Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh di Karawang, Ini Beberapa Faktanya

Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh

Wartainfo.com - Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Pesawat yang membawa 181 orang itu masih baru dan dinyatakan layak terbang.

Pesawat Lion Air JT 610 itu tengah dalam perjalanan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung saat hilang kontak pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 sekira pukul 06.20, hanya beberapa saat setelah lepas landas. Pesawat nahas itu membawa 181 penumpang dan tujuh awak pesawat, termasuk di antaranya seorang anak-anak dan orang dua bayi.

Sejauh ini belum ada informasi mengenai korban warga negara asing dalam insiden jatuhnya JT610 dan proses pencarian korban masih berlangsung.

Baca juga: Mengerikan, Ini 5 Kecelakaan Pesawat Karena Bunuh Diri Pilot Yang Sengaja Jatuhkan Pesawat

Sempat muncul dugaan bahwa kecelakaan terjadi akibat kerusakan mesin hingga adanya kebocoran bahan bakar. Pesawat itu dipiloti Captain Bhavye Suneja, yang punya lebih dari 6.000 jam terbang. Seperti dikutip dari detik.com, sejumlah fakta diungkap oleh Kementerian Perhubungan, Lion Air, dan Basarnas. Berikut fakta-fakta Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610:

Ketinggian 2.500 Kaki

Pesawat Lion Air JT 610 terbang dan baru mencapai ketinggian 2.500 kaki sebelum mengalami hilang kontak.

"Untuk ketinggiannya masih 2.500 feet," ujar Kabasarnas Muhammad Syaugi dalam konferensi pers di kantornya, Senin (29/10/2018). Jarak lokasi jatuh pesawat tersebut dengan Jakarta, lanjut Syaugi, tidak terlalu jauh.

Foto Serpihan Lion Air JT 610 Yang Jatuh di Karawang - Pangkal Pinang

Puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang (Foto: IST)

Pilot Ingin Balik ke Bandara

Sebelum hilang kontak dan jatuh, pesawat itu sempat ingin kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. "Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar," kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018).

Pada pukul 06.22 WIB, pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang di ketinggian 1.700 feet dan meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkan pesawat naik ke 5.000 feet.

Lembaga pelayanan navigasi penerbangan, AirNav Indonesia, sempat 'membukakan jalan' supaya JT 610 bisa balik lagi ke Soekarno-Hatta.

"Dia cuma meminta return to base. Kita lihat, oke, kita berikan prioritas untuk return to base," kata Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Harry Sirait.

Hilang Kontak

Pesawat itu tidak bisa dikontak setelah 13 menit terbang. Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkalpinang. Kemudian mengalami lost contact pukul 06.33 WIB.

"Benar kami mendapatkan informasi tersebut (hilang kontak)," kata Corporate Secretary Airnav, Didiet KS Radityo, saat dihubungi detikcom, Senin (29/10/2018).

Membawa 189 Orang Penumpang

Pesawat Lion Air JT 610 membawa 189 orang penumpang.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pesawat membawa 189 orang. "178 dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 6 awak kabin," kata Soerjanto dalam jumpa pers Basarnas dan KNKT, Jakarta, Senin (29/10/2018). Tim SAR Basarnas masih melakukan pencarian dan evakuasi.

Category: Berita Peristiwa, NewsTags: