5 Film Islami Terbaik Indonesia Paling Terlaris

klg asli

berhasil
Sinopsis Foto Gambar Poster Film Islami Terbaik Indonesia Paling Terlaris
Sinopsis Film Islami Terbaik Paling Laris di Indonesia - Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sudah tentu Indonesia mampu menjadi pasar besar bagi bisnis industri film bertema Islami, baik mengenai tokoh Islam, pengalaman spiritual, hingga kisah percintaan yang sesuai dengan syariat Islam.

Kebanyakan film-film ini diangkat dari novel-novel Islami populer yang laris manis di pasaran. Ingin menuai sukses yang sama, para produser film pun mengangkatnya dalam layar lebar. Hasilnya pun cukup baik. Dengan tema Islami dan ditayangkan menjelang hari-hari besar Agama Islam, film-film inipun menarik banyak penonton. Berikut Lima film Islami Terbaik Indonesia yang sempat menjadi box office di tanah air yang dirangkum dari berbagai sumber: (wartainfo.com)

Ayat-Ayat Cinta (2008)

Sinopsis foto Poster Ayat-Ayat Cinta (2008) Film Islami Terbaik Terlaris Indonesia
Berdasarkan novel karya Habiburrahman El Shirazy, film ini mengisahkan tentang seorang pria Indonesia di Mesir yang harus memilih cinta di antara empat wanita. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha meraih gelar masternya di Al Azhar, Mesir. Dia ditaksir 4 perempuan. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Qur'an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.

Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura, juga tetangga yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Fahri akhirnya menikahi Aisha, sayang Fahri terbelit masalah atas tuduhan pemerkosaan Naura. Hanya Maria yang mampu membebaskan Fahri dengan kesaksiannya. Sayang, Maria tengah dilanda sakit parah. Aisha pun mendatangi Maria dan merelakan Fahri menikah dengan Maria jika bebas.

Pada detik terakhir, Maria akhirnya mendatangi pengadilan dan Fahri pun bebas. Fahri pun hidup berpoligami. Layaknya manusia biasa, Aisha pun memiliki kecemburuan terhadap Maria. Namun, kebahagiaan Maria di sisi Fahri tidak berlangsung lama. Pasalnya, penyakit Maria kembali kambuh. Dia pun meninggal dalam keadaan Islam.

Film garapan sutradara Hanung Bramantyo dan diproduksi MD Entertainment ini menjadi pelopor kesuksesan komersial film-film Islami di bioskop Indonesia, membuktikan bahwa pasar untuk film jenis ini memang ada. Diperankan oleh bintang muda kawakan seperti Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri film ini mampu menarik penonton sebanyak 3.581.947 orang.

Meski ada yang menyambut positif film tersebut, tetapi ada juga masyarakat yang kecewa dengan film ini karena menyimpang dari cerita yang diangkat di dalam novelnya. Ada tanggapan bahwa cerita pada film hanyalah roman picisan yang mengangkat kisah percintaannya saja. (wartainfo.com)

Ketika Cinta Bertasbih (2009)

Sinopsis foto Poster Ketika Cinta Bertasbih 2009 Film Islami Terbaik Terlaris Indonesia
Mengisahkan perjuangan hidup dan cinta Azzam, seorang pelajar Indonesia di Mesir. Jika premisnya sedikit familiar, itu karena film ini adalah adaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy (akrab dipanggil Kang Abik), pengarang novel Ayat-Ayat Cinta.

Film ini bercerita kehidupan Azzam yang sudah 9 tahun belum lulus juga di Universitas Al Azhar. Hal tersebut bukan tanpa sebab. Di Mesir, Azzam tidak hanya bersekolah seperti mahasiswa asal Indonesia lainnya, dia juga berjualan tempe untuk membiayai kehidupan ibu dan adik-adiknya di kampung.

Di Mesir, dia dipertemukan dengan Anna Althafunnisa, perempuan muslimah yang bisa dikatakan sempurna dan jatuh cinta kepada Azzam. Namun, saat itu, Azzam hanya memikirkan kuliah dan bisnisnya.

Anna pun dipersunting oleh Furqon, pria tampan dan kaya. Sayangnya, Furqon mendapatkan masalah ketika dia dijebak perempuan asing yang mengancam menyebarkan fotonya bersama Furqon. Selain itu, perempuan ini ternyata juga menyebarkan teror virus HIV kepada para korbannya. Masalah itulah yang menyebabkan prahara dalam rumah tangga Furqon dan Anna. Pasalnya, Anna merasa dirugikan karena tidak adanya nafkah batin yang diberikan suaminya.

Film arahan Chaerul Umam dan diproduksi SinemArt ini memang disiapkan sebagai jawaban Kang Abik terhadap film Ayat-Ayat Cinta yang dianggap melenceng jauh dari novel karyanya. Konon film ini diawasi penuh oleh Kang Abik agar sesuai dengan novelnya, dan pada akhirnya kisah ini pun terbagi jadi dua jilid film. SinemArt pun melabeli sendiri film ini sebagai "mega film" dan menekankan bahwa film ini syuting di "100 persen asli Mesir", tak seperti Ayat-Ayat Cinta yang syuting di India sebagai pengganti Mesir.

Tiket yang terjual sebanyak 3.100.906. Menurut beberapa penonton, alur film ini terlalu lama dan monoton. Hal ini mungkin dikarenakan guna menjaga keseimbangan dengan novel. Untuk itu, film ini sampai dibuat film kedua yang merupakan kelanjutan dari film pertamanya.

Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009)

Gambar Poster Ketika Cinta Bertasbih 2 Film Islami Terbaik Terlaris Indonesia
Strategi memecah novel karya Habiburrahman El Shirazy ini menjadi dua jilid film ternyata berhasil. Dirilis di tahun yang sama dengan jilid pertamanya, film jilid kedua ini mampu meraih penjualan tiket yang besar, walaupun ada selisih sekitar satu juta tiket karena tiket yang terjual sebanyak 2.003.121 tiket bioskop. Bagaimana tidak? Jika tidak menonton Ketika Cinta Bertasbih (KCB) kedua ini maka penonton KCB pertama tidak akan mengetahui akhir ceritanya.

Masih diarahkan Chaerul Umam, pada jilid ini dikisahkan Azzam telah lulus dari Mesir yang berjuang lagi dari bawah demi menghidupi keluarganya. Di kampung Azzam mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, apalagi bisnis tempenya tidak begitu menghasilkan uang yang besar seperti di Mesir.

Di tengah kekhawatirannya mengenai karirnya tersebut, dia pun didera cobaan, ketika ibunya meninggal sewaktu dirinya memboncengi ibunya. Namun, badai pasti berlalu. Dia pun diminta ayah Anna untuk menikahi anaknya yang telah bercerai. Maklum saja, perceraian bagi ayah Anna yang seorang Kyai merupakan hal yang tabu. Dari situ dia memulai menata kehidupannya bersama Anna. Namun, Furqon datang membawa kabar bahwa dirinya tidak terkena virus HIV. Apa mau dikata, Anna telah bahagia hidup bersama Azzam.

Hampir serupa dengan KCB pertama, rasa ingin tahu penonton mengenai akhir cerita inilah yang menjadi daya tarik film KCB kedua. Mengenai alurnya pun terasa monoton. Apalagi dengan pemain-pemain baru yang masih sangat kaku dalam bertutur dan beraksi. (wartainfo.com)
Sang Pencerah (2010)

Gambar Poster Sang Pencerah 2010 Film Islami Terbaik Terlaris Indonesia
Film ini menuturkan tentang tokoh pahlawan nasional, K.H. Ahmad Dahlan dalam perannya sebagai salah satu tokoh pergerakan nasional dan pendiri organisasi Islam, Muhammadiyah.

Film ini dimulai ketika Darwis muda yang dibintangi Ihsan Tarore pulang setelah menimba ilmu di Mekkah. Dia mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Pria 21 tahun itu menilai ajaran Islam yang diterapkan di kampungnya jauh dari syariat Islam. Tidak mau berlama-lama dalam keterpurukan, dia pun berani memberikan pengaruh dan ajaran Islam yang sesungguhnya.

Dia mulai mengubah arah kiblat yang selama ini diyakini masyarakat. Dia menggunakan kompas untuk menentukan arah kiblat yang benar. Selain itu, dia juga memberikan ajaran-ajaran Islam lainnya kepada anak-anak. Tindakan Dahlan ini mendapatkan pertentangan keras dari ulama-ulama senior di kampung tersebut. Bahkan dia dikatakan mengajarkan aliran sesat.

Namun, Dahlan tidak gentar. Meski mendapatkan perlawanan hingga keluarganya pun terancam, dia tetap bersikeras mengajarkan ajaran Islam ke berbagai golongan di kampungnya.

Film garapan Hanung Bramantyo yang diproduksi MVP Pictures (Multivision Plus) ini melanjutkan tren film religi di tanah air. Film ini juga dianggap sebagai pemicu banyaknya film-film tentang sejarah pahlawan nasional yang dibuat kemudian.

Sebanyak 1.206.000 tiket bioskop habis terjual. Para penonton merasa terhibur mempelajari sejarah melalui media film ini. Hanya saja, ada beberapa artis yang bermain terlihat kaku baik secara gesture maupun bahasa. Pasalnya, bahasa yang digunakan pun terkadang menggunakan bahasa Jawa atau berlogat Jawa. (wartainfo.com)

99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Sinopsis Gambar Poster 99 Cahaya di Langit Eopa 2013 Film Islami Terbaik Terlaris Indonesia
Film ini diambil dari kisah nyata perjalanan spiritual yang dialami oleh pasangan suami istri, Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra ketika tinggal di Austria. Hanum yang diperankan Acha Septriasa dan Rangga yang diperankan Abimana Aryasatya menapaki jejak-jejak kebesaran Islam selama 3 tahun mereka menetap di bumi Eropa.

Salah satu momen berharga yang diraih oleh Hanum adalah ketika ia berkenalan dan bersahabat dengan seorang muslimah asal Turki, Fatma yang diperankan Raline Shah. Melalui penuturan Fatma, terkuak lah suka duka dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim di Eropa.

Film ini merupakan film yang penuh dengan nilai seni. Dengan pengambilan gambar di lokasi-lokasi bersejarah di Eropa, mampu menggugah keyakinan penonton akan ajaran Islam dan betapa hebatnya agama Islam.

Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduksi Maxima Pictures ini berhasil menyerap banyak penonton. Sekitar 1.189.709 tiket bioskop habis terjual. Selain daya tarik dari kisah suka duka sepasang suami istri muda Muslim sebagai minoritas di tanah Eropa, film ini juga menampilkan bintang film muda yang tengah digandrungi masyarakat, serta penyayi pendatang baru, Fatin Sidqia Lubis.

Masyarakat pun menyanjung keindahan film ini. Pasalnya, tidak semua umat muslim Indonesia bisa mengalami penjelajahan spiritual di negeri orang, apalagi Eropa. (wartainfo.com)

ยป 5 Film Berdasarkan Kisah Nyata yang Kontroversial

Category: Film MovieTags:
Jayabet