Diduga Mesum, Ini 6 Fakta Pilu Sejoli Tak Bersalah Diarak dan Ditelanjangi Warga di Tangerang

Kasus Foto Video Sejoli Pasangan kekasih diduga berbuat Mesum di rumah Kontrakan diarak dan ditelanjangi warga di Tangerang

Wartainfo.com - Sangat memilukan apa yang dialami oleh pasangan kekasih R (28) dan M (20). Sejoli itu mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari warga Kampung Kadu RT 07/RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang. Keduanya diarak dalam kondisi telanjang lantaran dituduh berbuat mesum.

Peristiwa tersebut bermula saat R membawakan makanan ke kontrakan M pada Sabtu, 11 November 2017 sekitar pukul 23.30 WIB. Tiba-tiba, warga menggedor pintu kontrakan M dan langsung menuduh keduanya berbuat tindakan asusila.

R yang kala itu tengah gosok gigi di kontrakan M menuduh pria itu bersembunyi di kamar mandi. Keduanya menampik tuduhan berbuat mesum. Warga yang marah lantas mengeroyok korban.

"Korban dikeroyok di kontrakan ceweknya. Mereka luka-luka," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif kepada wartawan, Selasa 14 Nopember 2017.

Baca : Polisi Buru Penyebar Video Pasangan Kekasih Yang Diarak dan Ditelanjangi di Cikupa Tangerang

Dari kejadian tersebut, polisi menyelidiki tuduhan yang dialamatkan terhadap pasangan muda-mudi tersebut. Hasilnya terdapat fakta-fakta yang bertolak belakang terkait tuduhan tersebut. Bahkan, polisi juga menemukan dampak memilukan terhadap sejoli R dan M.

Berikut ini fakta-faka memilukan pasangan kekasih yang dituduh mesum hingga diarak dan ditelanjangi warga di depan umum, seperti yan dikutip Wartainfo.com dari dari Liputan6:

1. Dipaksa Mengaku Berbuat Mesum

Pria berinisial R tidak menyangka hantaran makanan ke kekasihnya M di kontrakan akan berbuntut kejadian memilukan. Keduanya digerebek warga dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukan.

Menurut Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyampaikan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 11 November 2017 sekitar pukul 23.30 WIB.

"Warga datang kemudian memaksa mereka mengaku telah berbuat mesum," tutur Sabilul kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

R saat itu sedang menumpang untuk sikat gigi di kamar mandi kontrakan M. Warga yang tidak percaya kemudian menuduh pria itu bersembunyi di kamar mandi.

"Langsung ditarik disuruh ngaku. Kalau enggak nanti ditelanjangi," kata dia.

Keduanya menampik tuduhan itu. Warga yang semakin marah langsung menelanjangi keduanya. R hanya disisakan celana dalam, sementara M berkaus dan bercelana dalam.

"Korban dikeroyok di kontrakan ceweknya. Mereka luka-luka," ujar Sabilul.

2. Diarak dan Ditelanjangi Didepan Umum

Tak puas menganiaya, warga kemudian mengarak keduanya. R hanya disisakan celana dalam sementara M berkaus dan bercelana dalam.

Yang lebih miris, warga mengarak sambil mengabadikan momen itu menggunakan kamera telepon genggam. Bahkan dalam video berdurasi sekitar empat menit yang juga viral itu, terdengar ucapan kasar dan tamparan yang dilakukan massa.

Keduanya minta ampun di tengah perlakuan warga yang mengintimidasi. Namun, permintaan ampun mereka malah dibalas sorakan kasar kerumunan pria dewasa itu.

"Coba ulangi lagi adegannya!" ujar salah seorang warga.

Tanpa ampun, keduanya diarak dari rumah kontrakannya ke kediaman Ketua RW setempat di tengah suasana malam. Kemudian tak lama mereka diminta menepi di depan bangunan kayu.

Si wanita berteriak histeris. Sebab, warga memaksanya membuka baju. Perbedaan kekuatan fisik mereka akhirnya membuat perempuan itu berhasil ditelanjangi.

"Jangan kasar-kasar atuh," suara perempuan yang ikut menonton terdengar.

3. Trauma Berat

Setelah penggerebekan dan penganiayaan di Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, muda-mudi berinisal R dan M masih trauma. Keduanya akan didampingi psikiater untuk menghilangkan rasa trauma.

"Awal ada kabar tentang video itu di media sosial. Kita langsung datangi keduanya di TKP. Langsung kita lakukan pemeriksaan dan keduanya membenarkan adanya peristiwa tersebut," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, Selasa (14/11/2017).

Kedua korban langsung dilindungi lantaran mengalami trauma berat. Keduanya, kata Sabilul, tidak menyangka bila warga akan setega itu, padahal tidak ada bukti keduanya bertindak asusila.

Sabilul mengatakan, sesudah peristiwa itu, keduanya langsung divisum di rumah sakit. Benar saja, ada memar dan lebam di beberapa bagian tubuh keduanya akibat penganiayaan oleh warga.

Keduanya mengaku bersyukur polisi mau menindaklanjuti kasus ini. Padahal sebelumnya, keduanya merasa malu untuk keluar rumah lantaran video tersebut sudah tersebar luas di media sosial.

Category: Berita Peristiwa
RGO Casino