5 Pasukan Elite Anti Teror Terbaik Yang Dimiliki Indonesia

3. Detasemen Jalamangkara (Denjaka TNI AL)

Detasemen Jalamangkara (Denjaka TNI AL)

Pasukan elite yang disingkat dengan nama Denjaka ini merupakan detasemen khusus penanggulangan teror aspek laut. Denjaka merupakan gabungan personel dari dua pasukan khusus TNI AL, yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir.

Denjaka dibentuk pada 13 November 1984. Kemampuan Denjaka tidak hanya untuk bertempur tetapi juga sebagai satuan intelijen tempur handal.

Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka ditutut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan, dan pendadakan yang tertinggi serta medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Pasukan yang dijuluki hantu laut ini juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, vertikal, dan udara.

4. Satuan Bravo 90 (Satbravo-90 TNI AU)

Satuan Bravo 90 (Satbravo-90 TNI AU)

Satuan khusus yang juga dikenal dengan nama Satbravo-90 (sebelumnya Detasemen Bravo 90) ini merupakan satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas (Kopaskhas) yang berkedudukan di bawah Komandan Korpaskhas.

Satbravo-90 dibentuk sekitar tahun 1990 pada era kepemimpinan Marsma TNI Maman Suparman selaku Komandan Puspakhas saat itu.

Spesialisasi Satbravo-90 adalah melumpuhkan alustsista musuh dalam mendukung operasi dan penindakan teror serta pembajakan di udara. Satbravo-90 memiliki moto 'Setia, Terampil, Berhasil'.

5. Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab)

Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab)

Selain keempat pasukan khusus di atas, pemerintah pernah membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab).

Koopssusgab dibentuk pada 9 Juni 2015 oleh Jenderal Moeldoko selaku Panglima TNI kala itu. Tim ini merupakan gabungan pasukan khusus dari tiga matra TNI, yakni Sat-81, Denjaka, dan Satbravo-90.

Pasukan khusus ini berjumlah 90 personil. Mereka disiagakan di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat dengan status operasi, sehingga siap siaga setiap saat ada perintah untuk terjun menanggulangi teror.

Pasukan ini sudah ditiadakan. Namun baru-baru ini Moeldoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan menyarankan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali Kopssusgab. Saran ini tak lepas dari peristiwa penyerangan dan penyanderaan oleh napi teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Selasa (8/5) sampai Kamis (10/5) lalu.

Category: Militer, Serba - SerbiTags: