Penyebar Video Sejoli Diarak Telanjang di Cikupa Tangerang Diburu Polisi

Cewek Diarak Ditelanjangi Secara Paksa di Tempat Umum Cikupa Tangerang

Wartainfo.com - Sepasang kekasih diarak dan ditelanjangi secara paksa dari rumah kontrakannya ke kantor RT di Kelurahan Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Banten, yang jaraknya sekira setengah kilometer. Sepanjang perjalanan R (28) dan M (20) dipersekusi serta dipaksa mengakui perbuatan asusila.

Meski menjerit kesakitan, R dan M terus dipukuli oleh puluhan warga dan bahkan ditelanjangi. Aksi kejam itu ternyata diabadikan melalui video yang kemudian tersebar melalui pesan instan WhatsApp hingga viral dan menggegerkan masyarakat.

Sejauh ini polisi telah meringkus enam warga yang terlibat main hakim sendiri tersebut, di antaranya ketua RT dan RW setempat. Polisi masih sedang memburu pelaku lain, termasuk orang yang merekam dan menyebarluaskan video tidak layak ditonton itu.

Apa yang terjadi di Tangerang bukan kali pertamanya kasus main hakim sendiri terjadi di Indonesia. Apa yang membuat warga gelap mata?

Agar kasus main hakim sendiri tak kembali terulang, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, meminta masyarakat cerdas dan bijaksana saat mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Cek dulu. Jangan sampai gara-gara seseorang mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, dia terpengaruh dan melakukan penghakiman massa," ujar Rikwanto kepada wartawan, Rabu (15/11/2017). Dia meminta masyarakat tak mudah terbakar emosi dan terpengaruh situasi sehingga tak menghiraukan fakta.

"Harus mau bertanya dan menyelidiki. Jangan sampai ketemu sesuatu atau seseorang, dia ikut memukuli juga dengan asumsi dia maling atau pelakunya. Salah itu. Kalau itu terjadi berarti dia melanggar hukum dan bisa diproses," ujar dia.

Terkait kasus pasangan kekasih M dan R yang diarak di Cikupa, Tangerang, Rikwanto menyatakan hal tersebut masuk kategori persekusi, penganiayaan, dan penistaan.

"Mereka yang melakukan itu akan diminta pertanggungjawaban. Baik yang memvideokan maupun yang melanggar hukum di situ," ujar dia. Polisi saat ini tengah mendalami kasus ini. Wajah-wajah yang ada di video, kata Rikwanto, bisa dikenali dan sedang diidentifikasi.

"Mudah-mudahan polisi bisa segera memverifikasi dan menindak hukum mereka. Tindakan mereka jelas merugikan pihak lain," kata dia.

Kesaksian Warga

Kasus Video Pasangan sejoli Pria Wanita Diarak dan Ditelanjangi secara paksa di depan umum di Cikupa Tangerang

Warsiah, tetangga kontrakan M, menyaksikan apa yang terjadi malam itu. Ia berusaha melerai, meneriaki warga agar tak main hakim sendiri. Namun, upayanya digagalkan massa yang marah.

"Saya teriak-teriak sambil nangis. Kasihan dia sampai sujud gitu minta ampun. Tapi karena pada marah, enggak didengar," tutur dia.

Warsiah juga menyaksikan pasangan itu masih berpakaian saat digrebek di kontrakan. Saat warga menelanjangi M dan R, ia kembali berteriak berharap warga menghentikan aksinya. "Kasihan, jangan kasar begitu. Heh!" kata Warsiah mengulang ucapannya saat itu.

Tokoh masyarakat sekaligus rohaniawan Romo Benny Susetyo menyatakan, aksi main hakim sendiri seperti yang terjadi di Tangerang, sangat mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

"Itu menghina martabat manusia, menodai Pancasila. Jika kita mencintai Pancasila, tidak akan melakukan seperti itu," ujar Romo Benny, Rabu (15/11/2017) malam.

Menurut dia, masyarakat akhir-akhir ini mudah terpengaruh hasutan dan provokasi. Tanpa bukti dan fakta, mereka mudah dibawa ke perbuatan yang tak berperikemanusian.

"Ini kan provokasi. Massa tanpa sadar akan ikut. Pelakunya harus ditindak dan aparat tidak boleh kompromi," tegas Romo Benny.

Dia menambahkan, butuh ketegasan aparat untuk mengatasi masalah ini. Dia khawatir jika kejadian di Tangerang dibiarkan, akan membuat perilaku kekerasan seakan-akan mendapat legitimasi dari negara.

"Negara harus melindungi hak-hak setiap warga. Jangan sampai kekerasan jadi perilaku yang dianggap wajar. Kalau negara lemah, ini akan menjadi virus. Tindak tegas semua pelaku," jelas Romo Benny.

Secara terpisah, Ketua PBNU Marsudi Syuhud menyatakan, aksi main hakim sendiri bukan budaya bangsa Indonesia. Dia meminta masyakarat untuk mengembalikan ke hukum yang berlaku jika menemukan kasus dugaan pelanggaran.

"Memang benar hukum bisa berjalan jika ada yang mengawal, salah satunya masyarakat. Namun, cara mengawasinya jangan terjebak emosi dan ujungnya ikut melanggar hukum," ujar Marsudi kepada wartawan.

Mantan Sekjen PBNU 2010-2015 itu mengapresiasi masyarakat yang sudah sadar hukum. "Bahwa amar ma’ruf bil ma’ruf, nahi mungkar ma’ruf juga. Tentu caranya bisa sesuai dengan kondisi setempat, misalnya dekat dengan tokoh setempat dengan polisi," ucap Marsudi.

Polisi Buru Penyebar Video

Foto Kronologi Pelaku Main Hakim Sendiri di Tangerang Banten, Kasus Video Pasangan Kekasih Diarak dan Ditelanjangi di Tempat Umum oleh Warga di Tangerang

Kapolresta Tangerang AKBP H M Sabilul Alif membentuk Tim Cyber untuk memburu penyebar pertama video pasangan remaja yang ditelanjangi, di Kampung Kadu, RT07/03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

AKBP Sabilul menegaskan, tindakan pelaku penyebar pertama video tersebut sangat tidak bisa ditolelir. Penyebar video dianggap telah melakukan pembunuhan karakter yang sangat keji terhadap kedua korban.

"Pengunggah video itu kami buru karena melanggar hak privasi orang lain dan juga melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tegas AKBP Sabilul kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

Semua informasi tentang penyebaran video itu sekarang dalam proses, dihimpun dan penyelidikan Tim Cyber. Apabila menemui titik terang, petugas akan langsung melakukan penangkapan pelaku. "Kami sudah bentuk Tim Cyber dan dengan bantuan rekan-rekan semua, semoga dapat segera terungkap," kata AKBP Sabilul.

AKBP Sabilul juga sudah memerintahkan anggota untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan itu. Tidak ada kata kompromi terhadap para pelaku peganiayaan dan penyebar video tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Polresta Tangerang kembali mengamankan dua pelaku penganiayaan pasangan remaja yang difitnah mesum dan ditelanjangi warga di Kampung Kadu, RT07/03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dengan demikian, sejauh ini jumlah warga yang berhasil diamankan atas peristiwa main hakim sendiri itu telah berjumlah enam orang. Dari enam warga yang diamankan dua di antaranya merupakan Ketua RT dan RW setempat.

"Betul, pelaku yang telah diamankan sudah berjumlah enam orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan.

Wiwin belum membeberkan inisial kedua warga yang baru ditangkap. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang ditangkap karena penganiayaan itu bakal bertambah. Polisi juga masih memburu pelaku penyebar video penganiayaan itu.

Category: Berita Peristiwa
RGO Casino