Virus Corona di Indonesia, Ini Gejala dan Bedanya dengan Flu Biasa

Pola Harian Gejala Virus Corona

Adapun pola gejala yang berkembang di antara pasien virus corona yaitu:

Hari 1: Pasien demam. Pasein kemungkinan juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.

Hari 5: Pasien kemungkinan mengalami kesulitan bernapas, terutama jika di usia lebih tua atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Hari 7: Ini adalah waktu rata-rata gejala memburuk, sebelum pasien dirawat di rumah sakit, menurut penelitian Universitas Wuhan.

Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen, menurut CDC China) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru. ARDS ini sering kali berakibat fatal.

Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan. Hanya sebagian kecil yang mati. Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.

Hari 17: Rata-rata, orang yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu.

Pencegahan Virus Corona Wuhan di Indonesia

Lantas, bagaimana penularannya?

Penularan virus corona Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Hubei, China, akhir tahun lalu ini menewaskan ribuan orang. Virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti MERS dan SARS.

Dilansir dari cdc.gov, virus corona dapat menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara, seperti:

  • Melalui udara dengan batuk dan bersin.
  • Kontak pribadi, seperti menyentuh dan berjabat tangan.
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan.
  • Kontaminasi tinja, tetapi ini jarang terjadi.

Beda dengan Influenza

Virus yang menyerang sistem pernapasan ini secara sekilas terlihat memiliki gejala yang mirip dengan influenza. Keduanya sama-sama memiliki gejala seperti batuk, demam, dan flu. Bedanya, flu bersifat musiman, tapi tidak dengan corona.

Gejala flu yang khas termasuk di antaranya demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri persendian, sakit kepala, pilek, kelelahan, mual-muntah, dan diare. Gejala flu umumnya muncul secara tiba-tiba.

Umumnya, orang yang terkena flu akan sembuh dalam waktu kurang dari dua pekan. Pada beberapa kasus, flu menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.

Sementara itu, hanya sedikit dari pasien Covid-19 yang mengalami sakit tenggorokan, pilek, dan mual-muntah. Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menuliskan bahwa hanya sekitar 5 persen pasien yang mengalami sakit tenggorokan dan pilek. Hanya 1-2 persen yang melaporkan diare, mual, dan muntah.

Category: Health, NasionalTags: