14 Fakta Unik dan Menarik Pemilu di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Gambar Pemilu 17 April 2019

Wartainfo.com - Sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat diantaranya dilakukan melalui kegiatan pemilihan umum (Pemilu). Pemilihan Umum merupakan hajat besar negara dengan sistem demokrasi yang dilaksanakan dalam suatu kurun waktu tertentu.

Seperti halnya Indonesia yang akan segera melaksanakan pemilu pada 17 April mendatang. Pesta demokrasi itu akan memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

Pemilihan Umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia memang salah satu dari sekian banyak negara di dunia yang menggelar pemilu dalam rangka memilih para pemimpinnya. Namun, sistem dan tata cara pemilunya tentu berbeda-beda tiap negara.

Masing-masing negara ternyata punya aturan unik tentang penyelenggaraan pemilunya. Penasaran negara mana saja? Dilansir wartainfo.com dari brilio.net dan mentalfloss pada, berikut 14 fakta unik dan menarik pemilu di berbagai negara.

1. Kebanyakan pemilu diadakan pada hari Minggu

Fakta Unik Pemilu 2019 di dunia

Pemilu Indonesia 17 April mendatang memang diadakan pada hari Rabu. Namun, banyak negara di dunia memilih untuk mengadakan pemilu pada hari Minggu sebagai hari libur.

Menariknya, negara-negara persemakmuran Inggris masuk ke pengecualian. Misalnya, Kanada yang mengadakan pemilu pada Senin, hingga Australia dan Selandia Baru yang memilih hari Sabtu.

2. Pemilu Indonesia terbesar kedua di dunia, cuma kalah oleh India

Fakta Menarik Pemilu 2019 di Berbagai Negara

Dengan jumlah pemilih mencapai 187 juta orang, pemilu Indonesia menjadi pemilu terbesar kedua di dunia. Sementara itu, India menggelar pemilu terbesar dengan 800 juta pemilih.

3. Pemilih di Swedia dan Prancis tidak perlu mendaftar

Fakta Pemilu 2019 di Negara Dunia

Warga Swedia dan Prancis nggak perlu repot-repot mengurus administrasi agar terdaftar dalam pemilih pemilu. Pemerintah Prancis secara otomatis mendaftar warganya yang berusia lebih dari 18 tahun sebagai pemilih. Sementara itu, Swedia menggunakan daftar pembayar pajak untuk membuat daftar pemilih pemilu di negaranya.

4. Golput di Australia akan didenda

Fakta Unik dan Menarik Pemilu di Berbagai Negara 4

Tiap warga Australia yang berusia di atas 18 tahun diwajibkan secara hukum untuk memberikan suaranya pada pemilu. Bahkan, bagi warganya yang golput alias tidak memilih akan dikenakan denda mulai dari 20 dollar Australia atau Rp 200 ribu hingga 180 dollar Australia hampir 2 juta rupiah.

Category: NewsTags: