarik perhatian 270.000 penonton. Jumlah itu terus meningkat hingga pada hari ke 22, 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1' mampu meraih 6,7 juta penonton. Film ini mampu menyaingi 'Laskar Pelangi' sebagai film Indonesia terlaris.

Baca: Daftar Judul 7 Film Lucu Warkop DKI Paling Terbaik dan Terpopuler Sepanjang Masa

Category: Entertainment, Film MovieTags:
RGO Casino