4 Fakta Konflik India-Pakistan Yang Semakin Memanas

2. Gunakan Senjata dari Israel

India dan Senjata Israel

India menggunakan senjata dari Israel, salah satunya bom pintar yang diletakkan di jet tempur Angkatan Undara India. Kedua negara ini kerap melakukan latihan bersama, bahkan menyepakati penjualan senjata dengan nilai kontrak satu miliar dolar.

Bom digunakan untuk meledakkan di wilayah Pakistan pada Selasa (26/2). Kejadian ini sebagai balas dendam, setelah wilayah Kashmir, yang sudah dikuasai India dibom oleh Pakistan.

Menurut beberapa media India, ada lima pesawat jet tempur Mirage yang dipersenjatai bom pintar Spice 2000 buatan Israel. Bom yang berbobot 1.000 kilogram itu dioperasikan menggunakan GPS dan dilengkapi dengan teknologi canggih agar kebal dari gangguan dan deteksi.

3. Balas Dendam Pakistan, Tembak Jatuh Pesawat India

Konflik Konflik India dan Pakistan

Pesawat tempur India ditembak jatuh saat kontak senjata dengan Pakistan. Pesawat itu adalah jet tempur MIG-21. Pakistan sebelumnya mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur India dan menangkap salah satu pilot.

"Satu pesawat Pakistan ditembak jatuh. Dalam kontak senjata ini kami kehilangan satu jet tempur MIG-21 Bison dan pilotnya juga hilang," kata Jubir Kementerian Luar Negeri India (MEA) Ravish Kumar.

Pilot India yang hilang itu bernama Abhinandan Varthaman. Insiden jatuhnya dua pesawat India ini terjadi di Budgam, Kashmir.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah India melancarkan serangan udara ke kamp pelatihan militan Kashmir Jaish-e-Muhammad di wilayah Kashmir yang masuk bagian Pakistan.

Serangan ini adalah balasan setelah 14 Februari lalu pengebom bunuh diri menewaskan lebih dari 40 aparat keamanan India di Pulwama, Kashmir.

4. Kejadian Tanggal 1 Februari

Perang Militer Konflik India dan Pakistan

Kelompok Militan Pakistan, JeM melakukan serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 polisi paramiliter. Hal itu diucapkan oleh Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh. "Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan dan disokong Pakistan".

Meskipun begitu, Pakistan membantah tuduhan Rajnath sebagai dalang kejadian bom bunuh diri itu. "Anggapan media India dan pemerintah yang mengaitkan serangan itu dengan Pakistan tanpa investigasi".

Kejadian berawal saat ada ledakan di Srinagar-Jammu, sekitar 20 kilometer dari Kota Srinagar, Kashmir. Ledakan terjadi saat ada mobil yang membawa bahan peledak seberat 300-350 kilogram menghantam iring-iringan 70 kendaraan yang mengangkut 2.500 serdadu ke Lembah Kashmir. Kemudian mobil itu meledak pukul 15.15 waktu setempat.

"Kendaraan itu menyalip konvoi dan menghantam sebuah bus yang mengangkut 44 personel," ujar seorang petinggi kepolisian.

Ini adalah serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir sejak pemberontakan melawan kekuasaan India terjadi pada 1989.

Category: Berita Peristiwa, Internasional