4 Fakta Kasus Pria Diduga Maling Yang Dibakar Hidup-Hidup di Bekasi

3. Pelaku Yang Membakar Hidup-Hidup Muhammad Al Zahra Jadi Buron

Polisi telah menetapkan dua tersangka terkait kasus pengeroyokan dan pembakaran M Alzahra alias Joya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dua tersangka masing-masing berinisial NMH atau NA dan SH atau SU.

Keduanya sempat diperiksa sebagai saksi sebelum akhirnya ditetapkan menjadi tersangka. "Dua saksi sudah kita tetapkan sebagai tersangka atas nama NMH swasta dan SH bekerja sebagai sekuriti di Bekasi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin 7 Agustus 2017.

Foto Pelaku Pembakaran Muhammad Al Zahra Joya Pria Diduga Maling Ampli dibakar hidup-hidup di Bekasi

Dua tersangka pengeroyok Muhammad Al Zahra / Joya, pria yang dibakar hidup-hidup di Bekasi.

"Peran N adalah menendang di perut sekali dan punggung dua kali. SH menendang punggung dua kali," papar dia. Keduanya tidak terlibat aksi pembakaran.

Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Dalam Pasal itu disebutkan, "barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan".

Yang bersalah diancam:

  1. Dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka,
  2. Dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat.
  3. Dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.

Sementara itu, polisi juga sudah berhasil mengidentifikasi lima pelaku yang diduga menjadi otak penganiayaan yang disertai pembakaran terhadap Joya. Karena lima pelaku itu masih buron, polisi mengimbau agar kelimanya segera menyerahkan diri.

4. Keluarga Korban Pembakaran Dapat Santunan

Tujuh hari setelah kematian tragis M Alzahra alias Joya (35), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi keluarga pria yang dibakar hidup-hidup itu di kediaman mereka. Lukman menemui istri dan keluarga Joya di kontrakan mereka yang sederhana, di Kabupaten Bekasi, Senin 7 Agustus 2017.

Saat berkunjung, Menteri Lukman bertemu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang juga mendatangi keluarga korban. Tidak hanya menyampaikan belasungkawa, kedua tokoh tersebut juga menitipkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Foto Istri Muhammad Al Zahra Joya Pria Pencuri Maling Ampli Yang Dibakar Hidup-hidup di bekasi

Menag Lukman dan Bupati Dedi mengunjungi keluarga Joya, pria korban pembakaran hidup-hidup di Bekasi, Senin (7/8/2017).

Joya yang dibakar hidup-hidup oleh massa di Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus petang, meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 7 bulan dan seorang putra berusia 4 tahun.

"Selama ini mereka tinggal di kontrakan," kata Dedi.

Menurut Dedi, Menteri Agama berjanji akan membantu biaya pendidikan anak korban. "Kalau Pak Menteri akan membantu biaya pendidikan anak sulung korban selama empat tahun," ujar Dedi.

Sementara Dedi memberikan bantuan kebutuhan hidup untuk setiap bulan seumur hidup. Jumlahnya disesuaikan dengan penghasilan mendiang Joya yang diharapkan dapat menjadi modal usaha.

Tak cuma kedua pejabat tersebut, Nahdlatul Ulama Care-Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (NUCare-LAZISNU) juga menggalang dana. Humas NUCare-LAZISNU Wahyu Nurhadi mengatakan, setelah mendatangi korban pada Jumat 4 Agustus lalu, pihaknya mulai menggalang dana untuk santunan kepada keluarga korban.

Wahyu menjelaskan, hasil santunan tersebut hingga Senin 7 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB sudah mencapai Rp 36.540.000. Penggalangan dana ini akan dilakukan hingga pekan depan.

Category: Nasional, NewsTags: