Minum Darah Perawan Hingga Emas, Ini Kisah 3 Bangsawan Yang Ingin Hidup Abadi

2. Countess Elizabeth Bathory  - Bangsawan Tinggi Kerajaan Hungaria

Kisah Cerita Sejarah Countess Elizabeth Bathory de Ecsed

Erzsebet Bathory atau Countess Elizabeth Bathory de Ecsed tercatat sebagai salah satu pembunuh berantai paling terkenal sepanjang sejarah. Pembunuhan yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan kecantikan yang abadi. Dia sangat yakin, bahwa darah perawan bisa membuatnya memiliki kecantikan abadi.

Bathory mulai bersikap kejam pada para para pembantu dan petani yang tinggal di tanah miliknya saat ia ditinggal suaminya, Nadasdy yang berusia 15 tahun. Saat itu memang pernikahan dini masih sangat wajar.

Baca juga:  Kisah Elizabeth Bathory, Pembunuh Berantai Terkejam di Dunia

Pembunuhan Elizabeth Bathory tergolong 'unik'. Ia adalah perempuan pertama yang diketahui sebagai pembunuh berantai, juga satu-satunya wanita pembunuh berantai yang menghabisi korbannya untuk kepentingan seksual dan sadistik, tanpa pengaruh dari pasangan laki-laki yang dominan.

Pembunuhan yang dilakukan Bathory tidak dimotivasi oleh keinginan untuk berkuasa atau faktor politik, melainkan demi kesenangan dan melakukannya tanpa penyesalan. Dalam pembunuhan sadis yang ia lakukan, ternyata ia mengincar darah perawan. Tapi darah para perawan desa dirasa kurang bagi Bathory. Demi mendapat darah yang menurutnya lebih berkualitas, ia mengincar darah para gadis bangsawan rendahan, menculik mereka untuk dijadikan korban.

3. Diane de Poitiers - Istri Penguasa Prancis

Diane de Poitiers Pics

Diane de Poitiers adalah istri dari Raja Henry II, penguasa Prancis. Demi memiliki hidup abadi, Diane menelan emas setiap hari. Padahal rahasia kecantikannya sesungguhnya adalah gen yang dimilikinya dan rutin berolahraga. Diane meninggal usia 66 tahun karena tulang lemah dan anemia akibat kebiasaan meminum emas.

Menurut catatan sejarah, wajah de Poitiers dikabarkan cerah bersinar layaknya wanita yang masih berusia 30 tahun. Padahal saat itu usianya sudah di atas 50 tahun.

Tak heran kalau de Poitiers menjadi kesayangan Henry II yang berusia hampir 2 dekade lebih muda darinya. Menurut Wellman, ada kemungkinan de Poitiers menjadi simpanan Henry ketika sang raja masih berusia 16 tahun dan de Poitiers 35 tahun.

Ahli forensik yang menganalisis tulang belulang de Poitiers juga menemukan jejak merkuri yang biasa digunakan untuk ramuan obat dari emas. Walaupun terkenal sebagai wanita yang aktif dan atletis semasa hidupnya, jasad de Poitiers menunjukkan tanda penipisan rambut dan tulang rapuh, gejala yang umum bagi pasien yang menderita keracunan emas kronis.

Category: Legenda, Serba - SerbiTags: