Siswi SMP Dikeroyok Belasan Siswi SMA di Pontianak, #JusticeForAudrey Viral

Foto Audrey Siswi SMP Pontianak yang Dikeroyok Siswi SMA

Wartainfo.com - Audrey (14) yang merupakan siswi SMP harus mendapatkan perawatan intensif setelah dikeroyok siswi SMA di Pontianak pada 29 Maret 2019.

Cerita tentang Audrey ini ramai dibahas di media sosial Twitter hingga muncul tagar #JusticeForAudrey. Pada Selasa (9/4/2019), tagar tersebut menduduki posisi nomor 1 di Indonesia.

Salah satu akun yang menceritakan kisah Audrey adalah @syarifahmelinda. Hingga Selasa (9/4/2019), cuitan @syarifahmelinda di-retweets lebih dari 9.400 pengguna Twitter.

"Nasib kurang beruntung dialami oleh Audrey (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak," cuit @syarifahmelinda.

Pengeroyokan yang terjadi pada gadis 14 tahun itu, terjadi pada 29 Maret 2019 lalu. Akibatnya, Audrey mengalami luka fisik dan psikis yang cukup serius.

Kronologi Audrey Siswi SMP Pontianak Dikeroyok Siswi SMA

Kepada sejumlah media, LK ibunya Audrey  bercerita, kejadian bermula saat anaknya dijemput oleh salah satu dari siswi SMA tersebut. Audrey dijemput di kediaman kakeknya. Oknum siswi SMA ini meminta Audrey mempertemukan dengan kakak sepupunya, PO. Dengan alasan, ada yang ingin dibicarakan mereka.

Ternyata, total ada empat siswi yang hendak membawa Audrey agar bisa mempertemukan mereka dengan PO. "Anak saya bilang, lokasinya ada bacaan gedungnya Paviliun,” ungkap LK sambil menitikan air mata, kemarin.

Setelah bertemu, PO terlibat baku hantam dengan siswi SMA yang berinisial DE. Tiga teman DE turut melakukan kekerasan terhadap Audrey . Mulai dari pem-bully-an, penjambakan rambut, penyiraman air, hingga membenturkan kepala AU ke aspal. Bahkan menginjak perut Audrey. “Saat anak saya bangun, mukanya ditendang dengan sendal gunung (oleh EC, red),” kisah LK.

Foto Audrey Siswi SMP Pontianak Korban Penganiayaan Siswi SMA

Audrey, korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh pelajar SMA di Pontianak, dirawat di sebuah rumah sakit di Pontianak.

Setelah terbaring, dalam kondisi tidak berdaya, pelaku lain berinisial TI dan LA, terus melakukan pemukulan. Parahnya, alat vital Audrey juga menjadi sasaran. "Yang saya tidak terima, ada siswi yang SMA, mau merusak kelamin anak saya,” lirih LK, sambil menangis.

Lanjut dia mengatakan, memang ada tiga siswi yang diduga melakukan kontak fisik dengan Audrey. Namun, di lokasi kejadian terdapat delapan hingga 12 siswi lain yang ikut menyaksikan penganiayaan itu. Mereka hanya tertawa, tanpa berupaya menolong korban.

"Anak saya depresi, tertekan, traumatik, terus psikisnya sudah terkena,” ucapnya.

Foto Instagram Pelaku Pengeroyokan Audrey Siswi SMP Pontianak

Siswi SMA Pelaku Pengeroyokan Audrey Siswi SMP Pontianak. [Foto: Twitter @syarifahmelinda]

Apalagi Audrey yang mengidap penyakit asma ini juga kerap mengigau. Seolah-olah masih dalam penganiayaan, akibat tingkat trauma yang tinggi. Dengan kejadian ini, pihak keluarga tetap melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum. Untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

“Saya maafkan dia. Tapi untuk proses hukum harus berlanjut,” tegas LK.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Fety Rahma Wardani menyatakan akan terus mengawal kasus ini. "Kita akan tetap melanjutkan proses ini ke tingkat yang lebih tinggi. Yakni sidang pengadilan. Tidak ada kata damai,” tegas Fety.

Foto Siswi SMA Pelaku Penganiayaan Audrey Siswi SMP Pontianak

Siswi SMA Pelaku penganiayaan brutal pada Audrey Siswi SMP di Pontianak. [Foto: Twitter @syarifahmelinda]

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar memberikan pendampingan kepada korban siswi SMP ini sejak pertama kali mengadukan masalahnya ke KPPAD pada 5 April 2019. Sejak saat itu, KPPAD telah memberikan trauma healing kepada korban.

Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak menceritakan total ada 12 siswi SMA dari berbagai sekolah di Pontianak yang terlibat dalam pengeroyokan ini. Pelaku utama yang mengeroyok korban berjumlah 3 orang.

"Dua orang provokator, tiga orang pelaku utama, sementara 7 sisanya menyaksikan tapi tidak menolong dan tidak melerai," kata Eva, Selasa (9/4/2019).

Pelaku Masih Lakukan boomerang  Instagram Mesti Ada di Kantor Polisi

Selain aksi kekerasan tersebut, netizen juga menyoroti sikap dari para pelaku yang tetap melakukan Boomerang Instagram di kantor polisi. Tentu saja ini mengundang reaksi negatif dari para netizen yang melihat hal tersebut.

Siswi SMA Pelaku Pengeroyokan Audrey Siswi SMP Pontianak di Kantor Polisi

Para pelaku penganiaayaan saat berada di kantor polisi. [Foto: Twitter @syarifahmelinda]

"Ini snapgram sih pelaku disaat kantor polisi , adek adek lagi di kantor polisi aja masih buat boomerang yah :)

bener-bener jago banget kamu
ngga ada rasa bersalah udah aniaya anak orang," cuit @syarifahmelinda.

Category: Kriminal, Viral TerkiniTags: