Kisah Tragis Andres Escobar, Ditembak Mati Karena Gol Bunuh Diri

Pembunuhan Andres Escobar Karena Gol Bunuh Diri

Foto Castro Munoz Pembunuh Andres Escobar

Castro Munoz, Pelaku pembunuhan Andres Escobar

Malam sebelumnya, Escobar bersama teman-temannya mengunjungi sebuah bar di kota Medellin. Dia kemudian berpisah dengan teman-temannya dan kembali ke mobilnya. Waktu sudah menunjukkan dinihari ketika sekelompok orang, kabarnya terdiri dari tiga orang, mendatanginya.

Mereka lantas menembaki Escobar, kabarnya sembari berteriak "Thanks for the own-goal, hijueputa!" yang berarti terima kasih atas gol bunuh diri-mu, anak pelacur.” untuk setiap peluru yang ditembakkan. Enam peluru menembus tubuh Escobar. Dia dibawa ke rumah sakit namun 30-45 menit kemudian, dinyatakan meninggal dunia.

Penembakan itu diyakini sebagai pembalasan atas gol bunuh diri Escobar. Cerita-cerita yang berkembang kemudian turut menyinggung soal keterkaitan judi dan kartel narkoba. Ada proses peradilan, ada yang ditahan kemudian, tapi nyawa seorang pesepakbola bertalenta yang melayang tak bisa tergantikan.

Lebih dari 100 ribu warga Kolombia yang berduka hadir ke pemakaman Escobar. Tubuh sang mantan pemain itu terbujur kaku di dalam peti yang diselubungi bendera negara. Sejumlah orang meneriakkan tuntutan agar keadilan ditegakkan. Escobar pergi meninggalkan sebuah kisah tragis, dan pesan terakhir.

"Hidup tak berhenti di sini. Kita harus terus berjalan. Hidup tak boleh berhenti di sini. Tak peduli seberapa sulit, kita harus bangkit. Kita cuma punya dua pilihan: membiarkan kemarahan melumpuhkan kita dan kekerasan berlanjut, atau kita menaklukkannya dan mencoba yang terbaik untuk membantu orang lain."

"Itu pilihan kita. Mari kita menjaga rasa hormat. Salam terhangatku untuk semuanya. Ini sudah menjadi pengalaman yang paling menakjubkan dan langka. Kita akan berjumpa lagi segera, karena hidup tak berhenti di sini."

Pesan ini ditulis Escobar di koran Bogota, El Tiempe, setelah Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 1994, sebelum ia meregang nyawa. Escobar ini, sempat menjadi duta promosi citra positif Kolombia.

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk mengungkap tragedi berdarah ini. Polisi menangkap pria bernama Humberto Castro Munoz malam hari setelah kejadian. Dia merupakan kaki tangan kartel narkoba. Motif pembunuhan terhadap Escobar sesuai dugaan semula, berlatar belakang gol bunuh diri yang dilakukan Escobar. Dia diperintah majikannya, Santiago Gallon, untuk menghabisi nyawa Escobar untuk membalas kerugian besar karena kalah taruhan.

Pengadilan menjatuhkan hukuman 43 tahun penjara terhadap Castro Munoz. Namun, hukumannya dikurangi menjadi 26 tahun. Namun pada 2005 pengadilan Castro Munoz bebas. Pelaku hanya menjalani hukuman selama 11 tahun. Keluarga Escobar merasa terpukul dengan putusan pengadilan yang membebaskan Castro Munoz, hanya satu dekade setelah peristiwa pembunuhan ini. Pihak pengadilan menilai Castro Munoz berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman,

"Jujur saja, sudah tidak ada keadilan di Kolombia," kata ayah Escobar, Dario. Bagi dia, keadilan di Kolombia mustahil berkaca dari putusan pengadilan. "Mereka telah menipu negara ini dan keluarga kami dengan mengatakan Munoz dipenjara 43 tahun. Tapi sekarang pelaku sudah bebas."

Peristiwa ini masih dikenang oleh masyarakat Kolombia, khususnya suporter Atletico Nacional, klub yang ikut mengorbitkan Escobar. Setiap tahun tanggal kematiannya diperingati pendukung sepak bola dan fans Timnas Kolombia. Pada 2002, Pemerintah Kota Medellin, kota kelahiran Andres Escobar, membangun patung sang pemain untuk mengenangnya.

Category: Olahraga, Sepakbola