Apa Itu Penyakit Difteri dan Bagaimana Gejala Serta Cara Pencegahannya?

Gambar Gejala Penyakit Difteri Tenggorokan Pada Anak

Wartainfo.com - Pemerintah telah menetapkan penyebaran wabah penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dipenghujung tahun 2017. Alasannya, saat ini telah ada 20 provinsi yang melaporkan daerahnya terdapat kasus difteri. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga November 2017 terdapat 593 kasus di mana 32 kasus diantaranya menyebabkan kematian.

Salah satu upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya wabah penyakit yang lebih parah adalah pemberian vaksin pada anak-anak dalam rentang usia 1-19 tahun.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh, menyebut difteri yang terjadi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Salah satunya karena pengidap penyakit difteri tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa. Dalam catatan, korban difteri paling muda berumur 3,5 tahun dan usia paling tua 45 tahun.

Gambar Foto Ciri-Ciri Terjangkit Gejala Penyakit Difteri Pada Anak, Cara Mengatasi Virus Difteri Pencegahannya

Ciri-ciri dan tanda Penyakit Difteri Pada Anak dari status facebook seorang ibu.

Difteri bukanlah penyakit baru. Ia sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mewabah di banyak negara. Ia juga disebut sebagai penyakit masa lalu sejak difteri diperkenalkan pada tahun 1920-an dan 1930-an.

Baca juga: Kenali Gejala dan Infeksi Penyakit Sipilis 'Raja Singa' Serta Efek Pengobatannya

Namun, penyakit masa lalu ini kembali pada 2017. Selain Indonesia, negara lain yang terserang wabah difteri pada tahun ini adalah Bangladesh dan Yaman. Untuk kedua negara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirimkan antitoksin.

"Sangat mengejutkan bahwa pada 2017, ada anak-anak yang meninggal karena penyakit kuno yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin dan mudah ditangani," ujar perwakilan WHO, Dr Nevio Zagaria dikutip dari NPR, Jumat (8/12/2017).

Apa Itu Penyakit Difteri?

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini dapat hidup di beberapa orang tanpa menunjukkan gejala. Oleh karena itu, ia dinamakan tipe Typhoid Mary, yakni kondisi di mana seseorang tidak sadar sudah memiliki bibit bakteri tersebut.

Seperti flu, difteri menyebar lewat udara, terlebih saat ada orang yang sedang batuk atau bersin. Jika pada anak-anak, mereka dapat terjangkit karena mainannya yang telah terkontaminasi.

Gejalanya meliputi sakit tenggorokan, demam rendah, dan kurang nafsu makan. Tanda-tanda ini diikuti timbulnya lapisan keabu-abuan pada hidung atau tenggorokan, dan pembengkakan tenggorokan yang disebut bullneck.

Ciri-Ciri dan Gejala Terjangkit Penyakit Difteri

Penyakit difteri muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan. Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit.

Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup.

Category: KesehatanTags: